alexametrics
24.8 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Gerbong Overload, Motor Perantau Menumpuk di Ekspedisi Stasiun Bojonegoro

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Arus balik Lebaran masih cukup ramai. Terlihat berjejer puluhan kendaraan roda dua atau motor di layanan ekspedisi Stasiun Bojonegoro. Puluhan motor itu hendak dikirim ke Semarang, Jakarta, maupun Bandung. Motor-motor tersebut sudah menumpuk sejak Senin (9/5), karena gerbong kereta api masih overload.

 

“Rencananya dikirim malam ini (kemarin), tadi saya sudah meminta adanya tambahan gerbong kereta. Karena sampai sekarang sudah ada 30 unit motor akan dikirim,” ujar Hendro Buono, salah satu pengelola ekspedisi.

 

Hendro mengatakan, pengirimnya warga sekitar Bojonegoro-Tuban. Kemungkinan motor para perantau bekerja di Jakarta, Bandung, atau Semarang. “Kalau momen arus balik itu pengiriman didominasi makanan atau barang-barang ritel. Jadi gerbongnya penuh, sudah tidak muat angkut motor. Kalau momen arus mudik pengiriman didominasi kain,” kata pria asal Desa Wedi, Kecamatan Kapas itu.

Baca Juga :  Besok Terakhir Pencarian

 

Ekspedisi lewat jalur kereta api dipilih banyak orang karena lebih ekonomis. Satu unit motor tujuan Jakarta tarifnya sekitar Rp 460 ribu hingga Rp 600 ribu tergantung ukuran motornya. “Kalau tujuannya Semarang lebih murah lagi, sekitar Rp 300 ribuan per unitnya,” imbuh Hendro.

 

Proses pengiriman juga cepat. Kalau tidak ada kendala, motor yang dikirim bisa sampai tujuan dalam waktu sehari. Ramainya pengiriman motor sudah ada musimya. Selain musim Lebaran, juga saat musim tahun ajaran baru kuliah. “Banyak orang kirim motor ke kota-kota mahasiswa. Selama ini kebanyakan dikirim ke Jogjakarta,” ucapnya. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Arus balik Lebaran masih cukup ramai. Terlihat berjejer puluhan kendaraan roda dua atau motor di layanan ekspedisi Stasiun Bojonegoro. Puluhan motor itu hendak dikirim ke Semarang, Jakarta, maupun Bandung. Motor-motor tersebut sudah menumpuk sejak Senin (9/5), karena gerbong kereta api masih overload.

 

“Rencananya dikirim malam ini (kemarin), tadi saya sudah meminta adanya tambahan gerbong kereta. Karena sampai sekarang sudah ada 30 unit motor akan dikirim,” ujar Hendro Buono, salah satu pengelola ekspedisi.

 

Hendro mengatakan, pengirimnya warga sekitar Bojonegoro-Tuban. Kemungkinan motor para perantau bekerja di Jakarta, Bandung, atau Semarang. “Kalau momen arus balik itu pengiriman didominasi makanan atau barang-barang ritel. Jadi gerbongnya penuh, sudah tidak muat angkut motor. Kalau momen arus mudik pengiriman didominasi kain,” kata pria asal Desa Wedi, Kecamatan Kapas itu.

Baca Juga :  Kacabdin: Kasek Harus Terus Berinovasi dan Memotivasi GTT

 

Ekspedisi lewat jalur kereta api dipilih banyak orang karena lebih ekonomis. Satu unit motor tujuan Jakarta tarifnya sekitar Rp 460 ribu hingga Rp 600 ribu tergantung ukuran motornya. “Kalau tujuannya Semarang lebih murah lagi, sekitar Rp 300 ribuan per unitnya,” imbuh Hendro.

 

Proses pengiriman juga cepat. Kalau tidak ada kendala, motor yang dikirim bisa sampai tujuan dalam waktu sehari. Ramainya pengiriman motor sudah ada musimya. Selain musim Lebaran, juga saat musim tahun ajaran baru kuliah. “Banyak orang kirim motor ke kota-kota mahasiswa. Selama ini kebanyakan dikirim ke Jogjakarta,” ucapnya. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/