alexametrics
30.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Kanor-Rengel Hanya 10 Menit

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jembatan Kanor-Rengel atau Terusan Bojonegoro Tuban (TBT) rencananya diresmikan hari ini (12/1). Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bakal hadir di jembatan dengan panjang 210 meter tersebut. Jembatan ini bakal menjadi akses perekonomian Bojonegoro Tuban. 

Terutama beroperasinya jembatan ini tentu bakal memangkas waktu perjalanan warga Kecamatan Kanor, Bojonegoro dan warga Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Khususnya kendaraan roda empat sebelumnya harus menempuh perjalanan panjang. 

Berdasar aplikasi Google Maps, estimasi jarak Kanor-Rengel (sebelum ada jembatan) via jalur darat sekitar 32 kilometer atau durasi perjalanan 50 menit. Harus memutar melintasi Bojonegoro Kota terlebih dahulu. Saat ini, setelah jembatan beroperasi hanya 10-15 menit. Itu untuk durasi titik antarkecamatan di Kanor dan Rengel.

Kabid Bina Marga 1 Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro Radityo Bismoko mengatakan, peresmian Jembatan Kanor Rengel akan diresmikan oleh Gubernur Khofifah. ‘’Jadwalnya masih tentatif. Kalau tidak jam 11 ya jam 2 siang,’’ katanya kemarin.

Radit melanjutkan, usai dibuka nanti, jembatan itu segera beroperasi. Masyarakat kedua kabupaten bisa dengan mudah melewati dan tidak lagi perlu menyebarang perahu lewat Bengawan Solo. 

Baca Juga :  Target Raperda Belum Tuntas, Sebagian Raperda Kandas

Tahun lalu dinas PU BMPR juga meresmikan jembatan Luwihaji-Medalem. Jembatan itu menghubungkan Bojonegoro-Blora. Peresmian jembatan itu dihadiri menteri dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng).

Radit menjelaskan, jembatan memiliki panjang 210 meter. Lebarnya mencapai 7 meter. Cukup luas untuk keluar masuk kendaraan di wilayah itu. Jembatan itu juga sudah dilengkapi penerangan. Sehingga, saat melintas malam hari tidak lagi gelap.

Jembatan itu diharapkan bisa menjadi pembuka akses ekonomi kedua wilayah. Yakni, wilayah Desa Semambung, Kanor, dan Kecamatan Rengel, Tuban. 

Jembatan itu dibangun PT Dwi Ponggo Seto. Alokasi anggaran disiapkan mencapai Rp 93 miliar. Tahun ini dinas PUBMPR tidak memiliki program pembangunan jembatan besar seperti itu. Pembangunan jembatan difokuskan di jembatan kecil. 

Sementara itu, warga Desa Semambung, Kecamatan Kanor, menyambut antusias beroperasinya Jembatan Kanor-Rengel. Tadi malam (11/1) warga menggelar syukuran membuat tumpeng di lokasi jembatan. Jembatan antarkabupaten akan mempermudah akses warga beraktivitas, salah satunya berdagang.

Sebab, pasca tragedi perahu tenggelam di sekitar lokasi, perahu penyeberangan tidak difungsikan. Warga ingin ke arah Tuban harus memutar ke perahu penyeberangan Desa Kanor dan Desa Gedongarum.

Baca Juga :  Beralasan Kekurangan Tukang dan Kuli

Kepala Desa (Kades) Semambung Neny Rachmawati mengatakan, warga tasyakuran membuat tumpeng dimakan bersama di lokasi jembatan. Sebagai rasa syukur selesainya jalur peghubung Bojonegoro dan Tuban. 

Menurut Kades, jembatan menjadi infrastruktur vital warga, tidak hanya Desa Semambung, namun desa lainnya. Rerata perputaran ekonomi warga desa dari Pasar Rengel, Tuban. Sebaliknya untuk menuju Pasar Sumberrejo terlalu jauh. “Desa kami paling utara sendiri dekat dengan bengawan,” terangnya.

Neny menjelaskan, semenjak terjadi perahu penyeberangan tenggelam, akses transporasi dihentikan. Sehingga warga desa ingin pergi ke Kecamatan Rengel perlu memutar arah. Menggunakan penyeberangan yang berada di Desa Kanor dan Desa Gedongarum. (luk/irv)

Jembatan Besar Melintas Bengawan Solo

-Jembatan Ngraho-Medalem Blora 

-Jembatan Padangan-Cepu Blora.

-Jembatan Padangan-Kasiman

-Jembatan Kalitidu-Malo

-Jembatan Bendungan Gerak Kalitidu-Trucuk

-Jembatan Sosrodilogo jurusan Bojonegoro-Trucuk

-Jembatan Kalikethek jurusan Bojonegoro-Banjarsari

-Jembatan Glendeng jurusan Bojonegoro-Soko Tuban

-Jembatan Kanor-Rengel Tuban.

