alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

SEMANGAT GOTONG-ROYONG MEREBUT KEMENANGAN PILKADA 2020

TUBAN, Radar Tuban-Semangat gotong-royong seluruh kader, anak ranting, PAC, DPC, DPD, dan DPP Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) untuk bersama-sama rakyat memenangkan pilkada serentak 2020 digelorakan  Sekjen DPP PDIP Ir. Hasto Krstiyanto, MM. Itu disampaikannya saat memberikan orasi politik dalam Konsolidasi Internal DPC PDIP Tuban di Fave Hotel Tuban, Senin (9/12). 

Hadir ratusan pengurus anak ranting, PAC, DPC, dan kader banteng moncong putih. Konsolidasi sebagai momentum kaderisasi tersebut juga dihadiri anggota Fraksi PDIP DPR Abidin Fikri, SH, MH; anggota Fraksi PDIP DPR  sekaligus Ketua Umum PP Pagar Nusa NU M. Nabil Harun; Wakil Ketua Bidang Komunitas Seni Budaya DPD PDIP Jatim Ony Setiyawan; Ketua DPC PDIP Tuban Andhi Hartanto, S. Pd beserta pengurus, dan anggota Fraksi PDIP DPRD Tuban. 

Hadir pula bacabup-bacawabup. Antara lain, Adi Widodo, ST;  Eko Wahyudi; H. Afwan Maksum, SE, QIA ; H. Setiajit, SH, MM ;   Santoso ; M. Chamim Amir ; Suryo Widodo ; Agus Maimun, SE, M. HP ; Amir Burhannudin, SH; Yasmiatun; Warih Satri Setiawan, dan Raymond Inti Wirawan. 

Hasto dalam sambutannya mengapresiasi kinerja DPC PDIP Tuban. Selain  membangun kantor partai, DPC juga dinilai sukses menjaring banyak bacabup-bacawabup dalam penjaringan.  ‘’Semoga nanti mengangkat marwah dan sejarah partai kita di Tuban. Sekarang tiba saatnya kita bangkit setelah 20 tahun berpuasa. Kita harapkan setelah proses kaderisasi ini, kita bisa mendorong pemimpin terbaik yang diusung PDIP untuk kita menangkan bersama-sama. Luar biasa bakal calon. Laris manis, yang daftar 18 orang,’’ kata politikus senior asal Jogjakarta itu. 

Hasto juga menyampaikan kebanggaannya dan bersyukur dengan bagusnya progres PDIP di Tuban. Di hadapan forum, dia juga menyampaikan salam  Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri kepada seluruh anak ranting, PAC, dan DPC yang merupakan kekuatan utama partainya dan selalu berada di tengah-tengah masyarakat. ‘’Intisari dari kekuatan partai kita adalah mereka yang berjibaku menjadi barisan banteng-banteng yang setia kepada Bung Karno, proklamator kemerdekaan Indonesia. Karena itulah, haram hukumnya bagi pimpinan partai untuk tidak bergerak ke bawah karena kekuatan PDIP adalah satu napas bersama. Turun ke bawah. Itulah kekuatan partai,’’ tegas dia berapi-api dan disambut aplaus seluruh undangan. 

Hasto menegaskan, PDIP bukanlah partai elit. Partainya lahir dan dibesarkan oleh rakyat. Karena itu, mereka yang menjadi pemimpin partai dan anggota fraksi, namun kemudian melupakan pergerakan rakyat, tidak pantas mengaku sebagai kader PDIP. 

Dia juga mengatakan, Kongres V PDIP memutuskan jati diri PDIP  adalah sebagai partai pelopor. Dan, untuk menjadi partai pelopor harus berdisiplin. 

Disiplin dalam ideologi, disiplin dalam teori, disiplin dalam pergerakan untuk rakyat, disiplin waktu, dan lainnya. 

