alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Petani Belimbing Menyiasati Bertanam kala Hujan

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sentra kebun belimbing di Bojonegoro cukup menyebar, hanya didominasi di tiga kecamatan. Yaitu Kalitidu, Ngasem, dan Padangan. Sentra kebun belimbing tetap berada di Desa Ngringinrejo, Kalitidu. Khasnya buah belimbingnya dengan ukuran besar.
Hanya, produksi belimbing dalam setahun ini naik turun. Berdasar data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, produksi triwulan pertama sebanyak 2.798,68 kuintal. Triwulan kedua turun, menjadi 747,49 kuintal. Triwulan ketiga kembali naik, menjadi 1.710,16 kuintal. Hanya produksi triwulan ketiga ini masih turun dibanding triwulan pertama. Kondisi itu dipengaruhi oleh musim penghujan.
“Biasanya kalau musim penghujan berpengaruh pada produksi belimbing, berbeda jika dibanding dengan musim kemarau,” kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Bojonegoro Imam Nur Hamid Arifin kemarin (12/11).
Selain produksi, intensitas hujan juga memengaruhi rasa dari buah belimbing. Kadar manis buah jadi berkurang. Sedangkan, musim kemarau, belimbing rasanya lebih legit. Kemungkinan juga berpengaruh pada penjualan. “Biasanya petani mempunyai cara tersendiri agar tetap laku dijual,” terangnya.
Imam memaparkan, dari 28 kecamatan, hanya tiga yang mempunyai produksi buah belimbing terbanyak, yakni Kalitidu, Ngasem, dan Padangan. “Tetap sentranya ada di Desa Ngringinrejo, karena paling banyak mencapai ribuan kuintal,” terangnya.
Priyo Sulistiyo salah satu petani belimbing Desa Ngringinrejo menjelaskan, diperkirakan tiap pohon yang ditanam petani, menghasilkan 30 kilogram tiap kali panen. Jika dikalkulasi selama satu tahun, satu pohon bisa menghasilkan 90 kilogram. “Panennya tiga kali dalam satu tahun,” katanya.
Priyo menerangkan, musim hujan berpengaruh rasa buah belimbing, kadar manis berkurang, karena musim hujan. Namun, dia mengklaim penjualan stabil belum ada menurun. “Kemungkinan akhir Desember masih bisa berbuah dan bisa dinikmati pengunjung,” jelasnya. (luk)

Baca Juga :  Bangun Fasilitas Olahraga hingga Pasar

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sentra kebun belimbing di Bojonegoro cukup menyebar, hanya didominasi di tiga kecamatan. Yaitu Kalitidu, Ngasem, dan Padangan. Sentra kebun belimbing tetap berada di Desa Ngringinrejo, Kalitidu. Khasnya buah belimbingnya dengan ukuran besar.
Hanya, produksi belimbing dalam setahun ini naik turun. Berdasar data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, produksi triwulan pertama sebanyak 2.798,68 kuintal. Triwulan kedua turun, menjadi 747,49 kuintal. Triwulan ketiga kembali naik, menjadi 1.710,16 kuintal. Hanya produksi triwulan ketiga ini masih turun dibanding triwulan pertama. Kondisi itu dipengaruhi oleh musim penghujan.
“Biasanya kalau musim penghujan berpengaruh pada produksi belimbing, berbeda jika dibanding dengan musim kemarau,” kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Bojonegoro Imam Nur Hamid Arifin kemarin (12/11).
Selain produksi, intensitas hujan juga memengaruhi rasa dari buah belimbing. Kadar manis buah jadi berkurang. Sedangkan, musim kemarau, belimbing rasanya lebih legit. Kemungkinan juga berpengaruh pada penjualan. “Biasanya petani mempunyai cara tersendiri agar tetap laku dijual,” terangnya.
Imam memaparkan, dari 28 kecamatan, hanya tiga yang mempunyai produksi buah belimbing terbanyak, yakni Kalitidu, Ngasem, dan Padangan. “Tetap sentranya ada di Desa Ngringinrejo, karena paling banyak mencapai ribuan kuintal,” terangnya.
Priyo Sulistiyo salah satu petani belimbing Desa Ngringinrejo menjelaskan, diperkirakan tiap pohon yang ditanam petani, menghasilkan 30 kilogram tiap kali panen. Jika dikalkulasi selama satu tahun, satu pohon bisa menghasilkan 90 kilogram. “Panennya tiga kali dalam satu tahun,” katanya.
Priyo menerangkan, musim hujan berpengaruh rasa buah belimbing, kadar manis berkurang, karena musim hujan. Namun, dia mengklaim penjualan stabil belum ada menurun. “Kemungkinan akhir Desember masih bisa berbuah dan bisa dinikmati pengunjung,” jelasnya. (luk)

Baca Juga :  Memasuki Era Society 5.0, Menko Airlangga Sampaikan untuk Membangun

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/