alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Pemkab Tuban Pertahankan Penghargaan Pembina K3 Terbaik Provinsi

TUBAN, Radar Tuban – Titel sebagai Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 kembali sukses diraih Bupati Tuban Fathul Huda.

Mewakili bupati, penghargaan atas keberhasilan Pemkab Tuban dalam melakukan pembinaan K3 di sejumlah perusahaan di Bumi Wali itu diterima wakil bupati Noor Nahar Hussein. Piala dan piagam penghargaan diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Pawaransa, M.Si. Penyerahan penghargaan berlangsung di Lapangan Kawasan SIER Surabaya usai Apel Peringatan Bulan K3 Nasional kemarin (13/1).

Ikut mendampingi wabup menerima penghargaan tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Tuban Tadjudin Tebyo, Direktur Perumda Air Minum Tirta Lestari Slamet Riyadi, serta perwakilan sejumlah perusahaan di Tuban yang menerima zero accident.

Dalam sambutannya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Pawaransa menyampaikan, pelaksanaan K3 dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi kalangan industri maupun masyarakat dalam mewujudkan budaya K3 di lingkungan tempat kerja. Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan norma K3, serta menjamin perlindungan K3 pada setiap kegiatan industri dan meningkatkan penerapan K3 pada pola dan bentuk pekerjaan baru yang timbul akibat era ekonomi digitalisasi. Tujuannya, untuk mewujudkan SDM yang unggul, berdaya saing, dan meningkatkan produktivitas kerja.

Baca Juga :  Hujan Parsial, Suhu Mendadak Berubah

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, lanjut gubernur, perlu adanya peran dan dukungan dari seluruh pihak, baik manajemen perusahaan, pekerja maupun masyarakat sebagai upaya pencegahan/preventif, sehingga bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

Wakil Bupati Noor Nahar Hussein mengaku sangat bersyukur Pemkab Tuban berhasil mempertahankan penghargaan sebagai pembina K3 terbaik tingkat provinsi. Dengan demikian, Pemkab Tuban tidak pernah absen meraih penghargaan pembina K3 terbaik.

Disampaikan wabup, penghargaan pembina K3 terbaik 2020 merupakan hasil penilaian yang dilakukan selama 2019. Dari hasil penilaian tersebut Kabupaten Tuban menempati peringkat lima se-Provinsi Jatim. Penilaian penghargaan tersebut diukur dari jumlah perusahaan yang meraih penghargaan.

‘’Jadi, bisa dimaklumi karena dari segi kuantitas (jumlah perusahaan, Red) di Kabupaten Tuban memang tidak sebanyak kota-kota lainnya. Tapi, dari segi kualitas Tuban lebih dari yang lain, karena sebagian besar perusahaan di Tuban merupakan industri dengan skala cukup besar,’’ ujar dia usai menerima penghargaan.

Baca Juga :  Bangun Kawasan dengan Penguatan Infrastruktur

Wabup lebih lanjut menyampaikan, diterimanya penghargaan tersebut bukanlah tujuan utama dari pembinaan yang konsisten dilakukan Pemkab Tuban terhadap perusahaan-perusahaan di Tuban. Melainkan sebagai motivasi untuk selalu meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja pada perusahaan. Karena dengan penerapan K3 yang baik dapat menjamin kesehatan dan keselamatan setiap pekerja dalam menjalankan tugasnya.

Karena itu, lanjut wabup, ke depan, supervisi dan pembinaan terhadap perusahaan di Tuban akan terus dilakukan. Sehingga, perusahaan-perusahaan di Bumi Wali bisa membudayakan K3 dan menerapkan sistem manajemen K3 (SMK3). ‘’Kita juga akan terus mendorong perusahaan-perusahaan di Tuban agar selalu berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan jaminan sosial terhadap tenaga kerjanya,’’ katanya.

Kepala DMPTPTSP Naker Tuban Tajudin Tebyo menambahkan, kesadaran terhadap pentingnya membudayakan K3 di Kabupaten Tuban terus meningkat. Disampaikan dia, berdasar penilaian selama 2019 terdapat 25 perusahaan di Kabupaten Tuban yang menerima penghargaan zero accident (nihil kecelakaan kerja) dan satu perusahaan mendapat penghargaan menerima Penghargaan P2HIV-AIDS (Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS) di tempat kerja.(tok/ds)

TUBAN, Radar Tuban – Titel sebagai Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 kembali sukses diraih Bupati Tuban Fathul Huda.

