alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Donor Plasma Diprioritaskan untuk Pasien Lokal

Radar Tuban – Pasien Covid-19 bergejala di Tuban terus bertambah. Kalau pengobatannya menerapkan terapi transfusi antibodi melalui metode plasma konvalesen, kebutuhan donor semakin tinggi. Hingga kemarin (15/1), kebutuhan plasma konvalesen pasien di Tuban 37 kantong. Sementara pasokan plasma yang tersedia baru 8 kantong. Itu berarti kurang 29 kantong lagi.

Manajer Pemastian Mutu Palang Merah Indonesia (PMI) Tuban Sarju Efendi mengatakan, selain RSUD dr R. Koesma Tuban, kini Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban juga mulai menggunakan terapi transfusi antibodi tersebut.

Karena itu, permintaan plasma dua rumah sakit rujukan tersebut belum semuanya terkaver. ‘’Belum lagi permintaan RS rujukan dari luar kota,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban. Sarju menjelaskan, sekarang ini total pendonor plasma konvalesen berjumlah 8 orang.

Baca Juga :  Razia Protokol Kesehatan Harus Diperketat

Rinciannya, 1 pendonor bergolongan darah A, 4 orang golongan darah B, dan 3 orang golongan darah O. Total kekurangan plasma konvalesen, terang Sarju, berjumlah 29 kantong. Terbanyak golongan darah A sebanyak 15 kantong. Selebihnya golongan darah B butuh 11 kantong, dan golongan darah O butuh 3 kantong.

Pria yang juga humas PMI Tuban ini menjelaskan, kebutuhan plasma konvalesen tidak hanya untuk RS rujukan di Tuban saja. Sejumlah RS rujukan luar kota juga memesan plasma di Tuban. Antara lain RSUD Bangkalan, RS Darul Syifa Surabaya, dan RSI Sakinah Mojokerto.

‘’Misi kami kemanusiaan. Jadi menolong siapa saja yang bisa kami tolong,’’ kata dia. Meski demikian, lanjut Sarju, tidak menutup mata bahwa banyak pasien covid di Bumi Wali yang membutuhkan plasma tersebut. Sehingga, donor plasma tetap diprioritaskan untuk pasien lokal. Apalagi, kasus Covid-19 aktif di Tuban tertinggi se-Jatim. Mayoritas mereka pasien bergejala. ‘’Antrean pendonor plasma yang sementara lolos skrining baru empat orang saja,’’ ujar pria asal Desa Tunah, Kecamatan Semanding itu. 

Baca Juga :  Tanpa Dokumen, Tak Bisa Donor Plasma Konvalesen

Radar Tuban – Pasien Covid-19 bergejala di Tuban terus bertambah. Kalau pengobatannya menerapkan terapi transfusi antibodi melalui metode plasma konvalesen, kebutuhan donor semakin tinggi. Hingga kemarin (15/1), kebutuhan plasma konvalesen pasien di Tuban 37 kantong. Sementara pasokan plasma yang tersedia baru 8 kantong. Itu berarti kurang 29 kantong lagi.

Manajer Pemastian Mutu Palang Merah Indonesia (PMI) Tuban Sarju Efendi mengatakan, selain RSUD dr R. Koesma Tuban, kini Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban juga mulai menggunakan terapi transfusi antibodi tersebut.

Karena itu, permintaan plasma dua rumah sakit rujukan tersebut belum semuanya terkaver. ‘’Belum lagi permintaan RS rujukan dari luar kota,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban. Sarju menjelaskan, sekarang ini total pendonor plasma konvalesen berjumlah 8 orang.

Baca Juga :  PH Siapkan 16 Saksi Meringankan Sidang Shodikin

Rinciannya, 1 pendonor bergolongan darah A, 4 orang golongan darah B, dan 3 orang golongan darah O. Total kekurangan plasma konvalesen, terang Sarju, berjumlah 29 kantong. Terbanyak golongan darah A sebanyak 15 kantong. Selebihnya golongan darah B butuh 11 kantong, dan golongan darah O butuh 3 kantong.

Pria yang juga humas PMI Tuban ini menjelaskan, kebutuhan plasma konvalesen tidak hanya untuk RS rujukan di Tuban saja. Sejumlah RS rujukan luar kota juga memesan plasma di Tuban. Antara lain RSUD Bangkalan, RS Darul Syifa Surabaya, dan RSI Sakinah Mojokerto.

‘’Misi kami kemanusiaan. Jadi menolong siapa saja yang bisa kami tolong,’’ kata dia. Meski demikian, lanjut Sarju, tidak menutup mata bahwa banyak pasien covid di Bumi Wali yang membutuhkan plasma tersebut. Sehingga, donor plasma tetap diprioritaskan untuk pasien lokal. Apalagi, kasus Covid-19 aktif di Tuban tertinggi se-Jatim. Mayoritas mereka pasien bergejala. ‘’Antrean pendonor plasma yang sementara lolos skrining baru empat orang saja,’’ ujar pria asal Desa Tunah, Kecamatan Semanding itu. 

Baca Juga :  DESA SUGIHAN, KECAMATAN JATIROGO MENUJU KAMPUNG TANGGUH SEMERU COVID-1

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/