Baca Juga :  Selama PPKM Tanpa Pemasukan, Seniman Desak Solusi dari Pemkab

Pria jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu juga memupuk rasa nasionalisme seluruh hadirin terkait falsafah negara Indonesia yang meletakkan Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila yang digali dari bumi Indonesia, menurut Hasto, memiliki makna nilai-nilai ketuhanan dengan semangat gotong-royong. Di dalamnya juga terkandung keberagaman, peradaban, kebudayaan, dan potensi alam Indonesia yang menunjukkan bangsa yang besar. ”Indonesia luar biasa,” kata dia menggerokan semangat. 

Apalagi, kata Hasto, di Tuban semangatnya harus Ronggolawe. Semangatnya harus semangat banteng sebagai kader ideologi PDIP. Karena itu, disiplin ideologi sebagai partai pelopor harus memegang makna ketuhanan dengan semangat kemanusiaan. Membangun persaudaraan, persatuan. ‘’Sebagai kesadaran ideologi partai pelopor, kita harus disiplin dalam ideologi. Karena itu, kita harus bangun. Membangun kesadaran disiplin dimulai dari kesadaran ideologi. Disiplin berpikir. Berbicara pun kita harus displin. Tindakan disiplin. Itu partai pelopor,’’ tegas dia.

Hasto juga mengupas makna  partainya sebagai partai sandal jepit. Filosofi tersebut harus dimaknai sebagai partai yang penuh rendah hati. Tak ingin menyakiti rakyat, karena PDIP  bagian dari rakyat. Sebagai tenggorokan bagi rakyat untuk menyampaikan suaranya. Amanat dari rakyat itu sendiri. 

Karena itu, hukumnya dilarang menyakiti rakyat yang tertindas. Sebaliknya, PDIP harus membawa sebuah harapan bagi rakyat. Dia juga mengingatkan untuk marawat lingkungan, memayu hayuning bawana dalam seluruh aspek kehidupan. 

Hasto menambahkan, pilkada bagi PDIP adalah momentum untuk melakukan konsolidasi. Memperkuat mekanisme kelembagaan partai agar menghasilkan pemimpin terbaik. Pemimpin yang mampu membawa perubahan bagi rakyatnya. Pemimpin yang kepemimpinannya senapas dengan Presiden Joko Widodo. 

Terkait langkah partainya dalam menghadapi Pilkada 2020, kata Hasto, DPP PDIP telah melakukan survei hingga 20 Desember mendatang. Setelah itu, awal Januari, partainya menetapkan rekomendasi. Proses berikutnya melakukan psikotes untuk mengetahui kepemimpinan dan kepribadian masing-masing bacabup-bacawabup. Karena itu, pihaknya mewanti-wanti agar tidak memercayai apabila ada yang mengatasnamakan dan meminta dana. 

Menurut dia, PDIP menerapkan semangat gotong-royong sebagai kepribadian bangsa. Inti dari Pancasila. Salah satu prinsip itulah yang dipegang teguh PDIP pada pilpres. Hasilnya, PDIP dipercaya rakyat dan memenangkan pemilu pada 18 provinsi.   

‘’Mari kita tingkatkan pembelajaran gagasan positif untuk negara bukan untuk memperkaya diri. Karena kelahiran partai ini didedikasikan untuk bangsa. Kami sangat senang melihat semangat saudara sekalian. Semangat membangun organisasi. Perkuat daerah lemah. Napas kepartaian bergerak. Kekuatan kita untuk menjaga NKRI dan kebhinekaan,’’ pesannya.  

Pria 53 tahun itu lebih lanjut menyampaikan, pilkada adalah proses penguatan kelembagaan kepemimpinan partai. Karena itu, dia memberikan pesan khusus kepada seluruh calon dari partainya. ”Masih banyak ruang pengabdian. Karena nantinya yang direkomendasikan hanya satu,” tegas Hasto. 

Baca Juga :  Pembangunan Gedung Baru Dewan Bojonegoro Tersisa Tiga Bulan

Terpenting, tegas dia, calon kepala daerah diharapkan mengemban semangat berdikari atau  berdiri di atas kaki sendiri. Dan, para calon yang akan direkomendasikan nantinya bisa menyatu dengan napas kehidupan rakyat bersama banteng PDIP. ”Satu tekad, spirit arti perjuangan. Melakukan bersama-sama dalam rangka satu barisan, bisa menang, PDIP akan menang!” tandas mantan anggota FPDIP DPR RI itu.

