alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Persibo Harus Bersaing dengan 55 Klub di Jatim

Manajemen Persibo Bojonegoro Tebar Janji Bisa Promosi Liga 2

- Advertisement -

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Saling tebar janji bisa membawa Persibo lolos Liga 2. Itulah nuansa saat manajemen Persibo memperkenalkan pelatih beserta staf-stafnya mengarungi Liga 3 Jawa Timur pada September mendatang.

 

Padahal, asa Persibo menembus Liga 2 butuh perjuangan berat. Persibo harus bersaing dengan 55 klub di Jawa Timur yang telah mendaftar Liga 3. Sebanyak klub yang mendaftar itu, banyak klub-klub bergengsi.

- Advertisement -

 

“Proses Persibo mengarungi Liga 3 ini sudah dipersiapkan secara matang. Masdra (pelatih Persibo) merupakan pelatih kenyang pengalaman,” tutur Chief Executive Officer (CEO) Persibo Abdulloh Umar di Gedung EJSC Bakorwil Bojonegoro kemarin (11/8).

 

Manajemen menunjuk head coach Masdra Nurriza. Asiten pelatih Aries Tuansyah, Diego Muhammad. Pelatih kiper Dadang Hari, sport science analyst Yoangga Meinanto, dan masseur Warih Rahman.

Baca Juga :  Gadis ini Buktikan, Lulusan SMA Mampu Berkarir

 

Umar menerangkan, Masdra didampingi enam staf pelatih. Pria juga ketua DPRD itu menargetkan Persibo lolos di Liga 2. “Persiapan sudah sejak lama dengan pemantauan pemain-pemain akan direkrut yakni siap tempur dan memiliki kemampuan, sehingga nanti tinggal memadukan,” ujarnya.

 

Masdra menyampaikan, sebelumnya menjadi pelatih Persekap Kota Pasuruan. Pria asal Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro Kota itu mengaku mengarungi Liga 3 akan dibantu tim solid. “Kami nanti mengoptimalkan penggunaan teknologi melalui analisis video,” tegasnya.

Masdra berjanji membawa sepak bola modern di dalam tubuh Persibo.

Pemain dicari Masrdra harus memenuhi empat indikator yaitu PDEF. Yakni perception, decision, execution, dan fitness. Perception pengetahuan pemain membaca permainan sepak bola. Decision kemampuan pemain membuat keputusan di dalam maupun luar lapangan.

Baca Juga :  Selangkah Lagi Menuju Zona Kuning

 

“Lalu execution aksi atau kemampuan pemain mengeksekusi secara tepat dan cepat. Kemudian fitness merupakan kebugaran pemain, khususnya secara antropometri (postur tubuh) memenuhi kebutuhan kami,” bebernya. (bgs/rij)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Saling tebar janji bisa membawa Persibo lolos Liga 2. Itulah nuansa saat manajemen Persibo memperkenalkan pelatih beserta staf-stafnya mengarungi Liga 3 Jawa Timur pada September mendatang.

 

Padahal, asa Persibo menembus Liga 2 butuh perjuangan berat. Persibo harus bersaing dengan 55 klub di Jawa Timur yang telah mendaftar Liga 3. Sebanyak klub yang mendaftar itu, banyak klub-klub bergengsi.

- Advertisement -

 

“Proses Persibo mengarungi Liga 3 ini sudah dipersiapkan secara matang. Masdra (pelatih Persibo) merupakan pelatih kenyang pengalaman,” tutur Chief Executive Officer (CEO) Persibo Abdulloh Umar di Gedung EJSC Bakorwil Bojonegoro kemarin (11/8).

 

Manajemen menunjuk head coach Masdra Nurriza. Asiten pelatih Aries Tuansyah, Diego Muhammad. Pelatih kiper Dadang Hari, sport science analyst Yoangga Meinanto, dan masseur Warih Rahman.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Pengangguran

 

Umar menerangkan, Masdra didampingi enam staf pelatih. Pria juga ketua DPRD itu menargetkan Persibo lolos di Liga 2. “Persiapan sudah sejak lama dengan pemantauan pemain-pemain akan direkrut yakni siap tempur dan memiliki kemampuan, sehingga nanti tinggal memadukan,” ujarnya.

 

Masdra menyampaikan, sebelumnya menjadi pelatih Persekap Kota Pasuruan. Pria asal Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro Kota itu mengaku mengarungi Liga 3 akan dibantu tim solid. “Kami nanti mengoptimalkan penggunaan teknologi melalui analisis video,” tegasnya.

Masdra berjanji membawa sepak bola modern di dalam tubuh Persibo.

Pemain dicari Masrdra harus memenuhi empat indikator yaitu PDEF. Yakni perception, decision, execution, dan fitness. Perception pengetahuan pemain membaca permainan sepak bola. Decision kemampuan pemain membuat keputusan di dalam maupun luar lapangan.

Baca Juga :  Selangkah Lagi Menuju Zona Kuning

 

“Lalu execution aksi atau kemampuan pemain mengeksekusi secara tepat dan cepat. Kemudian fitness merupakan kebugaran pemain, khususnya secara antropometri (postur tubuh) memenuhi kebutuhan kami,” bebernya. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Telur Mata Sapi

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar


/