alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Seluruh Kecamatan Mutlak Mengunggulkan Lindra-Riyadi

Radar Tuban – Selama satu dekade Partai Golkar (PG) tidak berada di pemerintahan Kabupaten Tuban. Namun, bukan berarti kharisma partai beringin telah luntur. Itu dibuktikan dengan keunggulan telak Aditya Halindra Farizky, putra Haeny Relawati Rini Widyas tuti, bupati Tuban periode 2001-2011 pada Pilkada Tuban, Rabu (9/12).

Pada pesta demokrasi tersebut, dia berpasangan dengan Riyadi, kader Partai Demokrat. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban dari sejumlah lembaga yang menggelar quick count atau hitung cepat, Lindra-Riyadi (DaDi) unggul di seluruh kecamatan yang berjumlah 20 kecamatan. Perolehan suaranya 422.041 (59,94 persen).

Sementara Khozanah Hidayati-M. Anwar (Aman) yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), rival bebuyutan PG sejak pilkada 2001 hanya meraih 170.443 (24,21 persen) dan Setiajit-RM Armaya Mangkunegara (Setia Negara) 111.661 (15,86 persen).

Merujuk data hitung cepat lembagalem baga tersebut, DaDi menyapu bersih seluruh kecamatan yang dulu menjadi lumbung suara PKB pada pemilu legislatif maupun dua pilkada pada 2011 dan 2015.

Di Kecamatan Montong yang sekaligus kampung halaman Khozanah Hidayati dan bupati Fathul Huda, misalnya. Paslon dengan tagline Mbangun Deso Noto Kutho tersebut meraih 21.148 (62,1 per sen). Sementara Aman hanya 9.550 (28 persen). Dan, Setia Negara 3.321 (9,9 persen).

Baca Juga :  Demokrat Jalin Koalisi dengan Nasdem?

Pada pilkada 2011, kecamatan ini menyumbang 21.735 pundi suara untuk pasangan Fathul Huda-Noor Nahar Hussein (Hudanoor). Sementara paslon PG Kristiawan-Haeny Relawati Rini Widyastuti (Krishaen) hanya 8.735 suara. Begitu juga di Kecamatan Soko. Pada pilkada periode tersebut, Hudanoor meraup 23,533 dan Krihaen 21,235.

Pilkada tahun ini, DaDI mencuri 30.379 (56 persen). Sementara Aman hanya 12.608 (23,2 persen) dan Setia Negara 11.205 (20,8 persen). Kecamatan lumbung suara PKB lainnya yang sekarang ini los alias lepas adalah Plumpang, Jenu, Jatirogo, Senori, Bancar, dan Merakurak.

Dosen komunikasi politik Unirow Tuban Satya Irawati Ningrum mengatakan, ada empat faktor kemenangan Lindra pada pesta demokrasi tahun ini. Pertama, kemenangan tersebut karena faktor ketidakpuasan masyarakat terhadap pemimpinan yang sekarang. Kedua, masyarakat merindukan pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi legasi kepemimpinan Heany Relawati Rini Widyastuti selama dua periode. Ketiga, ekspektasi masyarakat melihat kepiawainan Lindra dalam debat kandidat. Dan, keempat faktor milenial.

‘’Itu yang diwakili Lindra dibanding calon lain, sehingga itu menjadi daya tarik kaum milenial untuk memilihnya,’’ ujar dia.

Plh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban Kasmuri menyatakan, sampai saat ini institusinya masih belum merilis penghitungan suara hasil pilkada. Karena itu, dia enggan mengomentari hasil hitung cepat yang mengunggulkan pasangan DaDi. ‘’Proses rekapitulasi yang dilakukan KPUK baru sampai tahap kecamatan (PPK), sehingga hasilnya belum bisa kami sampaikan. Soal hasil hitung cepat, itu adalah hak setiap orang,’’ katanya.

Baca Juga :  Ajak Perempuan Menyukai Fotografi

Karena itu, lanjut Kasmuri, setiap paslon maupun pendukung paslon diminta untuk tetap bersabar menunggu hasil rekapitulasi resmi dari penyelenggara pemilu.

Saat ini, proses rekapitulasi baru sampai tahap kecamatan. Selanjutnya, Kamis-Minggu (10-14/12) akan dilak sanakan rekapitulasi di tingkat kecamatan. Sedangkan proses rekapitulasi di tingkat kabupaten diagendakan 13-17 Desember. Hasil rekapitulasi resmi diumumkan 23 Desember 2020.

Disinggung soal adanya keberatan dari masing-masing paslon, Kamuri menyampaikan, sampai tadi malam tidak ada pengajuan keberatan yang diajukan. Menurutnya, seluruh proses pilkada, mulai coblosan hingga proses rekap di kecamatan kemarin, tidak ada yang mengajukan keberatan.

‘’Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,’’ tuturnya. Senada disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tuban Sullamul Hadi. Dika takan dia, hingga tadi malam tidak ada laporan yang masuk ke lembaganya. Soal pelanggaran pilkada juga tidak ditemukan. Hanya ada satu kasus remaja yang membuat parodi bagibagi uang. ‘’Hanya itu. Untuk kasus lain dan keberatan tidak ada,’’ tandasnya.

