alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Jalan Langganan Tergenang

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hujan mengguyur Kecamatan Gayam dan sekitarnya kemarin (14/11) menyebabkan air menggenang di jalan Bojonegoro-Padangan, tepatnya di Desa Beged, Kecamatan Gayam.
Genangan di jalan itu sudah menjadi langganan setiap usai turun hujan. Selain itu, genangan lahan pertanian lebih dalam lagi karena drainase dinilai tidak normal.
Menurut Mohammad Mahfud, salah satu warga desa setempat, drainase di kanan dan kiri jalan tidak mampu menampung air hujan. Sehingga air meluber ke jalan raya,’’Sudah menjadi langganan tiap musim hujan,’’ ujarnya.
Menurut Mahfud, saluran drainase terlalu sempit, hingga debit air tidak dapat menampung, meskipun hujan tidak deras. Selama ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut.
‘’Harapannya saluran drainase bisa diperbaiki, supaya kejadiannya tidak berulang-ulang,’’ ungkapnya.
Mahfud menambahkan, hujan juga berdampak pada areal persawahan desanya. Air meluber hingga menggenangi tanaman padi. Para petani dipastikan akan merugi jika air tidak cepat surut. ‘’Air yang menggenang sulit surut, biasanya siang hari masih menggenang,’’ terangnya.
Sementara itu, Camat Gayam Agus Hariana menerangkan, telah berupaya melakukan koordinasi dengan pihak terkait tentang genangan itu. Ruas jalan Gayam-Padangan merupakan wewenang provinsi. ‘’Kami juga sudah melakukan koordinasi di tingkat provinsi, tapi belum ada tindak lanjut,’’ terangnya.
Agus mengimbau penggguna jalan hati-hati. Terkait areal persawahan yang tergenang air, petani diharapkan berkoordinasi dengan pihak desa masing-masing. (luk)

Baca Juga :  Kejari Bojonegoro Awasi Ketat Proyek Bantuan Keuangan Khusus Desa

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hujan mengguyur Kecamatan Gayam dan sekitarnya kemarin (14/11) menyebabkan air menggenang di jalan Bojonegoro-Padangan, tepatnya di Desa Beged, Kecamatan Gayam.
Genangan di jalan itu sudah menjadi langganan setiap usai turun hujan. Selain itu, genangan lahan pertanian lebih dalam lagi karena drainase dinilai tidak normal.
Menurut Mohammad Mahfud, salah satu warga desa setempat, drainase di kanan dan kiri jalan tidak mampu menampung air hujan. Sehingga air meluber ke jalan raya,’’Sudah menjadi langganan tiap musim hujan,’’ ujarnya.
Menurut Mahfud, saluran drainase terlalu sempit, hingga debit air tidak dapat menampung, meskipun hujan tidak deras. Selama ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut.
‘’Harapannya saluran drainase bisa diperbaiki, supaya kejadiannya tidak berulang-ulang,’’ ungkapnya.
Mahfud menambahkan, hujan juga berdampak pada areal persawahan desanya. Air meluber hingga menggenangi tanaman padi. Para petani dipastikan akan merugi jika air tidak cepat surut. ‘’Air yang menggenang sulit surut, biasanya siang hari masih menggenang,’’ terangnya.
Sementara itu, Camat Gayam Agus Hariana menerangkan, telah berupaya melakukan koordinasi dengan pihak terkait tentang genangan itu. Ruas jalan Gayam-Padangan merupakan wewenang provinsi. ‘’Kami juga sudah melakukan koordinasi di tingkat provinsi, tapi belum ada tindak lanjut,’’ terangnya.
Agus mengimbau penggguna jalan hati-hati. Terkait areal persawahan yang tergenang air, petani diharapkan berkoordinasi dengan pihak desa masing-masing. (luk)

Baca Juga :  Pengunjung Wisata Wajib Sudah Divaksin

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/