Sambil menunggu rekomendasi, Hasto mengingatkan seluruh jajaran partainya untuk terus meningkatkan konsolidasi. Pada 10-12 Januari 2020 akan digelar Rakernas I sekaligus peringatan HUT PDIP di Jakarta. Salah satu agendanya  mengonsolidasikan seluruh kepartaian. Setelah Kongres V tersebut, PDIP berharap menjadi trend center.  

Rakernas sebagai momentum konsolidasi dengan pemerintahan Joko Widodo. Rakernas sebagai momentum pilkada serentak. Momentum untuk melakukan evaluasi setelah Kongres V dan menyiapkan konsolidasi pembentukan PAC hingga anak ranting. ‘’Mulai sekarang lakukan pemetaan politik. Kita harus semangat gotong-royong. Siapa tokoh yang kita rekrut, tugas PAC menyiapkan kepemimpinan supaya proses regenerasi berjalan dengan baik,’ tandas dia.  

Menjelang pilkada, Hasto berharap segera dibentuk badan partai yang menjadi wadah ekpresi bagi setiap tokoh masyarakat untuk bisa bergabung dengan PDIP. 

Dia juga berharap kegotongroyongan semakin ditingkatkan dan mampu menjalankan keputusan Kongres V. Yakni, pada 2024 PDIP menang pemilu yang ketiga kalinya.   ‘’Selamat berjuang bagi para calon. Dan, kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PDIP. Hati-hati kadang banyak yang mengatasnamakan DPP main tipu, minta dana. Kalau itu terjadi, itu tidak benar. Kami sudah kirim edaran. Kalau ada calon menerima telepon untuk mengirim dana kemudian dia transfer, maka calon itu malah kami coret. Dan, kami tegaskan seluruh rekomendasi yang kami keluarkan atas dasar pertimbangan yang objektif,’’ tandas dia. 

Hasto juga mengatakan, sejumlah pertimbangan menjadi parameter penentuan rekomendasi partai. Di antaranya, berdasarkan hasil survei, kemampuan menjadi pemimpin yang membawa harapan perubahan untuk menyelesaikan permasalahan rakyat, personalnya yang  baik dan sesuai hasil psikotes. Serta komitmen dalam membangun Kabupaten Tuban. 

Ketua DPC PDIP Tuban Andhi Hartanto, S. Pd dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, anggota DPR RI, pengurus DPD PDIP Jatim, serta seluruh pengurus anak ranting, PAC, dan pengurus DPC. 

Setelah proses penjaringan bacabup-bacawabup disampaikan kepada DPD dan DPP PDIP, saat ini DPC masih melakukan koordinasi, konsolidasi, dan komunikasi dengan seluruh bacabup-bacawabup agar PDIP mendapat pemimpin terbaik untuk Tuban.

TUBAN, Radar Tuban-Semangat gotong-royong seluruh kader, anak ranting, PAC, DPC, DPD, dan DPP Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) untuk bersama-sama rakyat memenangkan pilkada serentak 2020 digelorakan  Sekjen DPP PDIP Ir. Hasto Krstiyanto, MM. Itu disampaikannya saat memberikan orasi politik dalam Konsolidasi Internal DPC PDIP Tuban di Fave Hotel Tuban, Senin (9/12). 

Hadir ratusan pengurus anak ranting, PAC, DPC, dan kader banteng moncong putih. Konsolidasi sebagai momentum kaderisasi tersebut juga dihadiri anggota Fraksi PDIP DPR Abidin Fikri, SH, MH; anggota Fraksi PDIP DPR  sekaligus Ketua Umum PP Pagar Nusa NU M. Nabil Harun; Wakil Ketua Bidang Komunitas Seni Budaya DPD PDIP Jatim Ony Setiyawan; Ketua DPC PDIP Tuban Andhi Hartanto, S. Pd beserta pengurus, dan anggota Fraksi PDIP DPRD Tuban. 

