alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Setelah Beras Berkutu, Sekarang Daging Tak Layak Konsumsi

Radar Tuban – Pe­nya­­luran program Bantuan Pa­­ngan Nontunai (BPNT) di Tuban kem­bali menuai masalah. Setelah beras bau dan berkutu reda, ke­marin (12/8) giliran komoditas daging ayam tidak layak kon­sumsi yang dikeluhkan keluarga pene­rima manfaat (KPM) di Desa So­corejo, Ke­ca­matan Jenu. Daging ayam yang merupakan paket bantuan program BPNT itu dite­rima KPM dalam kondisi tak fresh.

Temuan tersebut disampaikan Kepala Desa Socorejo Zubas Arif Rahman Hakim setelah me­nerima laporan warganya.

‘’Se­telah saya cek memang benar-benar tidak layak kon­sumsi,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Arif, daging ayam tak layak konsumsi paket BPNT itu ditemukan hampir merata di Dusun Borosoco. Total pene­rimanya sekitar 60-an keluarga. Dia mengatakan, daging tersebut dari satu agen yang sama. ‘’Satu pedukuhan me­rasakan semua,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Dampingi Inovasi Masyarakat Dapatkan HaKI

Ketika menerima daging ayam tak layak konsumsi ter­se­but, tidak semua warga be­rani mela­por. Sebagian besar te­tap mene­rima dan setelah sam­pai di ru­mah baru dibuang. ‘’Rata-rata seperti itu (dibuang, Red),’’ te­rang kepala desa dua periode tersebut.

Begitu diketahui kondisi daging ayam tidak layak, Arif meminta kepada semua KPM untuk me­ngem­­balikan untuk diganti yang baru dan layak konsumsi. ‘’Agen (penyalur program, Red) harus bertanggung jawab untuk meng­ganti,’’ tegas Arif.

Plt. Kepala Dinas Sosial Pem­ber­­dayaan Perempuan dan Per­­lin­dungan Anak (Dinsos P3A) Tuban Joko Sarwono mengaku belum mendapat laporan soal daging ayam program BPNT yang tidak layak konsumsi ter­sebut. Namun, dia berjanji bakal turun langsung ke lapangan un­tuk me­mastikannya. ‘’Untuk laporan belum ada yang masuk, tapi sece­patnya akan saya cek ke lapangan,’’ tegas dia. 

Baca Juga :  Bupati Lindra Wajibkan ASN Pakai Batik Tulis Khas Tuban

Radar Tuban – Pe­nya­­luran program Bantuan Pa­­ngan Nontunai (BPNT) di Tuban kem­bali menuai masalah. Setelah beras bau dan berkutu reda, ke­marin (12/8) giliran komoditas daging ayam tidak layak kon­sumsi yang dikeluhkan keluarga pene­rima manfaat (KPM) di Desa So­corejo, Ke­ca­matan Jenu. Daging ayam yang merupakan paket bantuan program BPNT itu dite­rima KPM dalam kondisi tak fresh.

Temuan tersebut disampaikan Kepala Desa Socorejo Zubas Arif Rahman Hakim setelah me­nerima laporan warganya.

‘’Se­telah saya cek memang benar-benar tidak layak kon­sumsi,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Arif, daging ayam tak layak konsumsi paket BPNT itu ditemukan hampir merata di Dusun Borosoco. Total pene­rimanya sekitar 60-an keluarga. Dia mengatakan, daging tersebut dari satu agen yang sama. ‘’Satu pedukuhan me­rasakan semua,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Meski Pasien Covid Bertambah, Persentase Kesembuhan Tinggi

Ketika menerima daging ayam tak layak konsumsi ter­se­but, tidak semua warga be­rani mela­por. Sebagian besar te­tap mene­rima dan setelah sam­pai di ru­mah baru dibuang. ‘’Rata-rata seperti itu (dibuang, Red),’’ te­rang kepala desa dua periode tersebut.

Begitu diketahui kondisi daging ayam tidak layak, Arif meminta kepada semua KPM untuk me­ngem­­balikan untuk diganti yang baru dan layak konsumsi. ‘’Agen (penyalur program, Red) harus bertanggung jawab untuk meng­ganti,’’ tegas Arif.

Plt. Kepala Dinas Sosial Pem­ber­­dayaan Perempuan dan Per­­lin­dungan Anak (Dinsos P3A) Tuban Joko Sarwono mengaku belum mendapat laporan soal daging ayam program BPNT yang tidak layak konsumsi ter­sebut. Namun, dia berjanji bakal turun langsung ke lapangan un­tuk me­mastikannya. ‘’Untuk laporan belum ada yang masuk, tapi sece­patnya akan saya cek ke lapangan,’’ tegas dia. 

Baca Juga :  Fathul Huda Mendukung Penuh Mbak Ana-De Anwar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/