alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Mengaku Wartawan, Pria Ini Peras Kades Mentoso

Radar Tuban – Pemerasan dengan modus mengaku wartawan kembali terjadi. Kali ini pelakunya Djoko Juwono, 51, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban. Kemarin (13/1), dia diringkus anggota Polsek Jenu setelah dilaporkan memeras kepala Desa Mentoso, Kecamatan Jenu.

Kapolsek Jenu AKP Rukimin menjelaskan, pelaku yang mengaku wartawan dari salah satu media online mendatangi balai Desa Mentoso pekan lalu. Selain wartawan, Djoko juga mengaku sebagai pengurus LSM Pengawas Reformasi Indonesia (PRI).

LSM tersebut berlogo mirip dengan logo Polri. Di kantor desa setempat pelaku menemui kades untuk menyerahkan proposal permohonan sumbangan pembangunan kantor. Karena Kades Mentoso Eko Harianto tak mau ditemui, Djoko berulah. Dia menulis artikel di portal web miliknya tentang kinerja buruk pemerintahan desa yang dipimpin Eko.

Baca Juga :  7.162 Nakes di Lamongan Bakal Terima Vaksin Booster Moderna

Link portal web tersebut lantas dikirim ke kades. Eko yang ketakutan kemudian mentransfer uang sebesar Rp 1 juta ke pelaku. ‘’Setelah di transfer Rp 1 juta, pelaku kembali meminta Rp 5 juta kepada kades,’’ ungkap mantan kapolsek Tam bakboyo itu.

Setelah berhasil memeras Rp 6 juta, Djoko masih belum puas. Dia kembali meminta. Permintaan ketiga kalinya itulah yang membuat kades resah dan melapor ke Polsek Jenu. Setelah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Tuban, pelaku diamankan di rumahnya di Kelurahan Kebonsari, Tuban.

‘’Pelaku kami amankan di rumahnya tengah malam,’’ tegas dia. Mantan kasatlantas Polres Ngawi ini mengatakan, pelaku masih diamankan di Mapolsek Jenu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk mendalami kemungkinan beraksi di tempat lain.

Baca Juga :  Hasil Hitung Cepat, Aditya Halindra Faridzky - Riyadi Unggul

Sebelumnya, pelaku dua kali ditahan dengan kasus yang sama di Trenggalek dan Bojonegoro. Setiap beraksi, pelaku mengendarai mobil Agya S 1601 HO. Mobil ini pun disita sebagi barang bukti berikut uang hasil pemerasan yang masih tersisa Rp 5 juta. Rukimin menerangkan, berdasarkan keterangan Kesbangpol Tuban, LSM yang digunakan pelaku menipu tak terdaftar secara sah atau ilegal. ‘’Kami imbau jika ada korban lain untuk melapor,’’ tegas Rukimin.

Radar Tuban – Pemerasan dengan modus mengaku wartawan kembali terjadi. Kali ini pelakunya Djoko Juwono, 51, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban. Kemarin (13/1), dia diringkus anggota Polsek Jenu setelah dilaporkan memeras kepala Desa Mentoso, Kecamatan Jenu.

Kapolsek Jenu AKP Rukimin menjelaskan, pelaku yang mengaku wartawan dari salah satu media online mendatangi balai Desa Mentoso pekan lalu. Selain wartawan, Djoko juga mengaku sebagai pengurus LSM Pengawas Reformasi Indonesia (PRI).

LSM tersebut berlogo mirip dengan logo Polri. Di kantor desa setempat pelaku menemui kades untuk menyerahkan proposal permohonan sumbangan pembangunan kantor. Karena Kades Mentoso Eko Harianto tak mau ditemui, Djoko berulah. Dia menulis artikel di portal web miliknya tentang kinerja buruk pemerintahan desa yang dipimpin Eko.

Baca Juga :  Keluarga Pasien RS Wajib Divaksin

Link portal web tersebut lantas dikirim ke kades. Eko yang ketakutan kemudian mentransfer uang sebesar Rp 1 juta ke pelaku. ‘’Setelah di transfer Rp 1 juta, pelaku kembali meminta Rp 5 juta kepada kades,’’ ungkap mantan kapolsek Tam bakboyo itu.

Setelah berhasil memeras Rp 6 juta, Djoko masih belum puas. Dia kembali meminta. Permintaan ketiga kalinya itulah yang membuat kades resah dan melapor ke Polsek Jenu. Setelah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Tuban, pelaku diamankan di rumahnya di Kelurahan Kebonsari, Tuban.

‘’Pelaku kami amankan di rumahnya tengah malam,’’ tegas dia. Mantan kasatlantas Polres Ngawi ini mengatakan, pelaku masih diamankan di Mapolsek Jenu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk mendalami kemungkinan beraksi di tempat lain.

Baca Juga :  Para Pemain Persibo Bojonegoro Sudah Tinggalkan Mes

Sebelumnya, pelaku dua kali ditahan dengan kasus yang sama di Trenggalek dan Bojonegoro. Setiap beraksi, pelaku mengendarai mobil Agya S 1601 HO. Mobil ini pun disita sebagi barang bukti berikut uang hasil pemerasan yang masih tersisa Rp 5 juta. Rukimin menerangkan, berdasarkan keterangan Kesbangpol Tuban, LSM yang digunakan pelaku menipu tak terdaftar secara sah atau ilegal. ‘’Kami imbau jika ada korban lain untuk melapor,’’ tegas Rukimin.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/