Radar Tuban – Selama satu dekade Partai Golkar (PG) tidak berada di pemerintahan Kabupaten Tuban. Namun, bukan berarti kharisma partai beringin telah luntur. Itu dibuktikan dengan keunggulan telak Aditya Halindra Farizky, putra Haeny Relawati Rini Widyas tuti, bupati Tuban periode 2001-2011 pada Pilkada Tuban, Rabu (9/12).

Pada pesta demokrasi tersebut, dia berpasangan dengan Riyadi, kader Partai Demokrat. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban dari sejumlah lembaga yang menggelar quick count atau hitung cepat, Lindra-Riyadi (DaDi) unggul di seluruh kecamatan yang berjumlah 20 kecamatan. Perolehan suaranya 422.041 (59,94 persen).

Sementara Khozanah Hidayati-M. Anwar (Aman) yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), rival bebuyutan PG sejak pilkada 2001 hanya meraih 170.443 (24,21 persen) dan Setiajit-RM Armaya Mangkunegara (Setia Negara) 111.661 (15,86 persen).

Merujuk data hitung cepat lembagalem baga tersebut, DaDi menyapu bersih seluruh kecamatan yang dulu menjadi lumbung suara PKB pada pemilu legislatif maupun dua pilkada pada 2011 dan 2015.

Di Kecamatan Montong yang sekaligus kampung halaman Khozanah Hidayati dan bupati Fathul Huda, misalnya. Paslon dengan tagline Mbangun Deso Noto Kutho tersebut meraih 21.148 (62,1 per sen). Sementara Aman hanya 9.550 (28 persen). Dan, Setia Negara 3.321 (9,9 persen).

Baca Juga :  Ajak Perempuan Menyukai Fotografi

Pada pilkada 2011, kecamatan ini menyumbang 21.735 pundi suara untuk pasangan Fathul Huda-Noor Nahar Hussein (Hudanoor). Sementara paslon PG Kristiawan-Haeny Relawati Rini Widyastuti (Krishaen) hanya 8.735 suara. Begitu juga di Kecamatan Soko. Pada pilkada periode tersebut, Hudanoor meraup 23,533 dan Krihaen 21,235.

Pilkada tahun ini, DaDI mencuri 30.379 (56 persen). Sementara Aman hanya 12.608 (23,2 persen) dan Setia Negara 11.205 (20,8 persen). Kecamatan lumbung suara PKB lainnya yang sekarang ini los alias lepas adalah Plumpang, Jenu, Jatirogo, Senori, Bancar, dan Merakurak.

Dosen komunikasi politik Unirow Tuban Satya Irawati Ningrum mengatakan, ada empat faktor kemenangan Lindra pada pesta demokrasi tahun ini. Pertama, kemenangan tersebut karena faktor ketidakpuasan masyarakat terhadap pemimpinan yang sekarang. Kedua, masyarakat merindukan pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi legasi kepemimpinan Heany Relawati Rini Widyastuti selama dua periode. Ketiga, ekspektasi masyarakat melihat kepiawainan Lindra dalam debat kandidat. Dan, keempat faktor milenial.

‘’Itu yang diwakili Lindra dibanding calon lain, sehingga itu menjadi daya tarik kaum milenial untuk memilihnya,’’ ujar dia.

Plh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban Kasmuri menyatakan, sampai saat ini institusinya masih belum merilis penghitungan suara hasil pilkada. Karena itu, dia enggan mengomentari hasil hitung cepat yang mengunggulkan pasangan DaDi. ‘’Proses rekapitulasi yang dilakukan KPUK baru sampai tahap kecamatan (PPK), sehingga hasilnya belum bisa kami sampaikan. Soal hasil hitung cepat, itu adalah hak setiap orang,’’ katanya.

Baca Juga :  Terus Merugi,  PD Pasar Akhirnya Dibubarkan 

Karena itu, lanjut Kasmuri, setiap paslon maupun pendukung paslon diminta untuk tetap bersabar menunggu hasil rekapitulasi resmi dari penyelenggara pemilu.

Saat ini, proses rekapitulasi baru sampai tahap kecamatan. Selanjutnya, Kamis-Minggu (10-14/12) akan dilak sanakan rekapitulasi di tingkat kecamatan. Sedangkan proses rekapitulasi di tingkat kabupaten diagendakan 13-17 Desember. Hasil rekapitulasi resmi diumumkan 23 Desember 2020.

Disinggung soal adanya keberatan dari masing-masing paslon, Kamuri menyampaikan, sampai tadi malam tidak ada pengajuan keberatan yang diajukan. Menurutnya, seluruh proses pilkada, mulai coblosan hingga proses rekap di kecamatan kemarin, tidak ada yang mengajukan keberatan.

‘’Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,’’ tuturnya. Senada disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tuban Sullamul Hadi. Dika takan dia, hingga tadi malam tidak ada laporan yang masuk ke lembaganya. Soal pelanggaran pilkada juga tidak ditemukan. Hanya ada satu kasus remaja yang membuat parodi bagibagi uang. ‘’Hanya itu. Untuk kasus lain dan keberatan tidak ada,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/