alexametrics
27.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Saf Salat Tak Lagi Berjarak, Masjid Boleh Gelar Pengajian

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Saf salat berjamaah sudah diperbolehkan kembali rapat di musala maupun masjid. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru terkait pelaksanaan ibadah masa pendemi. Namun jamaah tetap diminta waspada karena pandemi masih berlangsung.

 

Ketua MUI Bojonegoro Alamul Huda menjelaskan, salat jamaah kembali ke hukum asal, yaitu dengan merapatkan dan melurukan saf. Ibadah berjamaah lainnya melibatkan orang banyak diperbolehkan. Seperti Salat Jumat, Salat Tarawih, Salat Id, hingga pengajian umum. Tentu tetap menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19.

 

“Aktivitas keagamaan lain biasa digelar di bulan Ramadan dapat dilakukan dengan tetap disiplin menjaga kesehatan,” katanya kemarin (14/5).

 

Baca Juga :  Jadilah Kartini Masa Kini

Ketua Yayasan Masjid Agung Darussalam Lugito Abdul Qodir mengatakan, fatwa terbaru MUI terkait saf salat diperbolehkan rapat sudah ada beberapa hari lalu. Masjidnya sudah melaksanakan salat dengan jamaah tanpa berjarak. “Saf sudah rapat, Salat Tarawih nantinya sudah bisa dilaksanakan,” jelasnya.

 

Meski saf salat diperbolehkan rapat, namun protokol kesehatan (prokes) tetap dilaksanakan. Seperti memakai masker. “Tetap berhati-hati,” ujarnya.

 

Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, edaran MUI menjadi dasar bagi masjid melaksakan ibadah berjamaah. Dulu salat berjarak, sekarang sudah boleh rapat.

Sholikin menjelaskan, salat tanpa ada jarak, saf bisa diluruskan dan dirapatkan. Selain itu sudah diistruksikan pengajian mendatangkan jamaah banyak. Terpenting harus tetap waspada. Meski ibadah sudah diperbolehkan dengan banyak jamaah, harus tetap memakai masker, mencuci tangan, hingga menghindari kerumunan. Sebab menyadari virus korona masih ada.

Baca Juga :  Admin Instagram Balap Liar Diamankan

 

“Berkerumun artinya setelah selesai beribadah langsung pulang tidak bergerombol,” jelasnya.

 

Sholikin mengaku adanya edaran MUI menjadi semangat masyarakat menyongsong bulan Ramadan. Setalah dua tahun ibadah dibatasi. “Salat tarawih sudah bisa dilaksanakan dengan saf rapat,” ujarnya. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Saf salat berjamaah sudah diperbolehkan kembali rapat di musala maupun masjid. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru terkait pelaksanaan ibadah masa pendemi. Namun jamaah tetap diminta waspada karena pandemi masih berlangsung.

 

Ketua MUI Bojonegoro Alamul Huda menjelaskan, salat jamaah kembali ke hukum asal, yaitu dengan merapatkan dan melurukan saf. Ibadah berjamaah lainnya melibatkan orang banyak diperbolehkan. Seperti Salat Jumat, Salat Tarawih, Salat Id, hingga pengajian umum. Tentu tetap menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19.

 

“Aktivitas keagamaan lain biasa digelar di bulan Ramadan dapat dilakukan dengan tetap disiplin menjaga kesehatan,” katanya kemarin (14/5).

 

Baca Juga :  Pasar Tradisional, Serasa Modern

Ketua Yayasan Masjid Agung Darussalam Lugito Abdul Qodir mengatakan, fatwa terbaru MUI terkait saf salat diperbolehkan rapat sudah ada beberapa hari lalu. Masjidnya sudah melaksanakan salat dengan jamaah tanpa berjarak. “Saf sudah rapat, Salat Tarawih nantinya sudah bisa dilaksanakan,” jelasnya.

 

Meski saf salat diperbolehkan rapat, namun protokol kesehatan (prokes) tetap dilaksanakan. Seperti memakai masker. “Tetap berhati-hati,” ujarnya.

 

Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, edaran MUI menjadi dasar bagi masjid melaksakan ibadah berjamaah. Dulu salat berjarak, sekarang sudah boleh rapat.

Sholikin menjelaskan, salat tanpa ada jarak, saf bisa diluruskan dan dirapatkan. Selain itu sudah diistruksikan pengajian mendatangkan jamaah banyak. Terpenting harus tetap waspada. Meski ibadah sudah diperbolehkan dengan banyak jamaah, harus tetap memakai masker, mencuci tangan, hingga menghindari kerumunan. Sebab menyadari virus korona masih ada.

Baca Juga :  Prediksi Kuota di Bojonegoro Haji Sekitar 35 Persen

 

“Berkerumun artinya setelah selesai beribadah langsung pulang tidak bergerombol,” jelasnya.

 

Sholikin mengaku adanya edaran MUI menjadi semangat masyarakat menyongsong bulan Ramadan. Setalah dua tahun ibadah dibatasi. “Salat tarawih sudah bisa dilaksanakan dengan saf rapat,” ujarnya. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/