alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Besok Batas Akhir Pendaftaran Bacakades

Diminta Percepat Cairkan Anggaran Pilkades

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro Tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 33 desa sudah berlangsung. Besok (15/8) batas akhir pendaftaran bakal calon kepala desa (bacakades). Namun, anggaran pilkades masih proses pencairan.

Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas PMD Bojonegoro Ira Madda Zulaikha mengatakan, desa-desa tengah proses mencairkan anggaran pilkades. Proposal baru diajukan ke instansinya. Setelah verifikasi, baru bisa diajukan pencairan ke kas daerah.

Pada pilkades serentak ini Pemkab Bojonegoro mengalokasikan Rp 3,4 miliar. Dana itu diberikan 33 desa pilkades serentak. Pencairan anggaran bisa diproses setelah penetapan daftar pemilih tetap (DPT).

‘’Kami harap tahapan pilkades tidak terganggu dengan belum cairnya anggaran itu. Pemkab harus mempercepat pencairan,’’ kata anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Mochlasin Afan. Dia berharap pemkab memproses pencairan anggaran karena tahapan pilkades sudah berlangsung.

Baca Juga :  Dimajukan Bersama, Hasilnya Dinikmati Bersama

Sementara itu, jumlah total 169 tempat pemungutan suara (TPS) pilkades serentak di 33 desa. “Totalnya 169 TPS. Masing-masing desa paling sedikit tiga TPS. Paling banyak sembilan TPS,” tutur Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas (PMD) Bojonegoro Andri Firnandi.

- Advertisement -

Penetapan TPS ditetapkan panitia pilkades berdasar dusun, RT, RW , atau gabungan RW dan gabungan RT. Jumlah TPS ditetapkan harus berjumlah ganjil. Minimal tiga TPS dan paling banyak menyesuaikan jumlah pemilih. ”Jumlah pemilih di masing-masing TPS paling banyak 500 daftar pemilih tetap (DPT),” jelasnya.

Ia menambahkan, penempatan TPS tidak boleh terpusat di satu tempat. TPS induk berlokasi di balai desa. TPS lain di lokasi berdasar pertimbangan kemudahan akses pemilih dengan TPS induk. Juga bisa menjamin setiap pemilih dapat memberikan suaranya secara langsung, umum, bebas, rahasia, dan adil.

Baca Juga :  Ungkap Bisnis Kemiskinan pada Program BPNT

Anggota Komisi A DPRD Agung Handoyo menekankan terkait ada penambahan personel pengamanan dari Polri-TNI. Mengingat jumlah TPS lebih dari satu. Selain itu, pemetaan daerah rawan konflik perlu diperhatikan.

“Kita tahu bersama tensi pilkades itu tinggi. Kami harap seluruh pihak matang memitigasi segala risiko setiap tahapan pilkades serentak,” jelasnya. (zim/bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro Tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 33 desa sudah berlangsung. Besok (15/8) batas akhir pendaftaran bakal calon kepala desa (bacakades). Namun, anggaran pilkades masih proses pencairan.

Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas PMD Bojonegoro Ira Madda Zulaikha mengatakan, desa-desa tengah proses mencairkan anggaran pilkades. Proposal baru diajukan ke instansinya. Setelah verifikasi, baru bisa diajukan pencairan ke kas daerah.

Pada pilkades serentak ini Pemkab Bojonegoro mengalokasikan Rp 3,4 miliar. Dana itu diberikan 33 desa pilkades serentak. Pencairan anggaran bisa diproses setelah penetapan daftar pemilih tetap (DPT).

‘’Kami harap tahapan pilkades tidak terganggu dengan belum cairnya anggaran itu. Pemkab harus mempercepat pencairan,’’ kata anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Mochlasin Afan. Dia berharap pemkab memproses pencairan anggaran karena tahapan pilkades sudah berlangsung.

Baca Juga :  Pramuka Terus Bersinergi dengan Pemkab Mewujudkan Tuban Sejahtera

Sementara itu, jumlah total 169 tempat pemungutan suara (TPS) pilkades serentak di 33 desa. “Totalnya 169 TPS. Masing-masing desa paling sedikit tiga TPS. Paling banyak sembilan TPS,” tutur Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas (PMD) Bojonegoro Andri Firnandi.

- Advertisement -

Penetapan TPS ditetapkan panitia pilkades berdasar dusun, RT, RW , atau gabungan RW dan gabungan RT. Jumlah TPS ditetapkan harus berjumlah ganjil. Minimal tiga TPS dan paling banyak menyesuaikan jumlah pemilih. ”Jumlah pemilih di masing-masing TPS paling banyak 500 daftar pemilih tetap (DPT),” jelasnya.

Ia menambahkan, penempatan TPS tidak boleh terpusat di satu tempat. TPS induk berlokasi di balai desa. TPS lain di lokasi berdasar pertimbangan kemudahan akses pemilih dengan TPS induk. Juga bisa menjamin setiap pemilih dapat memberikan suaranya secara langsung, umum, bebas, rahasia, dan adil.

Baca Juga :  Pekan Depan Masa Kampanye

Anggota Komisi A DPRD Agung Handoyo menekankan terkait ada penambahan personel pengamanan dari Polri-TNI. Mengingat jumlah TPS lebih dari satu. Selain itu, pemetaan daerah rawan konflik perlu diperhatikan.

“Kita tahu bersama tensi pilkades itu tinggi. Kami harap seluruh pihak matang memitigasi segala risiko setiap tahapan pilkades serentak,” jelasnya. (zim/bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Tantangan Memerdekakan Kemiskinan

Telur Mata Sapi

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat


/