alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Hasil Sewa Kios dan Stan Pedagang

Pendapatan 13 Pasar di Bojonegoro Perlu Digenjot

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pengelola pasar daerah harus berpikir keras. Target pendapatan masih belum maksimal. Hingga Juli lalu, sebanyak 13 pasar daerah baru menghasilkan Rp 1,3 miliar. Tahun ini targetnya mencapai Rp 3,3 miliar.

 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyoeti mengatakan, pendapatan pasar itu diperoleh dari sewa kios atau stan. Para pedagang membayarnya setiap bulan. “Itu ditangani oleh dinas perdagangan,” katanya.

 

Sejauh ini pendapatan dari pasar daerah hanya berasal dari sewa stan atau kios itu. Parkir tidak masuk pendapatan itu. Sebanyak 13 pasar daerah itu, satu di antaranya adalah pasar hewan. Meski demikian, pasar hewan baru dipindah, tetap diberikan target pendapatan asli daerah.

Baca Juga :  Tak Jadi Diganti Lima Pohon Tabebuya, Beban Kontraktor Lebih Ringan
- Advertisement -

 

Ibnu menjelaskan, dulu pendapatan pasar daerah dikelola oleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar. Namun, sejak PD Pasar dibubarkan, dikelola oleh dinas perdagangan. Pendapatan pasar sempat macet saat pandemi. Tahun ini diharapkan pendapatan dari sejumlah pasar daerah bisa terus meningkat melampaui target. “Kami yakin target tercapai, ” ujarnya.

 

Anggota Banggar DPRD Mochlasin Afan mengatakan, pendapatan asli daerah memang banyak. Potensi potensi itu harus dimaksimalkan.

 

Sehingga, bisa tercapai target pendapatan. Namun, dia meminta pemkab memperhatikan dengan baik perkembangan pasar daerah. Sebab, pasar daerah baru pulih dari pandemi.

 

Sehingga, retribusi untuk sewa pada pedagangnya pasti ada yang macet. “Yang macet ini pemkab harus memberikan keringanan,” ujarnya. (zim/rij)

Baca Juga :  Kontraktor Bantuan Keuangan Desa Perlu Serap Pekerja Lokal

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pengelola pasar daerah harus berpikir keras. Target pendapatan masih belum maksimal. Hingga Juli lalu, sebanyak 13 pasar daerah baru menghasilkan Rp 1,3 miliar. Tahun ini targetnya mencapai Rp 3,3 miliar.

 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyoeti mengatakan, pendapatan pasar itu diperoleh dari sewa kios atau stan. Para pedagang membayarnya setiap bulan. “Itu ditangani oleh dinas perdagangan,” katanya.

 

Sejauh ini pendapatan dari pasar daerah hanya berasal dari sewa stan atau kios itu. Parkir tidak masuk pendapatan itu. Sebanyak 13 pasar daerah itu, satu di antaranya adalah pasar hewan. Meski demikian, pasar hewan baru dipindah, tetap diberikan target pendapatan asli daerah.

Baca Juga :  Perlu Optimalkan Restorative Justice di Desa Bojonegoro
- Advertisement -

 

Ibnu menjelaskan, dulu pendapatan pasar daerah dikelola oleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar. Namun, sejak PD Pasar dibubarkan, dikelola oleh dinas perdagangan. Pendapatan pasar sempat macet saat pandemi. Tahun ini diharapkan pendapatan dari sejumlah pasar daerah bisa terus meningkat melampaui target. “Kami yakin target tercapai, ” ujarnya.

 

Anggota Banggar DPRD Mochlasin Afan mengatakan, pendapatan asli daerah memang banyak. Potensi potensi itu harus dimaksimalkan.

 

Sehingga, bisa tercapai target pendapatan. Namun, dia meminta pemkab memperhatikan dengan baik perkembangan pasar daerah. Sebab, pasar daerah baru pulih dari pandemi.

 

Sehingga, retribusi untuk sewa pada pedagangnya pasti ada yang macet. “Yang macet ini pemkab harus memberikan keringanan,” ujarnya. (zim/rij)

Baca Juga :  Konsumsi Listrik Rumah Tangga di Bojonegoro Menurun, Bisnis Tumbuh

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Tantangan Memerdekakan Kemiskinan

Telur Mata Sapi

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat


/