Hadir pula bacabup-bacawabup. Antara lain, Adi Widodo, ST;  Eko Wahyudi; H. Afwan Maksum, SE, QIA ; H. Setiajit, SH, MM ;   Santoso ; M. Chamim Amir ; Suryo Widodo ; Agus Maimun, SE, M. HP ; Amir Burhannudin, SH; Yasmiatun; Warih Satri Setiawan, dan Raymond Inti Wirawan. 

Hasto dalam sambutannya mengapresiasi kinerja DPC PDIP Tuban. Selain  membangun kantor partai, DPC juga dinilai sukses menjaring banyak bacabup-bacawabup dalam penjaringan.  ‘’Semoga nanti mengangkat marwah dan sejarah partai kita di Tuban. Sekarang tiba saatnya kita bangkit setelah 20 tahun berpuasa. Kita harapkan setelah proses kaderisasi ini, kita bisa mendorong pemimpin terbaik yang diusung PDIP untuk kita menangkan bersama-sama. Luar biasa bakal calon. Laris manis, yang daftar 18 orang,’’ kata politikus senior asal Jogjakarta itu. 

Hasto juga menyampaikan kebanggaannya dan bersyukur dengan bagusnya progres PDIP di Tuban. Di hadapan forum, dia juga menyampaikan salam  Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri kepada seluruh anak ranting, PAC, dan DPC yang merupakan kekuatan utama partainya dan selalu berada di tengah-tengah masyarakat. ‘’Intisari dari kekuatan partai kita adalah mereka yang berjibaku menjadi barisan banteng-banteng yang setia kepada Bung Karno, proklamator kemerdekaan Indonesia. Karena itulah, haram hukumnya bagi pimpinan partai untuk tidak bergerak ke bawah karena kekuatan PDIP adalah satu napas bersama. Turun ke bawah. Itulah kekuatan partai,’’ tegas dia berapi-api dan disambut aplaus seluruh undangan. 

Hasto menegaskan, PDIP bukanlah partai elit. Partainya lahir dan dibesarkan oleh rakyat. Karena itu, mereka yang menjadi pemimpin partai dan anggota fraksi, namun kemudian melupakan pergerakan rakyat, tidak pantas mengaku sebagai kader PDIP. 

Dia juga mengatakan, Kongres V PDIP memutuskan jati diri PDIP  adalah sebagai partai pelopor. Dan, untuk menjadi partai pelopor harus berdisiplin. 

Disiplin dalam ideologi, disiplin dalam teori, disiplin dalam pergerakan untuk rakyat, disiplin waktu, dan lainnya. 

Baca Juga :  808 Anak di Bawah Umur Kawin Dini

Pria jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu juga memupuk rasa nasionalisme seluruh hadirin terkait falsafah negara Indonesia yang meletakkan Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila yang digali dari bumi Indonesia, menurut Hasto, memiliki makna nilai-nilai ketuhanan dengan semangat gotong-royong. Di dalamnya juga terkandung keberagaman, peradaban, kebudayaan, dan potensi alam Indonesia yang menunjukkan bangsa yang besar. ”Indonesia luar biasa,” kata dia menggerokan semangat. 

Apalagi, kata Hasto, di Tuban semangatnya harus Ronggolawe. Semangatnya harus semangat banteng sebagai kader ideologi PDIP. Karena itu, disiplin ideologi sebagai partai pelopor harus memegang makna ketuhanan dengan semangat kemanusiaan. Membangun persaudaraan, persatuan. ‘’Sebagai kesadaran ideologi partai pelopor, kita harus disiplin dalam ideologi. Karena itu, kita harus bangun. Membangun kesadaran disiplin dimulai dari kesadaran ideologi. Disiplin berpikir. Berbicara pun kita harus displin. Tindakan disiplin. Itu partai pelopor,’’ tegas dia.

Hasto juga mengupas makna  partainya sebagai partai sandal jepit. Filosofi tersebut harus dimaknai sebagai partai yang penuh rendah hati. Tak ingin menyakiti rakyat, karena PDIP  bagian dari rakyat. Sebagai tenggorokan bagi rakyat untuk menyampaikan suaranya. Amanat dari rakyat itu sendiri. 

