alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Study Tour Tiga SMAN Ditunda

TUBAN, Radar Tuban – Meluasnya penyebaran virus korona di Indonesia mulai berdampak ke dunia pendidikan di Tuban. Study tour tiga sekolah menengah atas negeri (SMAN) di Bumi Wali yang rencananya digelar Maret, terpaksa ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Sekolah yang terpaksa menunda keberangkatan kunjungan kampus tersebut adalah SMAN 1 Tuban, SMAN 1 Tambakboyo, dan SMAN 1 Jatirogo.

Penundaan tersebut menyusul turunnya surat edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada Satuan Pendidikan. Pada nomor 16 surat tersebut tertulis sekolah diminta menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Atau kegiatan di luar sekolah seperti berkemah atau studi wisata. Surat tertanggal 9 Maret tersebut ditandatangani Mendikbud Nadiem Makarim.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro – Tuban Adi Prayitno kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, seluruh kegiatan yang mengumpulkan siswa dalam jumlah banyak harus ditunda hingga kondisi membaik.

Selain SE Mendikbud, pertimbangan lain adalah keamanan dan kesehatan seluruh warga sekolah. ‘’Kami tegaskan seluruh kegiatan semacam study tour, wisata, atau perkemahan wajib ditunda hingga semua kondisi sudah dinyatakan aman,’’ tegas dia.

Adi lebih lanjut mengatakan, masing-masing sekolah juga diimbau memperhatikan kesehatan guru dan anak didiknya dan wajib menjalin komunikasi dengan dinas kesehatan (dinkes) setempat untuk melakukan pencegahan penyebaran virus. Dalam surat yang sama, sekolah juga diminta untuk menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun di sejumlah titik yang sering menjadi aktivitas siswa. ‘’Aturan di surat edaran harap dipatuhi sambil melihat perkembangan di lapangan,’’ lanjut dia.

Baca Juga :  13 Napi Koruptor Tak Peroleh Remisi

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMAN 1 Tuban Mukti mengatakan jadwal study tour rencananya dimulai Minggu tadi malam. Agendanya mengunjungi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Namun, pihaknya memutuskan untuk menunda H-1 sebelum pemberangkatan. Pertimbangannya karena kondisi penyebaran virus yang kian parah ditambah dengan turunnya surat edaran tersebut. ‘’Dengan berbagai pertimbangan, sudah saya putuskan ditunda,’’ tegas dia.

Kepala SMAN 1 Tambakboyo Nuryono mengatakan, study tour sekolahnya juga diagendakan pada Maret ini. Setelah turun SE Mendikbud tersebut, pihaknya langsung menjadwalkan ulang. Waktunya akan diputuskan lebih lanjut setelah Mendikbud menyatakan kondisi Indonesia aman dan kembali normal. ‘’Study tour SMAN 1 Tambakboyo ditunda, semua demi kebaikan anak didik dan seluruh keluarga besar sekolah,’’ tutur dia.

Disdik Pantau Kesehatan Siswa
Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban meminta sekolah aktif memantau kesehatan siswa. Jika ditemukan siswa batuk, pilek, dan sesak napas,  diimbau untuk bergerak cepat berkoordinasi dengan petugas kesehatan terdekat. Agar penanganan lebih tepat sasaran, disdik mengeluarkan surat edaran kewaspadaan terhadap Covid-19 untuk seluruh SD dan SMP di Tuban.

Baca Juga :  Kadis PRKP: Penutupan Sementara Taman dan Fasilitas Umum

Surat nomor 421/1806/414/101/2020 itu berisi imbauan sekolah agar lebih berhati-hati. Mengingat tidak ada anjuran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meliburkan sekolah, disdik menegaskan agar anak didik lebih sering dipantau. Sekolah juga diimbau menyediakan fasilitas cuci tangan beserta sabun. ‘’Guru atau siswa yang batuk wajib memakai masker di sekolah,’’ tulis Kepala Disdik Tuban Nur Khamid dalam surat tersebut.

Dalam surat tersebut tertulis kontak person dokter yang bertugas di Dinkes Tuban. Setiap gangguan kesehatan yang mengarah pada gejala Covid-19 seperti demam, flu, batuk, dan sesak napas agar segera dilaporkan kepada kontak telepon yang tertera.

Nur Khamid menegaskan, seluruh koordinator wilayah bidang pendidikan (korwildik) kecamatan agar segera menginformasikan ke masing-masing kepala SD di wilayahnya. Mantan sekretaris disdik setempat itu juga mengimbau kepada seluruh pendidik untuk sementara meminimalisir kegiatan yang mengundang keramaian.

