alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Dibahas, Rapat Peluang Penutupan Wisata Ziarah

DINAS Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban berencana menggelar rapat terbatas dengan sejumlah pihak untuk menyikapi pandemi global virus korona yang mulai menjalar ke berbagai daerah di Indonesia. Agendanya, membahas kebijakan pariwisata di Bumi Wali.
‘’Rencananya besok (hari ini, Red) kita menggelar rapat bersama dengan sejumlah pihak terkait soal pariwisata di Tuban,’’ kata Kepala Disparbudpora Tuban Sulistyadi kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (15/3).

Apakah rapat tersebut membahas rencana penutupan sementara tempat wisata di Tuban. Didit, sapaan akrabnya belum bisa menyampaikan. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan wacana penutupan tersebut masuk dalam pembahasan rapat terbatas, khususnya lokasi wisata ziarah. ‘’Secara teknis dan detailnya, baru bisa kita sampaikan besok setelah rapat,’’ ujar mantan asisten perekonomian dan pembangunan sekda itu.

Baca Juga :  Mulai Tata THL, 20 Honorer di Bojonegoro Dimutasi Berdasar Ijazah

Diakui Didit, wisata ziarah cukup riskan menjadi jalur penyebaran Covid-19. Sebab, lokasi religi adalah tempat bertemunya banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak terkecuali dari daerah yang sudah terpapar Covid-19. ‘’Semua akan kita pertimbangkan. Termasuk dampak-dampak yang ditimbulkan apabila lokasi wisata ditutup. Bagaimana kegiatan ekonomi dan lainnya, nanti akan kita bahas,’’ tegas pejabat yang hobi olahraga tinju itu.

Disinggung soal kebijakan penutupan wisata ziarah di berbagai daerah, Didit tidak menampik hal tersebut. ‘’Cara yang paling aman untuk menghindari penyebaran virus korona memang demikian (menutup langsung lokasi wisata, Red). Tapi tidak semudah itu. Untuk itu, besok (hari ini, Red) kita bahas bersama-sama, bagaimana baiknya,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Pantau Warga Asing di Sekolah Bojonegoro

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Tuban sedikitnya memiliki dua lokasi wisata ziarah yang pengunjungnya dari berbagai daerah di Indonesia. Yakni, makan Sunan Bonang yang berlokasi di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, persisnya di belakang Masjid Agung Tuban dan makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang.

DINAS Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban berencana menggelar rapat terbatas dengan sejumlah pihak untuk menyikapi pandemi global virus korona yang mulai menjalar ke berbagai daerah di Indonesia. Agendanya, membahas kebijakan pariwisata di Bumi Wali.
‘’Rencananya besok (hari ini, Red) kita menggelar rapat bersama dengan sejumlah pihak terkait soal pariwisata di Tuban,’’ kata Kepala Disparbudpora Tuban Sulistyadi kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (15/3).

Apakah rapat tersebut membahas rencana penutupan sementara tempat wisata di Tuban. Didit, sapaan akrabnya belum bisa menyampaikan. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan wacana penutupan tersebut masuk dalam pembahasan rapat terbatas, khususnya lokasi wisata ziarah. ‘’Secara teknis dan detailnya, baru bisa kita sampaikan besok setelah rapat,’’ ujar mantan asisten perekonomian dan pembangunan sekda itu.

Baca Juga :  Didominasi Penumpang dari Jakarta dan Bandung

Diakui Didit, wisata ziarah cukup riskan menjadi jalur penyebaran Covid-19. Sebab, lokasi religi adalah tempat bertemunya banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak terkecuali dari daerah yang sudah terpapar Covid-19. ‘’Semua akan kita pertimbangkan. Termasuk dampak-dampak yang ditimbulkan apabila lokasi wisata ditutup. Bagaimana kegiatan ekonomi dan lainnya, nanti akan kita bahas,’’ tegas pejabat yang hobi olahraga tinju itu.

Disinggung soal kebijakan penutupan wisata ziarah di berbagai daerah, Didit tidak menampik hal tersebut. ‘’Cara yang paling aman untuk menghindari penyebaran virus korona memang demikian (menutup langsung lokasi wisata, Red). Tapi tidak semudah itu. Untuk itu, besok (hari ini, Red) kita bahas bersama-sama, bagaimana baiknya,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Tak Lagi Macet, Jalan J.A Suprapto - Bojonegoro Mulai Dibuka

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Tuban sedikitnya memiliki dua lokasi wisata ziarah yang pengunjungnya dari berbagai daerah di Indonesia. Yakni, makan Sunan Bonang yang berlokasi di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, persisnya di belakang Masjid Agung Tuban dan makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/