alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Dinobatkan Kasatreskrim Terbaik Kapolda Jatim Award 2021

Pada penyelenggaraan Kapolda Jatim Award di Gedung Mahameru Polda Jatim Surabaya Kamis (11/2), Kasatreskrim Polres Tuban AKP Yoan Septi Hendri dinobatkan sebagai Kasatreskrim Terbaik. Berikut sosok perwira yang sudah banyak mengungkap kasus besar di Bumi Wali. 

YUDHA SATRIA ADITAMA, Tuban, Radar Tuban

Sejak menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Tuban 23 Desember 2019, sudah tak terhitung berapa kali kasus besar berhasil diungkap AKP Yoan Septi Hendri. Dua di antaranya kasus penyelewengan bantuan pangan non tunai (BPNT) oleh Sekdes Cepokorejo, Palang dan penurunan paksa jenazah Covid-19 di Jatirogo.

Kasus lainnya antara lain prostitusi online yang jual istri sendiri, pencabulan 6 siswi di bawah umur, begal payudara, maling kotak amal lintas kota, pencabulan ayah tiri, dan masih banyak lagi.

Keberhasilan Yoan, sapaan akrabnya dalam memimpin anggota Satreskrim Polres Tuban agar tetap kompak inilah yang diapresiasi. Hingga mendapat gelar kasatreskrim terbaik dalam Kapolda Jatim Award 2021. Kapolda Jatim Award adalah penghargaan yang diberikan oleh Kapolda kepada semua anggota polisi di jajaran Polda Jatim.

Baca Juga :  Jangan Takut, Ayo Bersama-sama Melawan Covid-19

Anggota yang bertugas di 39 polres dinilai kinerjanya. Dari kategori Kasatres krim terbaik, AKP Yoan Septi Hendri menyabet juara 1. Selanjutnya juara 2 diraih Kasatreskrim Polres Banyuwangi dan juara 3 Kasat reskrim Polres Jombang.

Yoan mengaku tak tahu akan mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut. Sebab penilaian melibatkan tim khusus Polda Jatim dan dilakukan tanpa sepengetahuan siapapun. Menurut dia, Kapolda Jatim Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh kapolda untuk apresiasi kinerja anggotanya. “Bagi saya terpenting selalu bekerja maksimal,” ungkap dia.

Sejak lulus Akpol 2009, pria kelahiran Kabupaten Curup, Provinsi Bengkulu ini selalu ditempatkan di Reskrim. Mulai di Bareskrim Mabes Polri, Polda Bali, dan Polda Jatim. Lulusan Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Jogjakarta ini selalu yakin apapun takdir yang dia jalani atas seizin Allah SWT. “Motto hidup saya God is good (Tuhan itu baik), semua saya kembalikan ke Tuhan,” ucap dia.

Saat menerima penghargaan Kamis pekan lalu, Yoan sangat terkesan dengan pesan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta kepada semua anggota. Dalam sambutannya Nico menyampaikan apa yang kita dapat hari ini adalah buah kerja keras di hari kemarin. Dan apa yang kita dapat di hari esok adalah buah kerja keras kita di hari ini. Jadi tidak ada hasil yang mengkhianati proses atau usaha. “Pesan ini akan selalu saya ingat,” kata dia.

Baca Juga :  Warga Sumurgeneng Sisakan 30-70% Dana Pembebasan Lahan Untuk Ditabung

Mantan Panit Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim ini mengatakan dalam setiap melakukan pekerjaan, terpenting adalah niat dan disertai doa. Dengan menggabungkan niat dan doa baik, hasil yang diperoleh juga akan baik. Apalagi profesinya penuh tantangan dan risiko. “Kerja yang baik, dilakukan dengan baik, insya Allah akan berhasil baik,” tuturnya.

Di bagian lain pria bersuku Rejang ini juga berterima kasih atas kekompakan semua anggota Satreskrim Polres Tuban dalam mengungkap setiap kasus. Dia berharap penghargaan tersebut dapat membawa dirinya dan satuannya menjadi lebih baik lagi. Terlebih bekerja di tengah pandemi yang saat ini membuat beban pekerjaan kepolisian semakin bertambah. “Semoga bisa jadi motivasi diri agar lebih baik,” harap dia.

