alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Pameran Sketsa Dua Seniman

Angkat Kondisi Sosial dan Budaya Bojonegoro

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kondisi sosial dan budaya Bojonegoro dilukiskan dalam sebuah karya-karya sketsa. Pameran sketsa ini karya dua seminan, yakni Eko Peye dan Kanang. Ragam sketsa dibuka sejak kemarin (14/7) itu untuk mengingatkan masyarakat tentang budaya sandur dan tengul.

 

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, tembang sandur terdengar di salah satu rumah berada di Jalan Mliwis Putih, Kelurahan Ngrowo, Bojonegoro. Dari teras rumah bercat putih terlihat sketsa besar di ruang depan.

 

Masuk ke dalam rumah, jejeran sketsa terpasang di sepanjang tembok. Sketsa ditampilkan banyak mengangkat budaya sosial Bojonegoro, misalnya sandur, tengul, Kahyangan Api, hingga gedung pemkab.

- Advertisement -

 

Eko Peye mengatakan, ada 50 karya sketsa yang ditampilkan dalam pameran bertajuk Katakan dengan Sketsa. Sebagai ekspresi isi hati melalui sketsa, baik keindahan alam hingga kondisi sosial. Melalui sketsa ini memperjuangkan budaya agar tetap lestari. “Dulu sandur dan tengul sempat tenggelam,” ujar pria asal Kelurahan Ngrowo itu.

Baca Juga :  M. Tawwabur Rokhim, Ubah Tanaman Secang Jadi Minuman Sarat Manfaat

 

Persiapan pemeran sekitar seminggu. Hanya sketsa besar yang dibuat selama tiga bulan. Selain detail, juga banyak objek dibuat dalam sketsa. “Karya itu berjudul Ndelok Sandur,” jelasnya.

 

Sedangkan untuk karya lainnya berukuran kecil hanya dibuat dalam waktu satu jam. Bahkan terdapat sketsa dibuat ketika berada di tempat objek.

Media sketsa dari tinta bak atau cina yang digoreskan pada kanvas maupun kertas. “Karya rerata monokrom, untuk yang berwarna merupakan pengembangan,” jelasnya. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kondisi sosial dan budaya Bojonegoro dilukiskan dalam sebuah karya-karya sketsa. Pameran sketsa ini karya dua seminan, yakni Eko Peye dan Kanang. Ragam sketsa dibuka sejak kemarin (14/7) itu untuk mengingatkan masyarakat tentang budaya sandur dan tengul.

 

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, tembang sandur terdengar di salah satu rumah berada di Jalan Mliwis Putih, Kelurahan Ngrowo, Bojonegoro. Dari teras rumah bercat putih terlihat sketsa besar di ruang depan.

 

Masuk ke dalam rumah, jejeran sketsa terpasang di sepanjang tembok. Sketsa ditampilkan banyak mengangkat budaya sosial Bojonegoro, misalnya sandur, tengul, Kahyangan Api, hingga gedung pemkab.

- Advertisement -

 

Eko Peye mengatakan, ada 50 karya sketsa yang ditampilkan dalam pameran bertajuk Katakan dengan Sketsa. Sebagai ekspresi isi hati melalui sketsa, baik keindahan alam hingga kondisi sosial. Melalui sketsa ini memperjuangkan budaya agar tetap lestari. “Dulu sandur dan tengul sempat tenggelam,” ujar pria asal Kelurahan Ngrowo itu.

Baca Juga :  Cukupi Kebutuhan Air Bersih Warga

 

Persiapan pemeran sekitar seminggu. Hanya sketsa besar yang dibuat selama tiga bulan. Selain detail, juga banyak objek dibuat dalam sketsa. “Karya itu berjudul Ndelok Sandur,” jelasnya.

 

Sedangkan untuk karya lainnya berukuran kecil hanya dibuat dalam waktu satu jam. Bahkan terdapat sketsa dibuat ketika berada di tempat objek.

Media sketsa dari tinta bak atau cina yang digoreskan pada kanvas maupun kertas. “Karya rerata monokrom, untuk yang berwarna merupakan pengembangan,” jelasnya. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Ingin Jadi Konsultan Bisnis

Masih Terkendala Status Bangunan

Cabor Mulai Berlatih di Kompleks Stadion

Pencanangan Pengembangan Kampung KB

Artikel Terbaru


/