alexametrics
29.9 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Harus Berani Tes HIV, ODHA Didominasi Usia Produktif

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Usia produktif rentan terjangkiti persebaran HIV/AIDS. Berdasar data orang dengam HIV/AIDS (ODHA) baru selama 2021 sebanyak 133 orang masih didominasi usia produktif. Rinciannya, 94 ODHA usia 25-49 tahun, 21 ODHA usia di atas 50 tahun, 12 ODHA usia 20-24 tahun, dua ODHA usia 15-19 tahun, dan empat ODHA usia 1-14 tahun. 

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Bojonegoro Joni Nur Hariyanto menjelaskan, apabila berdasar jenis kelamin didominasi perempuan. “Sekitar 73 perempuan dan 60 pria,” jelas Joni. 

Adapun penyebaran HIV/AIDS di Bojonegoro itu merata di seluruh kecamatan. Lima kecamatan teratas dengan jumlah kasus ODHA baru terbanyak di antaranya 12 kasus di Kecamatan Bojonegoro, 12 kasus di Kecamatan Dander, 11 kasus di Kecamatan Kapas, 11 kasus di Kecamatan Trucuk, dan 10 kasus di Kecamatan Ngasem. 

Baca Juga :  Produksi Migas di Bojonegoro Diprediksi Terus Menurun

Lalu, tantangan dari tahun ke tahun masih belum bergeser. Yakni seputar edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit HIV/AIDS.  “Khususnya peningkatan kesadaran untuk tes HIV ketika orang bersangkutan itu kerap melakukan aktivitas seksual berisiko tidak pakai kondom atau pengguna narkoba suntik,” ujarnya.

Namun, efek domino HIV/AIDS masih rumit penanggulangannya. Karena terkadang di lapangan puluhan ibu rumah tangga (IRT) menjadi korban terinfeksinya HIV dari suami yang hobi jajan dengan pekerja seks komersial (PSK). Akibatnya, ketika ibu rumah tangga melahirkan anak dan menyusui, si anak berisiko tertular HIV dari air susu ibu (ASI).

“Akibatnya selama 2021 ada usia anak-anak sudah terinfeksi HIV,” bebernya.

Baca Juga :  Nyantai Sambil Beri Makan Burung Dara di Alun-Alun Bojonegoro

HIV dapat dicegah dan dikendalikan apabila masyarakat yang berprilaku seks berisiko itu berani tes HIV. Jadi ketika sudah diketahui positif HIV, orang tersebut wajib patuh mengikuti terapi minum obat antiretroviral (ARV). 

Obat tersebut berguna mengendalikan virus. Saat masih HIV, virusnya masih bisa dikendalikan. Apabila terlambat, virus HIV itu akan berkembang menjadi AIDS.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Usia produktif rentan terjangkiti persebaran HIV/AIDS. Berdasar data orang dengam HIV/AIDS (ODHA) baru selama 2021 sebanyak 133 orang masih didominasi usia produktif. Rinciannya, 94 ODHA usia 25-49 tahun, 21 ODHA usia di atas 50 tahun, 12 ODHA usia 20-24 tahun, dua ODHA usia 15-19 tahun, dan empat ODHA usia 1-14 tahun. 

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Bojonegoro Joni Nur Hariyanto menjelaskan, apabila berdasar jenis kelamin didominasi perempuan. “Sekitar 73 perempuan dan 60 pria,” jelas Joni. 

Adapun penyebaran HIV/AIDS di Bojonegoro itu merata di seluruh kecamatan. Lima kecamatan teratas dengan jumlah kasus ODHA baru terbanyak di antaranya 12 kasus di Kecamatan Bojonegoro, 12 kasus di Kecamatan Dander, 11 kasus di Kecamatan Kapas, 11 kasus di Kecamatan Trucuk, dan 10 kasus di Kecamatan Ngasem. 

Baca Juga :  Pengisian Waduk Gongseng Proses Perizinan

Lalu, tantangan dari tahun ke tahun masih belum bergeser. Yakni seputar edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit HIV/AIDS.  “Khususnya peningkatan kesadaran untuk tes HIV ketika orang bersangkutan itu kerap melakukan aktivitas seksual berisiko tidak pakai kondom atau pengguna narkoba suntik,” ujarnya.

Namun, efek domino HIV/AIDS masih rumit penanggulangannya. Karena terkadang di lapangan puluhan ibu rumah tangga (IRT) menjadi korban terinfeksinya HIV dari suami yang hobi jajan dengan pekerja seks komersial (PSK). Akibatnya, ketika ibu rumah tangga melahirkan anak dan menyusui, si anak berisiko tertular HIV dari air susu ibu (ASI).

“Akibatnya selama 2021 ada usia anak-anak sudah terinfeksi HIV,” bebernya.

Baca Juga :  Prioritas Penyaluran Dana Desa untuk Entas Kemiskinan

HIV dapat dicegah dan dikendalikan apabila masyarakat yang berprilaku seks berisiko itu berani tes HIV. Jadi ketika sudah diketahui positif HIV, orang tersebut wajib patuh mengikuti terapi minum obat antiretroviral (ARV). 

Obat tersebut berguna mengendalikan virus. Saat masih HIV, virusnya masih bisa dikendalikan. Apabila terlambat, virus HIV itu akan berkembang menjadi AIDS.

Artikel Terkait

Most Read

Aktifkan Tujuh Pompa Banjir

SPBU Kota Tetap Buka 24 Jam

Artikel Terbaru

/