Pada penyelenggaraan Kapolda Jatim Award di Gedung Mahameru Polda Jatim Surabaya Kamis (11/2), Kasatreskrim Polres Tuban AKP Yoan Septi Hendri dinobatkan sebagai Kasatreskrim Terbaik. Berikut sosok perwira yang sudah banyak mengungkap kasus besar di Bumi Wali. 

YUDHA SATRIA ADITAMA, Tuban, Radar Tuban

Sejak menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Tuban 23 Desember 2019, sudah tak terhitung berapa kali kasus besar berhasil diungkap AKP Yoan Septi Hendri. Dua di antaranya kasus penyelewengan bantuan pangan non tunai (BPNT) oleh Sekdes Cepokorejo, Palang dan penurunan paksa jenazah Covid-19 di Jatirogo.

Kasus lainnya antara lain prostitusi online yang jual istri sendiri, pencabulan 6 siswi di bawah umur, begal payudara, maling kotak amal lintas kota, pencabulan ayah tiri, dan masih banyak lagi.

Keberhasilan Yoan, sapaan akrabnya dalam memimpin anggota Satreskrim Polres Tuban agar tetap kompak inilah yang diapresiasi. Hingga mendapat gelar kasatreskrim terbaik dalam Kapolda Jatim Award 2021. Kapolda Jatim Award adalah penghargaan yang diberikan oleh Kapolda kepada semua anggota polisi di jajaran Polda Jatim.

Baca Juga :  Airlangga Capres 2024, Golkar Beri Sinyal Deklarasi Capres Sejak Awal

Anggota yang bertugas di 39 polres dinilai kinerjanya. Dari kategori Kasatres krim terbaik, AKP Yoan Septi Hendri menyabet juara 1. Selanjutnya juara 2 diraih Kasatreskrim Polres Banyuwangi dan juara 3 Kasat reskrim Polres Jombang.

Yoan mengaku tak tahu akan mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut. Sebab penilaian melibatkan tim khusus Polda Jatim dan dilakukan tanpa sepengetahuan siapapun. Menurut dia, Kapolda Jatim Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh kapolda untuk apresiasi kinerja anggotanya. “Bagi saya terpenting selalu bekerja maksimal,” ungkap dia.

Sejak lulus Akpol 2009, pria kelahiran Kabupaten Curup, Provinsi Bengkulu ini selalu ditempatkan di Reskrim. Mulai di Bareskrim Mabes Polri, Polda Bali, dan Polda Jatim. Lulusan Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Jogjakarta ini selalu yakin apapun takdir yang dia jalani atas seizin Allah SWT. “Motto hidup saya God is good (Tuhan itu baik), semua saya kembalikan ke Tuhan,” ucap dia.

Saat menerima penghargaan Kamis pekan lalu, Yoan sangat terkesan dengan pesan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta kepada semua anggota. Dalam sambutannya Nico menyampaikan apa yang kita dapat hari ini adalah buah kerja keras di hari kemarin. Dan apa yang kita dapat di hari esok adalah buah kerja keras kita di hari ini. Jadi tidak ada hasil yang mengkhianati proses atau usaha. “Pesan ini akan selalu saya ingat,” kata dia.

Baca Juga :  Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)

Mantan Panit Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim ini mengatakan dalam setiap melakukan pekerjaan, terpenting adalah niat dan disertai doa. Dengan menggabungkan niat dan doa baik, hasil yang diperoleh juga akan baik. Apalagi profesinya penuh tantangan dan risiko. “Kerja yang baik, dilakukan dengan baik, insya Allah akan berhasil baik,” tuturnya.

Di bagian lain pria bersuku Rejang ini juga berterima kasih atas kekompakan semua anggota Satreskrim Polres Tuban dalam mengungkap setiap kasus. Dia berharap penghargaan tersebut dapat membawa dirinya dan satuannya menjadi lebih baik lagi. Terlebih bekerja di tengah pandemi yang saat ini membuat beban pekerjaan kepolisian semakin bertambah. “Semoga bisa jadi motivasi diri agar lebih baik,” harap dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/