alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

45 Titik Perahu Penyeberangan Tetap Lestari

JUMLAH jembatan melintas Bengawan Solo di kawasan Bojonegoro memang sudah cukup banyak. Ada sembilan jembatan penyeberangan Bengawan Solo. Namun di sisi lain keberadaan perahu tambangan atau penyebrangan Bengawan Solo juga masih beroperasi hingga sekarang. Setidaknya masih ada 45 titik perahu penyeberangan beroperasi. 

“Sebelumnya 46 titik, satu titik yakni tambangan di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, yang menenggelamkan belasan penumpang pada awal November 2021 lalu itu sudah ditutup. Jadi sisa 45 titik,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Andik Sudjarwo.

Keberadaan perahu penyeberangan tradisional tentu sangat membantu akses transportasi masyarakat. Namun, pihaknya mengaku secara terus menerus mendorong keselamatan bagi seluruh operator perahu penyeberangan. 

Baca Juga :  33 Desa Bakal Pimilihan Kepala Desa Serentak

Setiap tahunnya, bantuan pelampung dan ring buoy diberikan kepada para operator. Juga memastikan setiap bantuan alat keselamatan itu benar-benar dimanfaatkan operator sesuai standard operational procedure (SOP).

“Tetapi untuk meningkatkan kesadaran atas keselamatan ini harus selalu diingatkan kepada masing-masing operator dan masyarakat sebagai pengguna jasa perahu tambangan,” katanya.

Wewenang dishub hanya edukasi keselamatan. Sebab, perizinan perahu penyeberangan merupakan wewenang Dishub Provinsi Jawa Timur. Sedangkan kelayakan perahu penyeberangan wewenang Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Perlu diketahui ada sembilan jembatan melintasi Bengawan Solo. (selengkapnya lihat grafis). Jembatan ini cukup besar. Dua tahun terakhir ini Pemkab Bojonegoro membangun Jembatan Ngraho-Medalem (Blora) diresmikan Januari 2021. Dan Jembatan Kanor-Rengel (Tuban) diresmikan hari ini. 

Baca Juga :  Sisa Gaji-Katering Belum Dibayar

Sementara itu, Pemkab Bojonegoro terus membangun jembatan. Sejak 2019 jumlah jembatan di Bojonegoro terus meningkat. Beradasar laman Satu Data Bojonegoro pada 2019 jumlah 1.319 jembatan. Pada 2020 bertambah tiga, menjadi 1.322 jembatan. Juga 2021 bertambah 84 jembatan sehingga total kini 1.404 jembatan. (irv)

JUMLAH jembatan melintas Bengawan Solo di kawasan Bojonegoro memang sudah cukup banyak. Ada sembilan jembatan penyeberangan Bengawan Solo. Namun di sisi lain keberadaan perahu tambangan atau penyebrangan Bengawan Solo juga masih beroperasi hingga sekarang. Setidaknya masih ada 45 titik perahu penyeberangan beroperasi. 

“Sebelumnya 46 titik, satu titik yakni tambangan di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, yang menenggelamkan belasan penumpang pada awal November 2021 lalu itu sudah ditutup. Jadi sisa 45 titik,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Andik Sudjarwo.

Keberadaan perahu penyeberangan tradisional tentu sangat membantu akses transportasi masyarakat. Namun, pihaknya mengaku secara terus menerus mendorong keselamatan bagi seluruh operator perahu penyeberangan. 

Baca Juga :  Pantai Cemara Curi Start Buka

Setiap tahunnya, bantuan pelampung dan ring buoy diberikan kepada para operator. Juga memastikan setiap bantuan alat keselamatan itu benar-benar dimanfaatkan operator sesuai standard operational procedure (SOP).

“Tetapi untuk meningkatkan kesadaran atas keselamatan ini harus selalu diingatkan kepada masing-masing operator dan masyarakat sebagai pengguna jasa perahu tambangan,” katanya.

Wewenang dishub hanya edukasi keselamatan. Sebab, perizinan perahu penyeberangan merupakan wewenang Dishub Provinsi Jawa Timur. Sedangkan kelayakan perahu penyeberangan wewenang Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Perlu diketahui ada sembilan jembatan melintasi Bengawan Solo. (selengkapnya lihat grafis). Jembatan ini cukup besar. Dua tahun terakhir ini Pemkab Bojonegoro membangun Jembatan Ngraho-Medalem (Blora) diresmikan Januari 2021. Dan Jembatan Kanor-Rengel (Tuban) diresmikan hari ini. 

Baca Juga :  Alokasi Dana Desa 13 Desa Belum Cair

Sementara itu, Pemkab Bojonegoro terus membangun jembatan. Sejak 2019 jumlah jembatan di Bojonegoro terus meningkat. Beradasar laman Satu Data Bojonegoro pada 2019 jumlah 1.319 jembatan. Pada 2020 bertambah tiga, menjadi 1.322 jembatan. Juga 2021 bertambah 84 jembatan sehingga total kini 1.404 jembatan. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

31 Desa Mengajukan Badan Hukum BUMDes

Santri Melek Teknologi

Tempa Fisik, Baru Teknis

Artikel Terbaru


/