alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Duh! Banyak Pelanggar Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Radar Tuban – Begitu mobil petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP masuk ke area wisata Pantai Cemara, sebagian pengunjung bergegas memakai masker. Masker yang awalnya digantungkan di leher dan dimasukkan kantong langsung dipakai.

Tak sedikit dari mereka yang tak membawa masker, lari menjauhi petugas. Selain warung kopi, kafe, dan pasar, pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di lokasi wisata tak kalah banyak. Hanya dalam waktu dua jam, sebanyak 15 pelanggar yang tak memakai masker terjaring.

Sebanyak 12 pengunjung langsung bayar denda di tempat karena rumah mereka jauh. Mereka dikenakan sanksi sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pengetatan Protokol Kesehatan. Sejumlah wanita yang takut jarum suntik sempat menolak rapid tes. Setelah dibujuk petugas, pelanggar tersebut mau melakukan rapid tes dengan ketakutan hingga menangis.

Baca Juga :  Parkir Tepi Jalan Hasilkan Rp 1,5 Miliar

Seluruh pelanggar tersebut mengaku membawa masker, tapi dimasukkan ke jok motor. Beberapa pelanggar justru dari pemilik warung dan kios di sekitar lokasi wisata di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu itu.

Kepala Satpol PP Tuban Heri Muharwanto kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan razia di lokasi wisata untuk meminimalisir penularan di titik keramaian. Berdasarkan banyak laporan masyarakat, Pantai Cemara Sewu merupakan lokasi wisata yang sering abai terhadap protokol kesehatan.

‘’Berdasarkan laporan masyarakat, lokasi ini banyak wisatawan yang melanggar protokol,’’ tuturnya. Meski demikian, pelanggar prokes tersebut masih sebatas sanksi terhadap perseorangan. Pengelola wisata belum tersentuh sanksi.

Mengacu Perbup Nomor 65 Tahun 2020, pemilik atau pengelola lokasi keramaian yang membiarkan pelanggaran bisa terjerat sanksi denda Rp 300 ribu hingga penutupan lokasi wisata.

Baca Juga :  Dinkes Lamongan Siapkan 11 RS Non Rujukan Untuk Penanganan Covid

Menanggapi hal tersebut, Heri mengatakan sanksi terhadap pengelola akan diberikan secara bertahap. Namun catatan merah pemilik wisata tersebut akan diberikan ke Satgas untuk laporan tindak lanjut berikutnya.

Radar Tuban – Begitu mobil petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP masuk ke area wisata Pantai Cemara, sebagian pengunjung bergegas memakai masker. Masker yang awalnya digantungkan di leher dan dimasukkan kantong langsung dipakai.

Tak sedikit dari mereka yang tak membawa masker, lari menjauhi petugas. Selain warung kopi, kafe, dan pasar, pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di lokasi wisata tak kalah banyak. Hanya dalam waktu dua jam, sebanyak 15 pelanggar yang tak memakai masker terjaring.

Sebanyak 12 pengunjung langsung bayar denda di tempat karena rumah mereka jauh. Mereka dikenakan sanksi sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pengetatan Protokol Kesehatan. Sejumlah wanita yang takut jarum suntik sempat menolak rapid tes. Setelah dibujuk petugas, pelanggar tersebut mau melakukan rapid tes dengan ketakutan hingga menangis.

Baca Juga :  Parkir Tepi Jalan Hasilkan Rp 1,5 Miliar

Seluruh pelanggar tersebut mengaku membawa masker, tapi dimasukkan ke jok motor. Beberapa pelanggar justru dari pemilik warung dan kios di sekitar lokasi wisata di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu itu.

Kepala Satpol PP Tuban Heri Muharwanto kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan razia di lokasi wisata untuk meminimalisir penularan di titik keramaian. Berdasarkan banyak laporan masyarakat, Pantai Cemara Sewu merupakan lokasi wisata yang sering abai terhadap protokol kesehatan.

‘’Berdasarkan laporan masyarakat, lokasi ini banyak wisatawan yang melanggar protokol,’’ tuturnya. Meski demikian, pelanggar prokes tersebut masih sebatas sanksi terhadap perseorangan. Pengelola wisata belum tersentuh sanksi.

Mengacu Perbup Nomor 65 Tahun 2020, pemilik atau pengelola lokasi keramaian yang membiarkan pelanggaran bisa terjerat sanksi denda Rp 300 ribu hingga penutupan lokasi wisata.

Baca Juga :  Internet Kemendikbud Dipastikan Tak Bisa untuk Main Game dan Youtube

Menanggapi hal tersebut, Heri mengatakan sanksi terhadap pengelola akan diberikan secara bertahap. Namun catatan merah pemilik wisata tersebut akan diberikan ke Satgas untuk laporan tindak lanjut berikutnya.

Artikel Terkait

Most Read

Selalu Bertarung Bersama Kakak

Tiga Tempat Karaoke Diblokir Warga

Maksimalkan RPH untuk Tingkatkan PAD

Persaingan dan Zonasi Jadi Penyebab

Artikel Terbaru


/