alexametrics
28.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Abdulloh Umar: Jembatan TBT Bakal Jadi Pengungkit Ekonomi

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban (TBT) bakal menjadi pengungkit ekonomi warga dua kabupaten. Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar mengapresiasi kinerja pemkab yang berhasil menyelesaikan pembangunan jembatan itu tepat waktu. 

Menurut Umar, Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban bakal membuat arus lalu lintas dua kabupaten itu kian lancar. Sebab, dua kabupaten itu dipisahkan Sungai Bengawan Solo. Selama ini warga dua kabupaten itu menyeberang menggunakan perahu. 

“Hadirnya jembatan ini tentu akan mempermudah akses transportasi dua wilayah itu,” ujarnya. 

Mudahnya akses transportasi itu akan berimbas pada banyak aspek. Baik aspek ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Aspek ekonomi yang paling cepat dirasakan warga. Warga dua kabupaten itu akan mudah melakukan jual beli. 

Baca Juga :  Siap Membuka Prodi Kewirausahaan dan Teknik Kimia

“Tentu ini membuat ekonomi akan semakin meningkat di dua wilayah, ” ujar pria asli Kecamatan Baureno ini. 

Menurut calon ketua DPRD itu, jembatan baru itu juga akan menjadi wisata baru bagi warga. Seperti Jembatan Luwihaji yang diresmikan tahun lalu, kini juga muncul wisata baru. Tentu, Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban juga akan menjadi wisata baru bagi warga. 

Tidak hanya itu, pembangunan di dua wilayah itu juga akan semakin meningkat. Harga komoditas material galian juga akan semakin kompetitif. Itu karena ongkos angkut akan semakin murah karena jarak lebih dekat. 

Umar mengapresiasi Pemkab Bojonegoro berhasil membangun jembatan penghubung dua kabupaten. Dia berharap jembatan itu bisa membuat masyarakat semakin terbantu. Dia berharap sinergitas dua kabupaten ini terus terjalin dan saling menopang. 

Baca Juga :  Keluhkan Sulit Dapat Kayu Jati di Bojonegoro

“Saya ucapkan selamat atas diresmikannya jembatan Kanor-Rengel, ” ujarnya. 

Umar menambahkan, Pemkab Bojonegoro berharap  segera dibangunkan akses jembatan dari Desa Beji, Kecamatan Kedewan tembus Kenduruan, Japrong Kecamatan Jatirogo. Sebab, aksesnya banyak digunakan warga dua kabupaten. Baik Tuban maupun Bojonegoro.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban (TBT) bakal menjadi pengungkit ekonomi warga dua kabupaten. Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar mengapresiasi kinerja pemkab yang berhasil menyelesaikan pembangunan jembatan itu tepat waktu. 

Menurut Umar, Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban bakal membuat arus lalu lintas dua kabupaten itu kian lancar. Sebab, dua kabupaten itu dipisahkan Sungai Bengawan Solo. Selama ini warga dua kabupaten itu menyeberang menggunakan perahu. 

“Hadirnya jembatan ini tentu akan mempermudah akses transportasi dua wilayah itu,” ujarnya. 

Mudahnya akses transportasi itu akan berimbas pada banyak aspek. Baik aspek ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Aspek ekonomi yang paling cepat dirasakan warga. Warga dua kabupaten itu akan mudah melakukan jual beli. 

Baca Juga :  Siap Membuka Prodi Kewirausahaan dan Teknik Kimia

“Tentu ini membuat ekonomi akan semakin meningkat di dua wilayah, ” ujar pria asli Kecamatan Baureno ini. 

Menurut calon ketua DPRD itu, jembatan baru itu juga akan menjadi wisata baru bagi warga. Seperti Jembatan Luwihaji yang diresmikan tahun lalu, kini juga muncul wisata baru. Tentu, Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban juga akan menjadi wisata baru bagi warga. 

Tidak hanya itu, pembangunan di dua wilayah itu juga akan semakin meningkat. Harga komoditas material galian juga akan semakin kompetitif. Itu karena ongkos angkut akan semakin murah karena jarak lebih dekat. 

Umar mengapresiasi Pemkab Bojonegoro berhasil membangun jembatan penghubung dua kabupaten. Dia berharap jembatan itu bisa membuat masyarakat semakin terbantu. Dia berharap sinergitas dua kabupaten ini terus terjalin dan saling menopang. 

Baca Juga :  Kuota Penerima BPUM Bertambah Jadi 19 Ribu UMKM

“Saya ucapkan selamat atas diresmikannya jembatan Kanor-Rengel, ” ujarnya. 

Umar menambahkan, Pemkab Bojonegoro berharap  segera dibangunkan akses jembatan dari Desa Beji, Kecamatan Kedewan tembus Kenduruan, Japrong Kecamatan Jatirogo. Sebab, aksesnya banyak digunakan warga dua kabupaten. Baik Tuban maupun Bojonegoro.

Artikel Terkait

Most Read

Dari Dangdut ke Salawat

49,9 Ribu Liter Miras Dimusnahkan

Gelar #Hands4Diabetes2021 Online Festival

Artikel Terbaru


/