alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Misa Paskah, Berlanjut Jumat Agung di Bojonegoro

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Ratusan jemaat kompak mengenakan setelan kemeja putih hendak mengikuti misa Kamis Putih di Gereja Katolik Santo Paulus kemarin petang (14/4).

 

Penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat. Meskipun status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Bojonegoro sudah level satu.

 

Adapun kegiatan misa tri hari suci yakni Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Vigili hingga Minggu Paskah digelar secara luring dan daring.

 

Romo Antonius Sapta Widada CM menyampaikan, bahwa saat memasuki gereja seluruh jemaat diwajibkan pakai masker. Lalu scan aplikasi PeduliLindungi membuktikan telah vaksin dosis pertama dan kedua.

 

“Demi kebaikan bersama. Jumlah jemaat kami batasi sekitar 75 persen. Jadi digelar secara daring dan luring. Apabila ikut secara daring bisa via live streaming YouTube,” jelasnya.

Baca Juga :  Kepengurusan Tio Eng Bo Disahkan Kemenag RI

 

Tema Paskah tahun ini berdasar Keuskupan Surabaya ialah dipersatukan kristus dalam persekutuan yang dihidupi oleh ekaristi. Romo menerangkan, tema Paskah diharapkan bagi orang-orang Katolik bisa bersikap baik dan penuh kasih di tengah masyarakat. “Mengutamakan kebersamaan dengan satu sama lain,” imbuhnya.

 

Bahkan, karena masih pandemi Covid-19, ada beberapa prosesi belum bisa diadakan pada Paskah tahun ini. Di antaranya prosesi pembasuhan kaki, penciuman salib, aksi teatrikal jalan salib, dan pembaptisan. (bgs/rij)

 

SESUAI PROKES: Jemaat memasuki Gereja Katolik Santo Paulus. Misa Paskah ada yang luring dan daring. (M. NURCHOLIS/RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Ratusan jemaat kompak mengenakan setelan kemeja putih hendak mengikuti misa Kamis Putih di Gereja Katolik Santo Paulus kemarin petang (14/4).

 

Penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat. Meskipun status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Bojonegoro sudah level satu.

 

Adapun kegiatan misa tri hari suci yakni Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Vigili hingga Minggu Paskah digelar secara luring dan daring.

 

Romo Antonius Sapta Widada CM menyampaikan, bahwa saat memasuki gereja seluruh jemaat diwajibkan pakai masker. Lalu scan aplikasi PeduliLindungi membuktikan telah vaksin dosis pertama dan kedua.

 

“Demi kebaikan bersama. Jumlah jemaat kami batasi sekitar 75 persen. Jadi digelar secara daring dan luring. Apabila ikut secara daring bisa via live streaming YouTube,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembahasan P-APBD Alot, 16 Anggota Banggar DPRD Mangkir

 

Tema Paskah tahun ini berdasar Keuskupan Surabaya ialah dipersatukan kristus dalam persekutuan yang dihidupi oleh ekaristi. Romo menerangkan, tema Paskah diharapkan bagi orang-orang Katolik bisa bersikap baik dan penuh kasih di tengah masyarakat. “Mengutamakan kebersamaan dengan satu sama lain,” imbuhnya.

 

Bahkan, karena masih pandemi Covid-19, ada beberapa prosesi belum bisa diadakan pada Paskah tahun ini. Di antaranya prosesi pembasuhan kaki, penciuman salib, aksi teatrikal jalan salib, dan pembaptisan. (bgs/rij)

 

SESUAI PROKES: Jemaat memasuki Gereja Katolik Santo Paulus. Misa Paskah ada yang luring dan daring. (M. NURCHOLIS/RDR.BJN)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/