Guru juga wajib aktif menganjurkan siswa untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan memperbanyak sayur serta buah. Siswa juga harus diajak rajib berolahraga dan  menghindari kontak dengan hewan yang tidak terawat. ‘’Jangan mengonsumsi daging yang kurang masak,’’ imbau Nur Khamid.(yud/ds)

TUBAN, Radar Tuban – Meluasnya penyebaran virus korona di Indonesia mulai berdampak ke dunia pendidikan di Tuban. Study tour tiga sekolah menengah atas negeri (SMAN) di Bumi Wali yang rencananya digelar Maret, terpaksa ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Sekolah yang terpaksa menunda keberangkatan kunjungan kampus tersebut adalah SMAN 1 Tuban, SMAN 1 Tambakboyo, dan SMAN 1 Jatirogo.

Penundaan tersebut menyusul turunnya surat edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada Satuan Pendidikan. Pada nomor 16 surat tersebut tertulis sekolah diminta menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Atau kegiatan di luar sekolah seperti berkemah atau studi wisata. Surat tertanggal 9 Maret tersebut ditandatangani Mendikbud Nadiem Makarim.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro – Tuban Adi Prayitno kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, seluruh kegiatan yang mengumpulkan siswa dalam jumlah banyak harus ditunda hingga kondisi membaik.

Selain SE Mendikbud, pertimbangan lain adalah keamanan dan kesehatan seluruh warga sekolah. ‘’Kami tegaskan seluruh kegiatan semacam study tour, wisata, atau perkemahan wajib ditunda hingga semua kondisi sudah dinyatakan aman,’’ tegas dia.

Adi lebih lanjut mengatakan, masing-masing sekolah juga diimbau memperhatikan kesehatan guru dan anak didiknya dan wajib menjalin komunikasi dengan dinas kesehatan (dinkes) setempat untuk melakukan pencegahan penyebaran virus. Dalam surat yang sama, sekolah juga diminta untuk menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun di sejumlah titik yang sering menjadi aktivitas siswa. ‘’Aturan di surat edaran harap dipatuhi sambil melihat perkembangan di lapangan,’’ lanjut dia.

Baca Juga :  Kadis PRKP: Penutupan Sementara Taman dan Fasilitas Umum

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMAN 1 Tuban Mukti mengatakan jadwal study tour rencananya dimulai Minggu tadi malam. Agendanya mengunjungi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Namun, pihaknya memutuskan untuk menunda H-1 sebelum pemberangkatan. Pertimbangannya karena kondisi penyebaran virus yang kian parah ditambah dengan turunnya surat edaran tersebut. ‘’Dengan berbagai pertimbangan, sudah saya putuskan ditunda,’’ tegas dia.

Kepala SMAN 1 Tambakboyo Nuryono mengatakan, study tour sekolahnya juga diagendakan pada Maret ini. Setelah turun SE Mendikbud tersebut, pihaknya langsung menjadwalkan ulang. Waktunya akan diputuskan lebih lanjut setelah Mendikbud menyatakan kondisi Indonesia aman dan kembali normal. ‘’Study tour SMAN 1 Tambakboyo ditunda, semua demi kebaikan anak didik dan seluruh keluarga besar sekolah,’’ tutur dia.

Disdik Pantau Kesehatan Siswa
Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban meminta sekolah aktif memantau kesehatan siswa. Jika ditemukan siswa batuk, pilek, dan sesak napas,  diimbau untuk bergerak cepat berkoordinasi dengan petugas kesehatan terdekat. Agar penanganan lebih tepat sasaran, disdik mengeluarkan surat edaran kewaspadaan terhadap Covid-19 untuk seluruh SD dan SMP di Tuban.

Baca Juga :  80 Desa di Bojonegoro Diaudit, Rerata Harus Perbaiki Pengerjaan

Surat nomor 421/1806/414/101/2020 itu berisi imbauan sekolah agar lebih berhati-hati. Mengingat tidak ada anjuran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meliburkan sekolah, disdik menegaskan agar anak didik lebih sering dipantau. Sekolah juga diimbau menyediakan fasilitas cuci tangan beserta sabun. ‘’Guru atau siswa yang batuk wajib memakai masker di sekolah,’’ tulis Kepala Disdik Tuban Nur Khamid dalam surat tersebut.

Dalam surat tersebut tertulis kontak person dokter yang bertugas di Dinkes Tuban. Setiap gangguan kesehatan yang mengarah pada gejala Covid-19 seperti demam, flu, batuk, dan sesak napas agar segera dilaporkan kepada kontak telepon yang tertera.

Nur Khamid menegaskan, seluruh koordinator wilayah bidang pendidikan (korwildik) kecamatan agar segera menginformasikan ke masing-masing kepala SD di wilayahnya. Mantan sekretaris disdik setempat itu juga mengimbau kepada seluruh pendidik untuk sementara meminimalisir kegiatan yang mengundang keramaian.

Guru juga wajib aktif menganjurkan siswa untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan memperbanyak sayur serta buah. Siswa juga harus diajak rajib berolahraga dan  menghindari kontak dengan hewan yang tidak terawat. ‘’Jangan mengonsumsi daging yang kurang masak,’’ imbau Nur Khamid.(yud/ds)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Delapan Incumbent Kalah Suara

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

Matangkan Persiapan

Rudjito – Zaenuri Divonis 4 Tahun


/