alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Buka Opsi BOS untuk Paket Internet

- Advertisement -

TUBAN, Radar Tuban – Imbauan belajar di rumah untuk siswa mulai dirasakan berat oleh sejumlah orang tua dan wali murid. Betapa tidak, hampir semua tugas yang diberikan kepada peserta didik berupa format video yang harus dikirim melalui jejaring sosial. Selebihnya pembelajaran secara daring melalui video conference yang diganti dengan belajar melalui streaming. Seluruhnya memanfaatkan paket data internet yang tak sedikit.

Keluhan terkait mahalnya paket internet yang digunakan anak dalam kegiatan belajar mengajar itu menjadi salah satu pembahasan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di ruang rapat lantai 3 Setda Tuban, Selasa (14/4).

Salah satu perwakilan Forum Anak Tuban menyampaikan, paket internet yang digunakan siswa tidak sedikit. Apalagi saat ini beberapa orang tua menghadapi krisis ekonomi karena dampak pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Ditiadakan

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Disdik Tuban Nur Khamid menyampaikan, sudah ada instruksi memaksimalkan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk penanganan Covid-19 di lingkup pendidikan. Saat ini fokusnya untuk penanganan kebersihan sekolah. Seperti menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, disinfektan, hand sanitizer, dan semacamnya. ‘’Paket internet yang digunakan pembelajaran bisa memanfaatkan BOS, saat ini diperbolehkan,’’ tutur dia.

Nur Khamid lebih lanjut mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui surat edaran sudah menginstruksikan penggunaan dana BOS untuk penanganan Covid-19. Termasuk jika dibutuhkan paket internet untuk pembelajaran siswa sebagai ganti kegiatan belajar mengajar tatap muka. ‘’Untuk saat ini BOS bisa dimanfaatkan internet di sekolah dulu, terutama untuk guru yang mengajar secara daring,’’ ujar dia.

- Advertisement -

Bagaimana dengan siswa? Mantan kepala SMAN 1 Soko itu menerangkan, pemanfaatan internet untuk siswa masih menunggu situasi dan kondisi lebih lanjut. Itu karena penggunaan dana BOS harus jelas pertanggungjawabannya, selektif, dan memiliki payung hukum yang kuat. ‘’Saya sudah minta guru jangan memberi tugas yang terlalu berat, baik dari segi materi atau penggunaan internet agar siswa tidak terbebani,’’ tegasnya.

Baca Juga :  578 Santunan Duka Belum Cair

Pendidik yang juga ketua LP Ma’arif NU Tuban itu mengatakan, fokus pendidikan saat ini adalah melindungi anak didik agar tidak tertular virus korona. Namun, hak untuk pendidikan harus tetap terpenuhi. Karena itu, guru harus berkolaborasi dengan orang tua atau wali murid untuk terus mengawasi anak didik. ‘’Terpenting anak harus tetap di rumah dan jangan sampai keluyuran. Apalagi di tempat keramaian,’’ ujar mantan sekretaris disdik setempat itu.(yud/ds)

TUBAN, Radar Tuban – Imbauan belajar di rumah untuk siswa mulai dirasakan berat oleh sejumlah orang tua dan wali murid. Betapa tidak, hampir semua tugas yang diberikan kepada peserta didik berupa format video yang harus dikirim melalui jejaring sosial. Selebihnya pembelajaran secara daring melalui video conference yang diganti dengan belajar melalui streaming. Seluruhnya memanfaatkan paket data internet yang tak sedikit.

Keluhan terkait mahalnya paket internet yang digunakan anak dalam kegiatan belajar mengajar itu menjadi salah satu pembahasan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di ruang rapat lantai 3 Setda Tuban, Selasa (14/4).

Salah satu perwakilan Forum Anak Tuban menyampaikan, paket internet yang digunakan siswa tidak sedikit. Apalagi saat ini beberapa orang tua menghadapi krisis ekonomi karena dampak pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Ditiadakan

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Disdik Tuban Nur Khamid menyampaikan, sudah ada instruksi memaksimalkan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk penanganan Covid-19 di lingkup pendidikan. Saat ini fokusnya untuk penanganan kebersihan sekolah. Seperti menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, disinfektan, hand sanitizer, dan semacamnya. ‘’Paket internet yang digunakan pembelajaran bisa memanfaatkan BOS, saat ini diperbolehkan,’’ tutur dia.

Nur Khamid lebih lanjut mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui surat edaran sudah menginstruksikan penggunaan dana BOS untuk penanganan Covid-19. Termasuk jika dibutuhkan paket internet untuk pembelajaran siswa sebagai ganti kegiatan belajar mengajar tatap muka. ‘’Untuk saat ini BOS bisa dimanfaatkan internet di sekolah dulu, terutama untuk guru yang mengajar secara daring,’’ ujar dia.

- Advertisement -

Bagaimana dengan siswa? Mantan kepala SMAN 1 Soko itu menerangkan, pemanfaatan internet untuk siswa masih menunggu situasi dan kondisi lebih lanjut. Itu karena penggunaan dana BOS harus jelas pertanggungjawabannya, selektif, dan memiliki payung hukum yang kuat. ‘’Saya sudah minta guru jangan memberi tugas yang terlalu berat, baik dari segi materi atau penggunaan internet agar siswa tidak terbebani,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Jawab Tantangan Global, Menteri Desa PDTT-Bupati Bojonegoro Resmikan Beasiswa

Pendidik yang juga ketua LP Ma’arif NU Tuban itu mengatakan, fokus pendidikan saat ini adalah melindungi anak didik agar tidak tertular virus korona. Namun, hak untuk pendidikan harus tetap terpenuhi. Karena itu, guru harus berkolaborasi dengan orang tua atau wali murid untuk terus mengawasi anak didik. ‘’Terpenting anak harus tetap di rumah dan jangan sampai keluyuran. Apalagi di tempat keramaian,’’ ujar mantan sekretaris disdik setempat itu.(yud/ds)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/