alexametrics
24 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Pemberlakuan PPKM, Pengusaha Kecil Cenderung Sulit Tertib

Radar Tuban – Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro sudah berjalan hingga jilid tiga. Lebih dari satu bulan aturan jam malam maksimal pukul 21.00 diberlakukan.

Selama itu pula tim penertiban Satgas Covid-19 Tuban menertibkan ratusan pelanggar. Beberapa di antaranya para pengusaha kafe dan warkop. Kepala Satpol PP Tuban Hery Muharwanto men jelaskan, selama penerapan PPKM Mikro, pelanggar terbanyak pengusaha kafe, warkop, dan tempat tongkrongan.

Pelanggarannya, mereka buka hingga larut malam. ‘’Beberapa usaha kecil ada yang terang-terangan menggelar pesta dengan mendatangkan 30 – 40 orang hingga larut malam,’’ terangnya kepada Jawa Pos Radar Tuban. Pelanggar berikutnya sektor usaha besar, seperti restoran dan karaoke.

Baca Juga :  Progres Pembangunan JLS dan MPP Sesuai Target

Mereka juga beroperasi di atas pukul 21.00. Namun, saat didatangi petugas, mereka langsung menutup usahanya dan menaati aturan PPKM Mikro. Hery menyampaikan, pengusaha kafe dan warkop yang buka melebihi ketentuan PPKM justru sering memarahi petugas saat diberi teguran untuk tutup.

Salah satunya pengelola kafe Wrong Way di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. Pada razia PPKM Mikro, Rabu (10/3) malam, petugas mendapati karaoke dan sejumlah kafe yang buka hingga pukul 22.00.

‘’Yang karaoke langsung tutup, tapi yang pemilik kafe justru melawan,’’ terang dia. Pejabat yang sudah 19 tahun memimpin satpol PP ini menyampaikan, dalam operasi tersebut, Eko Yuli, pemilik kafe Tektona Jenu dengan sengaja menggelar pesta hingga larut malam dan mengundang sekitar 40 orang di kafenya.

Baca Juga :  Pendistribusian Program Sembako di Soko Layak, Sesuai Keinginan KPM

‘’Saat diminta tutup, justru pemilik kafe marah-marah dan mengusir petugas,’’ terangnya yang m engaku siap menindak tegas pelanggar. Untuk sementara pemilik kafe tersebut diberi sanksi denda sesuai aturan.

Selain denda, lanjut Hery, pelanggar bisa dijerat pidana jika melakukan perlawanan yang berlebihan hingga mengancam petugas. Karena itu, dia mengingatkan kepada pengusaha yang menolak ditertibkan untuk dijerat aturan hukum yang berlaku.

‘’Kalau melawan petugas seperti yang dilakukan pemilik kafe Wrong Way bisa saja dipidanakan,’’ tegas lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Malang ini.

Radar Tuban – Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro sudah berjalan hingga jilid tiga. Lebih dari satu bulan aturan jam malam maksimal pukul 21.00 diberlakukan.

Selama itu pula tim penertiban Satgas Covid-19 Tuban menertibkan ratusan pelanggar. Beberapa di antaranya para pengusaha kafe dan warkop. Kepala Satpol PP Tuban Hery Muharwanto men jelaskan, selama penerapan PPKM Mikro, pelanggar terbanyak pengusaha kafe, warkop, dan tempat tongkrongan.

Pelanggarannya, mereka buka hingga larut malam. ‘’Beberapa usaha kecil ada yang terang-terangan menggelar pesta dengan mendatangkan 30 – 40 orang hingga larut malam,’’ terangnya kepada Jawa Pos Radar Tuban. Pelanggar berikutnya sektor usaha besar, seperti restoran dan karaoke.

Baca Juga :  Progres Pembangunan JLS dan MPP Sesuai Target

Mereka juga beroperasi di atas pukul 21.00. Namun, saat didatangi petugas, mereka langsung menutup usahanya dan menaati aturan PPKM Mikro. Hery menyampaikan, pengusaha kafe dan warkop yang buka melebihi ketentuan PPKM justru sering memarahi petugas saat diberi teguran untuk tutup.

Salah satunya pengelola kafe Wrong Way di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. Pada razia PPKM Mikro, Rabu (10/3) malam, petugas mendapati karaoke dan sejumlah kafe yang buka hingga pukul 22.00.

‘’Yang karaoke langsung tutup, tapi yang pemilik kafe justru melawan,’’ terang dia. Pejabat yang sudah 19 tahun memimpin satpol PP ini menyampaikan, dalam operasi tersebut, Eko Yuli, pemilik kafe Tektona Jenu dengan sengaja menggelar pesta hingga larut malam dan mengundang sekitar 40 orang di kafenya.

Baca Juga :  Tatap Muka SMA-SMK Hanya 50 Persen Siswa

‘’Saat diminta tutup, justru pemilik kafe marah-marah dan mengusir petugas,’’ terangnya yang m engaku siap menindak tegas pelanggar. Untuk sementara pemilik kafe tersebut diberi sanksi denda sesuai aturan.

Selain denda, lanjut Hery, pelanggar bisa dijerat pidana jika melakukan perlawanan yang berlebihan hingga mengancam petugas. Karena itu, dia mengingatkan kepada pengusaha yang menolak ditertibkan untuk dijerat aturan hukum yang berlaku.

‘’Kalau melawan petugas seperti yang dilakukan pemilik kafe Wrong Way bisa saja dipidanakan,’’ tegas lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Malang ini.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/