Mewakili bupati, penghargaan atas keberhasilan Pemkab Tuban dalam melakukan pembinaan K3 di sejumlah perusahaan di Bumi Wali itu diterima wakil bupati Noor Nahar Hussein. Piala dan piagam penghargaan diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Pawaransa, M.Si. Penyerahan penghargaan berlangsung di Lapangan Kawasan SIER Surabaya usai Apel Peringatan Bulan K3 Nasional kemarin (13/1).

Ikut mendampingi wabup menerima penghargaan tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Tuban Tadjudin Tebyo, Direktur Perumda Air Minum Tirta Lestari Slamet Riyadi, serta perwakilan sejumlah perusahaan di Tuban yang menerima zero accident.

Dalam sambutannya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Pawaransa menyampaikan, pelaksanaan K3 dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi kalangan industri maupun masyarakat dalam mewujudkan budaya K3 di lingkungan tempat kerja. Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan norma K3, serta menjamin perlindungan K3 pada setiap kegiatan industri dan meningkatkan penerapan K3 pada pola dan bentuk pekerjaan baru yang timbul akibat era ekonomi digitalisasi. Tujuannya, untuk mewujudkan SDM yang unggul, berdaya saing, dan meningkatkan produktivitas kerja.

Baca Juga :  Rusak Parah, Jalan Nasional Kembali Dibongkar

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, lanjut gubernur, perlu adanya peran dan dukungan dari seluruh pihak, baik manajemen perusahaan, pekerja maupun masyarakat sebagai upaya pencegahan/preventif, sehingga bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

Wakil Bupati Noor Nahar Hussein mengaku sangat bersyukur Pemkab Tuban berhasil mempertahankan penghargaan sebagai pembina K3 terbaik tingkat provinsi. Dengan demikian, Pemkab Tuban tidak pernah absen meraih penghargaan pembina K3 terbaik.

Disampaikan wabup, penghargaan pembina K3 terbaik 2020 merupakan hasil penilaian yang dilakukan selama 2019. Dari hasil penilaian tersebut Kabupaten Tuban menempati peringkat lima se-Provinsi Jatim. Penilaian penghargaan tersebut diukur dari jumlah perusahaan yang meraih penghargaan.

‘’Jadi, bisa dimaklumi karena dari segi kuantitas (jumlah perusahaan, Red) di Kabupaten Tuban memang tidak sebanyak kota-kota lainnya. Tapi, dari segi kualitas Tuban lebih dari yang lain, karena sebagian besar perusahaan di Tuban merupakan industri dengan skala cukup besar,’’ ujar dia usai menerima penghargaan.

Baca Juga :  Jalin Komunikasi dengan Warga di TMMD 106 Kodim Cilacap

Wabup lebih lanjut menyampaikan, diterimanya penghargaan tersebut bukanlah tujuan utama dari pembinaan yang konsisten dilakukan Pemkab Tuban terhadap perusahaan-perusahaan di Tuban. Melainkan sebagai motivasi untuk selalu meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja pada perusahaan. Karena dengan penerapan K3 yang baik dapat menjamin kesehatan dan keselamatan setiap pekerja dalam menjalankan tugasnya.

Karena itu, lanjut wabup, ke depan, supervisi dan pembinaan terhadap perusahaan di Tuban akan terus dilakukan. Sehingga, perusahaan-perusahaan di Bumi Wali bisa membudayakan K3 dan menerapkan sistem manajemen K3 (SMK3). ‘’Kita juga akan terus mendorong perusahaan-perusahaan di Tuban agar selalu berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan jaminan sosial terhadap tenaga kerjanya,’’ katanya.

Kepala DMPTPTSP Naker Tuban Tajudin Tebyo menambahkan, kesadaran terhadap pentingnya membudayakan K3 di Kabupaten Tuban terus meningkat. Disampaikan dia, berdasar penilaian selama 2019 terdapat 25 perusahaan di Kabupaten Tuban yang menerima penghargaan zero accident (nihil kecelakaan kerja) dan satu perusahaan mendapat penghargaan menerima Penghargaan P2HIV-AIDS (Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS) di tempat kerja.(tok/ds)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/