alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Jembatan Cincim 1, Sang Legendaris yang Lapuk Dimakan Usia

Radar Tuban – Jembatan legendaris Cincim I yang dulunya menjadi satu-satunya jembatan penghubung wilayah Tuban—Babat, Lamongan sebelum era 70-an kembali rusak.

Sudah tidak terhitung berapa kali jembatan yang berada di Desa Ngadipuro, Kecamatan Widang itu rusak. Kerusakan kali ini  lebih parah.

Sebagian balok lantai jembatan itu tanggal sejak sebulan terakhir. Itu yang menjadikan lantai jembatan tersebut berlubang. Jembatan milik Bina Marga Provinsi Jatim  tersebut dulunya nyaris dibongkar Pemkab Lamongan untuk diambil besi konstruksinya.

Besi inilah yang akan dipakai untuk konstruksi sejumlah jembatan di kabupaten setempat. Namun, rencana pembongkaran tersebut batal karena warga sekitar jembatan mempertahankan.

Mereka antara lain, warga Ngadipuro, Ngadirejo, Bunut, dan Patihan, seluruhnya di Kecamatan Widang. Juga sejumlah desa terdekat jembatan yang berada di Kecamatan Plumpang.

Baca Juga :  SMAN 4 Tuban Resmikan Panggung Kreativitas, Siswa Siap Berprestasi

Selama ini, mereka sangat menggantungkan jembatan tersebut karena merupakan rute terdekat ke Babat. Ninik Herin, salah satu warga yang melintas jembatan di atas Bengawan Solo itu mengatakan, kerusakan lantai balok jembatan disebabkan karena lapuknya kayu.

‘’Apalagi yang lewat setiap hari sangat banyak,’’ ujar dia. Setelah arus utama Babat-Tuban dialihkan melewati dua jembatan generasi terbaru Cincim di Desa Langitan, Kecamatan Widang, jembatan itu tak tersentuh anggaran perawatan.

Untuk mengganti balok lantai jembatan yang tanggal, warga setempat sering mengganti dengan kayu jati dan terkadang glugu (batang pohon kelapa). Dana pembelian tersebut biasanya dimintakan pengguna jalan yang melintas dengan menempatkan kardus sumbangan.

Radar Tuban – Jembatan legendaris Cincim I yang dulunya menjadi satu-satunya jembatan penghubung wilayah Tuban—Babat, Lamongan sebelum era 70-an kembali rusak.

Sudah tidak terhitung berapa kali jembatan yang berada di Desa Ngadipuro, Kecamatan Widang itu rusak. Kerusakan kali ini  lebih parah.

Sebagian balok lantai jembatan itu tanggal sejak sebulan terakhir. Itu yang menjadikan lantai jembatan tersebut berlubang. Jembatan milik Bina Marga Provinsi Jatim  tersebut dulunya nyaris dibongkar Pemkab Lamongan untuk diambil besi konstruksinya.

Besi inilah yang akan dipakai untuk konstruksi sejumlah jembatan di kabupaten setempat. Namun, rencana pembongkaran tersebut batal karena warga sekitar jembatan mempertahankan.

Mereka antara lain, warga Ngadipuro, Ngadirejo, Bunut, dan Patihan, seluruhnya di Kecamatan Widang. Juga sejumlah desa terdekat jembatan yang berada di Kecamatan Plumpang.

Baca Juga :  Permainan Sambut Ramadan

Selama ini, mereka sangat menggantungkan jembatan tersebut karena merupakan rute terdekat ke Babat. Ninik Herin, salah satu warga yang melintas jembatan di atas Bengawan Solo itu mengatakan, kerusakan lantai balok jembatan disebabkan karena lapuknya kayu.

‘’Apalagi yang lewat setiap hari sangat banyak,’’ ujar dia. Setelah arus utama Babat-Tuban dialihkan melewati dua jembatan generasi terbaru Cincim di Desa Langitan, Kecamatan Widang, jembatan itu tak tersentuh anggaran perawatan.

Untuk mengganti balok lantai jembatan yang tanggal, warga setempat sering mengganti dengan kayu jati dan terkadang glugu (batang pohon kelapa). Dana pembelian tersebut biasanya dimintakan pengguna jalan yang melintas dengan menempatkan kardus sumbangan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/