 

Jembatan di Bojonegoro Terus Meningkat 

2019 1.319 jembatan

2020 1.322 jembatan

2021 1.404 jembatan

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jembatan Kanor-Rengel atau Terusan Bojonegoro Tuban (TBT) rencananya diresmikan hari ini (12/1). Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bakal hadir di jembatan dengan panjang 210 meter tersebut. Jembatan ini bakal menjadi akses perekonomian Bojonegoro Tuban. 

Terutama beroperasinya jembatan ini tentu bakal memangkas waktu perjalanan warga Kecamatan Kanor, Bojonegoro dan warga Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Khususnya kendaraan roda empat sebelumnya harus menempuh perjalanan panjang. 

Berdasar aplikasi Google Maps, estimasi jarak Kanor-Rengel (sebelum ada jembatan) via jalur darat sekitar 32 kilometer atau durasi perjalanan 50 menit. Harus memutar melintasi Bojonegoro Kota terlebih dahulu. Saat ini, setelah jembatan beroperasi hanya 10-15 menit. Itu untuk durasi titik antarkecamatan di Kanor dan Rengel.

Kabid Bina Marga 1 Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro Radityo Bismoko mengatakan, peresmian Jembatan Kanor Rengel akan diresmikan oleh Gubernur Khofifah. ‘’Jadwalnya masih tentatif. Kalau tidak jam 11 ya jam 2 siang,’’ katanya kemarin.

Radit melanjutkan, usai dibuka nanti, jembatan itu segera beroperasi. Masyarakat kedua kabupaten bisa dengan mudah melewati dan tidak lagi perlu menyebarang perahu lewat Bengawan Solo. 

Baca Juga :  Wow, Sudah Terjadi 122 Kebakaran

Tahun lalu dinas PU BMPR juga meresmikan jembatan Luwihaji-Medalem. Jembatan itu menghubungkan Bojonegoro-Blora. Peresmian jembatan itu dihadiri menteri dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng).

Radit menjelaskan, jembatan memiliki panjang 210 meter. Lebarnya mencapai 7 meter. Cukup luas untuk keluar masuk kendaraan di wilayah itu. Jembatan itu juga sudah dilengkapi penerangan. Sehingga, saat melintas malam hari tidak lagi gelap.

Jembatan itu diharapkan bisa menjadi pembuka akses ekonomi kedua wilayah. Yakni, wilayah Desa Semambung, Kanor, dan Kecamatan Rengel, Tuban. 

Jembatan itu dibangun PT Dwi Ponggo Seto. Alokasi anggaran disiapkan mencapai Rp 93 miliar. Tahun ini dinas PUBMPR tidak memiliki program pembangunan jembatan besar seperti itu. Pembangunan jembatan difokuskan di jembatan kecil. 

Sementara itu, warga Desa Semambung, Kecamatan Kanor, menyambut antusias beroperasinya Jembatan Kanor-Rengel. Tadi malam (11/1) warga menggelar syukuran membuat tumpeng di lokasi jembatan. Jembatan antarkabupaten akan mempermudah akses warga beraktivitas, salah satunya berdagang.

Sebab, pasca tragedi perahu tenggelam di sekitar lokasi, perahu penyeberangan tidak difungsikan. Warga ingin ke arah Tuban harus memutar ke perahu penyeberangan Desa Kanor dan Desa Gedongarum.

Baca Juga :  Bojonegoro Belum Miliki Penyelam Bersertifikasi

Kepala Desa (Kades) Semambung Neny Rachmawati mengatakan, warga tasyakuran membuat tumpeng dimakan bersama di lokasi jembatan. Sebagai rasa syukur selesainya jalur peghubung Bojonegoro dan Tuban. 

Menurut Kades, jembatan menjadi infrastruktur vital warga, tidak hanya Desa Semambung, namun desa lainnya. Rerata perputaran ekonomi warga desa dari Pasar Rengel, Tuban. Sebaliknya untuk menuju Pasar Sumberrejo terlalu jauh. “Desa kami paling utara sendiri dekat dengan bengawan,” terangnya.

Neny menjelaskan, semenjak terjadi perahu penyeberangan tenggelam, akses transporasi dihentikan. Sehingga warga desa ingin pergi ke Kecamatan Rengel perlu memutar arah. Menggunakan penyeberangan yang berada di Desa Kanor dan Desa Gedongarum. (luk/irv)

Jembatan Besar Melintas Bengawan Solo

-Jembatan Ngraho-Medalem Blora 

-Jembatan Padangan-Cepu Blora.

-Jembatan Padangan-Kasiman

-Jembatan Kalitidu-Malo

-Jembatan Bendungan Gerak Kalitidu-Trucuk

-Jembatan Sosrodilogo jurusan Bojonegoro-Trucuk

-Jembatan Kalikethek jurusan Bojonegoro-Banjarsari

-Jembatan Glendeng jurusan Bojonegoro-Soko Tuban

-Jembatan Kanor-Rengel Tuban.

 

Jembatan di Bojonegoro Terus Meningkat 

2019 1.319 jembatan

2020 1.322 jembatan

2021 1.404 jembatan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/