alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Alhamdulillah, BAZNAS Tuban Mempertahankan Opini Wajar

Radar Tuban – Akhir Januari 2021 lalu, auditor independen melakukan visitasi atas laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Tuban Tahun 2020. Laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Tuban diperiksa oleh Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara, Sugeng Pambudji dan Rekan.

Tahun ini, audit laporan keuangan dilakukan lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. Target audit pada Januari tercapai. Sebagai bahan perbandingan, tiga tahun lalu kegiatan audit dari akuntan publik dilaksanakan pada akhir tahun. Kelewat jauh dari aturan seharusnya, PERBAZNAS Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pelaporan Pelaksanaan Pengelolaan Zakat, yakni 15 Februari laporan keuangan audited harus sudah bisa disampaikan kepada bupati dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

Dari pengalaman tersebut, BAZNAS Kabupaten Tuban berbenah. Setahap demi setahap. Studi banding, penambahan personel yang memahami akuntansi syariah dan aplikasi keuangan syariah menjadi solusi yang dicanangkan.

Sembari mencari informasi terkait ketiga hal tersebut, proses kerja di BAZNAS Kabupaten Tuban tetap berjalan. Pelaksanaan audit laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Tuban semakin mendekati target seharusnya. Sampai pada waktunya, penambahan personel, studi banding, dan pelatihan amil dilakukan. Aplikasi keuangan syariah pun didapatkan. Clear. Ketiga masalah yang berkaitan dengan pencatatan keuangan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku sudah terselesaikan. Kini, laporan keuangan bisa disajikan on time.

Baca Juga :  Bukit Lei, Upaya Eksplorasi Lokasi Baru Paralayang Tuban

Ke depan, prestasi ini harus dipertahankan. Selain audit laporan keuangan, BAZNAS Kabupaten Tuban juga mempunyai tanggung jawab untuk melakukan audit syariah atas pelaksanaan pengelolaan zakat. Untuk itu, BAZNAS Kabupaten Tuban telah berkirim surat kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur agar dilakukan audit syariah atas pelak sanaan pengelolaan zakat di Kabupaten Tuban.

Harapannya, hasil audit syariah akan memperkuat kredibilitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kabupaten Tuban. Target berikutnya yang dicanangkan BAZNAS Kabupaten Tuban pada tahun ini adalah terkait merapikan sistem. Standard Operating Procedure (SOP) ISO 9001:2015 menjadi indikator keberhasilannya. Menjadi salah satu Badan Pengelola Zakat terbesar di Jawa Timur, BAZNAS Kabupaten Tuban sudah selayaknya mendapatkan sertifikat ISO agar muzakki (donatur) lebih percaya bahwa BAZNAS Kabupaten Tuban merupakan lembaga kredibel dalam mengelola zakat.

Baca Juga :  Waspada Predator Anak! Video Pencabulan Terlacak Dari Twitter

Hasil audit dengan opini wajar merupakan buah dari jerih payah amil BAZNAS Kabupaten Tuban (pimpinan dan pelaksana). Semoga hasil audit syariah lebih menguatkan kredibilitas pengelolaan zakat di BAZNAS Kabupaten Tuban dan sistem di BAZNAS Kabupaten Tuban bisa memperoleh pengakuan dari lembaga kredibel yang memiliki otoritas mengeluarkan sertifikat sistem, sehingga menambah kemapanan BAZNAS Kabupaten Tuban secara organisasi.

Tak kalah pentingnya, meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan muzakki dalam memercayakan zakatnya kepada BAZNAS Kabupaten Tuban untuk disalurkan kepada pihak yang berhak menerima zakat (8 asnaf).

Radar Tuban – Akhir Januari 2021 lalu, auditor independen melakukan visitasi atas laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Tuban Tahun 2020. Laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Tuban diperiksa oleh Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara, Sugeng Pambudji dan Rekan.

Tahun ini, audit laporan keuangan dilakukan lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. Target audit pada Januari tercapai. Sebagai bahan perbandingan, tiga tahun lalu kegiatan audit dari akuntan publik dilaksanakan pada akhir tahun. Kelewat jauh dari aturan seharusnya, PERBAZNAS Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pelaporan Pelaksanaan Pengelolaan Zakat, yakni 15 Februari laporan keuangan audited harus sudah bisa disampaikan kepada bupati dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

Dari pengalaman tersebut, BAZNAS Kabupaten Tuban berbenah. Setahap demi setahap. Studi banding, penambahan personel yang memahami akuntansi syariah dan aplikasi keuangan syariah menjadi solusi yang dicanangkan.

Sembari mencari informasi terkait ketiga hal tersebut, proses kerja di BAZNAS Kabupaten Tuban tetap berjalan. Pelaksanaan audit laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Tuban semakin mendekati target seharusnya. Sampai pada waktunya, penambahan personel, studi banding, dan pelatihan amil dilakukan. Aplikasi keuangan syariah pun didapatkan. Clear. Ketiga masalah yang berkaitan dengan pencatatan keuangan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku sudah terselesaikan. Kini, laporan keuangan bisa disajikan on time.

Baca Juga :  Diawali Pawai Taaruf, Dimeriahkan Band Wali

Ke depan, prestasi ini harus dipertahankan. Selain audit laporan keuangan, BAZNAS Kabupaten Tuban juga mempunyai tanggung jawab untuk melakukan audit syariah atas pelaksanaan pengelolaan zakat. Untuk itu, BAZNAS Kabupaten Tuban telah berkirim surat kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur agar dilakukan audit syariah atas pelak sanaan pengelolaan zakat di Kabupaten Tuban.

Harapannya, hasil audit syariah akan memperkuat kredibilitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kabupaten Tuban. Target berikutnya yang dicanangkan BAZNAS Kabupaten Tuban pada tahun ini adalah terkait merapikan sistem. Standard Operating Procedure (SOP) ISO 9001:2015 menjadi indikator keberhasilannya. Menjadi salah satu Badan Pengelola Zakat terbesar di Jawa Timur, BAZNAS Kabupaten Tuban sudah selayaknya mendapatkan sertifikat ISO agar muzakki (donatur) lebih percaya bahwa BAZNAS Kabupaten Tuban merupakan lembaga kredibel dalam mengelola zakat.

Baca Juga :  Ukir Lambang Negara

Hasil audit dengan opini wajar merupakan buah dari jerih payah amil BAZNAS Kabupaten Tuban (pimpinan dan pelaksana). Semoga hasil audit syariah lebih menguatkan kredibilitas pengelolaan zakat di BAZNAS Kabupaten Tuban dan sistem di BAZNAS Kabupaten Tuban bisa memperoleh pengakuan dari lembaga kredibel yang memiliki otoritas mengeluarkan sertifikat sistem, sehingga menambah kemapanan BAZNAS Kabupaten Tuban secara organisasi.

Tak kalah pentingnya, meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan muzakki dalam memercayakan zakatnya kepada BAZNAS Kabupaten Tuban untuk disalurkan kepada pihak yang berhak menerima zakat (8 asnaf).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/