alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Lulusan MTs Diarahkan MA

Kacabdisdik Ingatkan SMAN dan SMKN Berbenah

 

“Juga berbenah dalam segi sarana dan prasarana, karena itu performa perlu ditunjukkan”

ADI PRAYITNO, Kacabdisdik Bojonegoro

 

“Lulusan MTs tahun ini sekitar 4.947 siswa. Dan diarahkan melanjutkan ke madrasah aliyah (MA)’’.

SHOLIHUL HADI, Kasi Penma Kemenag

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jumlah lulusan SMP tahun ini diperkirakan sama dengan tahun lalu sekitar 11 ribu siswa. Namun, pada 2021 lalu dengan jumlah lulusan 11 ribu terdapat beberapa SMKN dan SMAN tidak mampu memenuhi pagu.

 

Sehingga penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, SMAN dan SMKN diminta berbenah. Perbaikan dan mutu perlu dilakukan untuk mengoptimalkan penyerapan lulusan SMP maupun MTs. Juga peserta didik baru dari luar daerah.

 

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Fathur Rokhim mengatakan, jumlah siswa kelas 9 SMP saat ini sekitar 11.523 siswa. Terdiri dari 6.034 siswa dan 5.489 siswi. Jumlah lulusan SMP tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. 2021 jumlah lulusan juga mencapai 11 ribu siswa.

Baca Juga :  Peduli Lindungi Jadi Syarat Masuk Polres

 

“Itu siswa akan lulus tahun ini,” katanya kemarin (1).

 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, SMA dan SMK harus mengoptimalkan penyerapan lulusan SMP dan MTs. Terlebih jumlah lulusan SMP tidak berbeda jauh dengan tahun lalu.

 

Tentu, menurut Adi, SMA dan SMK perlu berbenah dalam menghadapi PPDB tahun ini. Sebab, jumlah lembaga setara SMA di Bojonegoro banyak, sehingga terjadi persaingan dalam penyerapan peserta didik baru.

 

Adi melanjutkan, SMA dan SMK harus berbenah dalam berbagai hal, salah satunya kegiatan belajar mengajar. Guru harus memberikan pembelajaran dan perhatian sebaik mungkin pada siswa. “Juga berbenah dalam segi sarana dan prasarana, karena itu performa perlu ditunjukkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Debit Naik Turun, Awasi Rumah Warga Rentan Longsor

 

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Sholihul Hadi mengatakan, lulusan MTs tahun ini sekitar 4.947 siswa. Dan diarahkan melanjutkan ke madrasah aliyah (MA).

 

Sholi sapaannya mengaku tidak menutup kemungkinan lulusan MTs ada yang melanjutkan ke SMA dan SMK. Bergantung keinginan siswa dan wali siswa. “Pasti ada (melanjutkan ke SMA dan SMK),” jelasnya. (irv/rij)

 

“Juga berbenah dalam segi sarana dan prasarana, karena itu performa perlu ditunjukkan”

ADI PRAYITNO, Kacabdisdik Bojonegoro

 

“Lulusan MTs tahun ini sekitar 4.947 siswa. Dan diarahkan melanjutkan ke madrasah aliyah (MA)’’.

SHOLIHUL HADI, Kasi Penma Kemenag

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jumlah lulusan SMP tahun ini diperkirakan sama dengan tahun lalu sekitar 11 ribu siswa. Namun, pada 2021 lalu dengan jumlah lulusan 11 ribu terdapat beberapa SMKN dan SMAN tidak mampu memenuhi pagu.

 

Sehingga penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, SMAN dan SMKN diminta berbenah. Perbaikan dan mutu perlu dilakukan untuk mengoptimalkan penyerapan lulusan SMP maupun MTs. Juga peserta didik baru dari luar daerah.

 

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Fathur Rokhim mengatakan, jumlah siswa kelas 9 SMP saat ini sekitar 11.523 siswa. Terdiri dari 6.034 siswa dan 5.489 siswi. Jumlah lulusan SMP tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. 2021 jumlah lulusan juga mencapai 11 ribu siswa.

Baca Juga :  SIG Berkomitmen Perangi Pandemi Covid-19

 

“Itu siswa akan lulus tahun ini,” katanya kemarin (1).

 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, SMA dan SMK harus mengoptimalkan penyerapan lulusan SMP dan MTs. Terlebih jumlah lulusan SMP tidak berbeda jauh dengan tahun lalu.

 

Tentu, menurut Adi, SMA dan SMK perlu berbenah dalam menghadapi PPDB tahun ini. Sebab, jumlah lembaga setara SMA di Bojonegoro banyak, sehingga terjadi persaingan dalam penyerapan peserta didik baru.

 

Adi melanjutkan, SMA dan SMK harus berbenah dalam berbagai hal, salah satunya kegiatan belajar mengajar. Guru harus memberikan pembelajaran dan perhatian sebaik mungkin pada siswa. “Juga berbenah dalam segi sarana dan prasarana, karena itu performa perlu ditunjukkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Awasi Kampanye Hitam via Medsos, Ini Kata Kapolres Bojonegoro

 

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Sholihul Hadi mengatakan, lulusan MTs tahun ini sekitar 4.947 siswa. Dan diarahkan melanjutkan ke madrasah aliyah (MA).

 

Sholi sapaannya mengaku tidak menutup kemungkinan lulusan MTs ada yang melanjutkan ke SMA dan SMK. Bergantung keinginan siswa dan wali siswa. “Pasti ada (melanjutkan ke SMA dan SMK),” jelasnya. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/