alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Dengan Kebersamaan, Semua Menjadi Ringan

Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban peduli terhadap penderitaan masyarakat kecil yang terdampak pandemi virus korona atau Covid-19 di Tuban. Setelah 24 April lalu membagikan 300 kantong beras yang masing-masing berisi 10 kilogram (kg) dan 1.250 buah masker kepada
duafa dan pedagang kepada lima rukun tetangga (RT) di lingkungan kelenteng, kemarin (12/5) tempat ibadah di Jalan RE Martadinata 1 Tuban itu membagikan 300 kantong beras dengan berat yang sama kepada tukang becak di simpang swalayan Samudra. Dibagian juga 600 buah masker.

Dalam kegiatan baksos tersebut, Alim Sugiantoro, ketua penilik demisioner
dan Gunawan Putra Wirawan, ketua umum demisioner menunjukkan kekompakannya untuk membantu masyarakat kecil. Ketika mengulurkan bantuan kepada tukang becak yang mengantre, mereka yang berdiri berdekatan bergantian menyerahkan paket sembako plus masker. Semangat kebersamaan sebagai pengurus demisioner dan penilik demisioner kelenteng mereka tunjukkan demi membantu kaum duafa. Kekompakan dan kebersamaan keduanya di depan publik setidaknya memamerkan kepada publik terkait tekad bersatunya kepengurusan demisioner kelenteng dalam membantu pemerintah dalam melawan Covid-19. Harapannya, kepedulian mereka menjalar kepada donatur lain yang memiliki tekad yang sama demi saudara-saudara kita yang terdampak Covid-19.

Baca Juga :  Tertinggi, PAD Parkir Berlangganan 

Gunawan kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, kegiatan baksos kedua tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sama sebelumnya. Dikatakan dia, kalau sebelumnya kegiatan fokus pada lingkungan sekitar kelenteng, sekarang lebih meluas. ”Ini bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata dia. Dipilihnya tukang becak, kata Gunawan, karena pekerja sektor informal tersebut sangat terdampak selama berlangsung pandemi Covid-19.

Alim Sugiantoro menambahkan, dipilihanya masker untuk dibagikan dalam kegiatan baksos karena alat pelindung pernapasan tersebut sangat vital untuk melindungi diri dari penularan virus korona, sebagaimana anjuran pemerintah. Meski sangat vital, tidak semua masyarakat mengutamakan membeli menyusul lesunya ekonomi akibat pandemi virus tersebut.

Baca Juga :  Beralasan Kekurangan Tukang dan Kuli

Dikatan Alim, masker yang dibagikan memang nilainya tidak seberapa. Namun, dia berharap alat pelindung diri tersebut bisa memberikan kemaslahatan atau kebaikan bagi masyarakat agar tidak tertular Covid-19.(ds)

Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban peduli terhadap penderitaan masyarakat kecil yang terdampak pandemi virus korona atau Covid-19 di Tuban. Setelah 24 April lalu membagikan 300 kantong beras yang masing-masing berisi 10 kilogram (kg) dan 1.250 buah masker kepada
duafa dan pedagang kepada lima rukun tetangga (RT) di lingkungan kelenteng, kemarin (12/5) tempat ibadah di Jalan RE Martadinata 1 Tuban itu membagikan 300 kantong beras dengan berat yang sama kepada tukang becak di simpang swalayan Samudra. Dibagian juga 600 buah masker.

Dalam kegiatan baksos tersebut, Alim Sugiantoro, ketua penilik demisioner
dan Gunawan Putra Wirawan, ketua umum demisioner menunjukkan kekompakannya untuk membantu masyarakat kecil. Ketika mengulurkan bantuan kepada tukang becak yang mengantre, mereka yang berdiri berdekatan bergantian menyerahkan paket sembako plus masker. Semangat kebersamaan sebagai pengurus demisioner dan penilik demisioner kelenteng mereka tunjukkan demi membantu kaum duafa. Kekompakan dan kebersamaan keduanya di depan publik setidaknya memamerkan kepada publik terkait tekad bersatunya kepengurusan demisioner kelenteng dalam membantu pemerintah dalam melawan Covid-19. Harapannya, kepedulian mereka menjalar kepada donatur lain yang memiliki tekad yang sama demi saudara-saudara kita yang terdampak Covid-19.

Baca Juga :  Beralasan Kekurangan Tukang dan Kuli

Gunawan kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, kegiatan baksos kedua tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sama sebelumnya. Dikatakan dia, kalau sebelumnya kegiatan fokus pada lingkungan sekitar kelenteng, sekarang lebih meluas. ”Ini bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata dia. Dipilihnya tukang becak, kata Gunawan, karena pekerja sektor informal tersebut sangat terdampak selama berlangsung pandemi Covid-19.

Alim Sugiantoro menambahkan, dipilihanya masker untuk dibagikan dalam kegiatan baksos karena alat pelindung pernapasan tersebut sangat vital untuk melindungi diri dari penularan virus korona, sebagaimana anjuran pemerintah. Meski sangat vital, tidak semua masyarakat mengutamakan membeli menyusul lesunya ekonomi akibat pandemi virus tersebut.

Baca Juga :  Penerimaan PBB-P2 2019 Lampaui Target

Dikatan Alim, masker yang dibagikan memang nilainya tidak seberapa. Namun, dia berharap alat pelindung diri tersebut bisa memberikan kemaslahatan atau kebaikan bagi masyarakat agar tidak tertular Covid-19.(ds)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/