alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Tak Semua Pemudik Jadi ODP-PDP

TUBAN, Radar Tuban – Tidak semua pemudik dari luar kota dan luar negeri langsung ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) begitu tiba di kampung halamannya. Apalagi pasien dalam pengawasan (PDP). Meski kondisi pemudik tersebut demam, flu, atau batuk, tetap perlu tes kesehatan lebih lanjut untuk menetapkan status pemudik tersebut. Pengecekan suhu tubuh kepada pemudik merupakan langkah skrining dan pendataan awal.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Dinas Kesehatan Tuban (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, penetapan ODP dan PDP harus melalui serangkaian tes kesehatan. Tidak cukup dengan pengecekan suhu tubuh di posko perbatasan. Tes tersebut dilakukan petugas kesehatan minimal dari puskesmas setempat. ‘’Kalau semua pemudik yang pulang kondisinya demam dinyatakan ODP atau PDP nanti justru membuat panik,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Implementasi Transformasi Digital Melalui Smart City, Green City

Meski demikian, anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tuban itu menganjurkan masyarakat pendatang untuk taat melaporkan diri kepada petugas. Baik di posko perbatasan atau gugus tugas kecamatan hingga desa. Tujuannya, membantu masyarakat tersebut jika suatu saat muncul pneumonia yang lebih parah. Pneumonia adalah infeksi yang mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru.

 ‘’Masyarakat yang melaporkan diri ke gugus tugas desa dan kondisinya demam tak lantas langsung diisolasi di puskesmas. Semua ada tahapan dan prosesnya’’ kata mantan kepala Puskesmas Tambakboyo itu.

Bambang mengatakan, kondisi suhu tubuh pemudik yang demam bisa menjadi rujukan awal petugas kesehatan untuk pendataan. Jika dalam waktu tertentu, kondisi demam tak kunjung membaik akan dilakukan tindakan selanjutnya. Jika pemeriksaan awal petugas medis mengarah ke gejala Covid-19, baru nanti akan diputuskan apakah status orang tersebut ODP atau PDP. ‘’Sekarang musim pancaroba, jadi demam akibat cuaca atau Covid-19 harus dibedakan dengan hati-hati,’’ terang dia.

Baca Juga :  Kasus Aktif Covid-19 Semakin Menurun

Seperti skrining yang dilakukan saat kepulangan para santri ke Tuban. Pada rombongan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Muamanah Mojokerto Sabtu (13/4). Setelah diperiksa, satu santri bersuhu badan 38 derajat Celcius. Begitu pula saat kepulangan santri Ponpes Gontor, Minggu (14/4). Tiga santri kondisinya flu. Para santri tersebut tak langsung ditetapkan ODP dan hanya diminta melaporkan kesehatannya selama tiga hari berturut-turut. Jika belum sembuh, baru dilakukan langkah medis. (yud/ds)

TUBAN, Radar Tuban – Tidak semua pemudik dari luar kota dan luar negeri langsung ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) begitu tiba di kampung halamannya. Apalagi pasien dalam pengawasan (PDP). Meski kondisi pemudik tersebut demam, flu, atau batuk, tetap perlu tes kesehatan lebih lanjut untuk menetapkan status pemudik tersebut. Pengecekan suhu tubuh kepada pemudik merupakan langkah skrining dan pendataan awal.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Dinas Kesehatan Tuban (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, penetapan ODP dan PDP harus melalui serangkaian tes kesehatan. Tidak cukup dengan pengecekan suhu tubuh di posko perbatasan. Tes tersebut dilakukan petugas kesehatan minimal dari puskesmas setempat. ‘’Kalau semua pemudik yang pulang kondisinya demam dinyatakan ODP atau PDP nanti justru membuat panik,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Hudanoor Sukses Antarkan Pemkab Tuban Raih Tujuh Kali Piala Adipura

Meski demikian, anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tuban itu menganjurkan masyarakat pendatang untuk taat melaporkan diri kepada petugas. Baik di posko perbatasan atau gugus tugas kecamatan hingga desa. Tujuannya, membantu masyarakat tersebut jika suatu saat muncul pneumonia yang lebih parah. Pneumonia adalah infeksi yang mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru.

 ‘’Masyarakat yang melaporkan diri ke gugus tugas desa dan kondisinya demam tak lantas langsung diisolasi di puskesmas. Semua ada tahapan dan prosesnya’’ kata mantan kepala Puskesmas Tambakboyo itu.

Bambang mengatakan, kondisi suhu tubuh pemudik yang demam bisa menjadi rujukan awal petugas kesehatan untuk pendataan. Jika dalam waktu tertentu, kondisi demam tak kunjung membaik akan dilakukan tindakan selanjutnya. Jika pemeriksaan awal petugas medis mengarah ke gejala Covid-19, baru nanti akan diputuskan apakah status orang tersebut ODP atau PDP. ‘’Sekarang musim pancaroba, jadi demam akibat cuaca atau Covid-19 harus dibedakan dengan hati-hati,’’ terang dia.

Baca Juga :  Satgas Bubarkan Pembelajaran Tatap Muka di SMAN 1 Tuban

Seperti skrining yang dilakukan saat kepulangan para santri ke Tuban. Pada rombongan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Muamanah Mojokerto Sabtu (13/4). Setelah diperiksa, satu santri bersuhu badan 38 derajat Celcius. Begitu pula saat kepulangan santri Ponpes Gontor, Minggu (14/4). Tiga santri kondisinya flu. Para santri tersebut tak langsung ditetapkan ODP dan hanya diminta melaporkan kesehatannya selama tiga hari berturut-turut. Jika belum sembuh, baru dilakukan langkah medis. (yud/ds)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/