Karena itu, hukumnya dilarang menyakiti rakyat yang tertindas. Sebaliknya, PDIP harus membawa sebuah harapan bagi rakyat. Dia juga mengingatkan untuk marawat lingkungan, memayu hayuning bawana dalam seluruh aspek kehidupan. 

Hasto menambahkan, pilkada bagi PDIP adalah momentum untuk melakukan konsolidasi. Memperkuat mekanisme kelembagaan partai agar menghasilkan pemimpin terbaik. Pemimpin yang mampu membawa perubahan bagi rakyatnya. Pemimpin yang kepemimpinannya senapas dengan Presiden Joko Widodo. 

Terkait langkah partainya dalam menghadapi Pilkada 2020, kata Hasto, DPP PDIP telah melakukan survei hingga 20 Desember mendatang. Setelah itu, awal Januari, partainya menetapkan rekomendasi. Proses berikutnya melakukan psikotes untuk mengetahui kepemimpinan dan kepribadian masing-masing bacabup-bacawabup. Karena itu, pihaknya mewanti-wanti agar tidak memercayai apabila ada yang mengatasnamakan dan meminta dana. 

Menurut dia, PDIP menerapkan semangat gotong-royong sebagai kepribadian bangsa. Inti dari Pancasila. Salah satu prinsip itulah yang dipegang teguh PDIP pada pilpres. Hasilnya, PDIP dipercaya rakyat dan memenangkan pemilu pada 18 provinsi.   

‘’Mari kita tingkatkan pembelajaran gagasan positif untuk negara bukan untuk memperkaya diri. Karena kelahiran partai ini didedikasikan untuk bangsa. Kami sangat senang melihat semangat saudara sekalian. Semangat membangun organisasi. Perkuat daerah lemah. Napas kepartaian bergerak. Kekuatan kita untuk menjaga NKRI dan kebhinekaan,’’ pesannya.  

Pria 53 tahun itu lebih lanjut menyampaikan, pilkada adalah proses penguatan kelembagaan kepemimpinan partai. Karena itu, dia memberikan pesan khusus kepada seluruh calon dari partainya. ”Masih banyak ruang pengabdian. Karena nantinya yang direkomendasikan hanya satu,” tegas Hasto. 

Baca Juga :  Besok Terakhir Pencarian

Terpenting, tegas dia, calon kepala daerah diharapkan mengemban semangat berdikari atau  berdiri di atas kaki sendiri. Dan, para calon yang akan direkomendasikan nantinya bisa menyatu dengan napas kehidupan rakyat bersama banteng PDIP. ”Satu tekad, spirit arti perjuangan. Melakukan bersama-sama dalam rangka satu barisan, bisa menang, PDIP akan menang!” tandas mantan anggota FPDIP DPR RI itu.

Sambil menunggu rekomendasi, Hasto mengingatkan seluruh jajaran partainya untuk terus meningkatkan konsolidasi. Pada 10-12 Januari 2020 akan digelar Rakernas I sekaligus peringatan HUT PDIP di Jakarta. Salah satu agendanya  mengonsolidasikan seluruh kepartaian. Setelah Kongres V tersebut, PDIP berharap menjadi trend center.  

Rakernas sebagai momentum konsolidasi dengan pemerintahan Joko Widodo. Rakernas sebagai momentum pilkada serentak. Momentum untuk melakukan evaluasi setelah Kongres V dan menyiapkan konsolidasi pembentukan PAC hingga anak ranting. ‘’Mulai sekarang lakukan pemetaan politik. Kita harus semangat gotong-royong. Siapa tokoh yang kita rekrut, tugas PAC menyiapkan kepemimpinan supaya proses regenerasi berjalan dengan baik,’ tandas dia.  

Menjelang pilkada, Hasto berharap segera dibentuk badan partai yang menjadi wadah ekpresi bagi setiap tokoh masyarakat untuk bisa bergabung dengan PDIP. 

Dia juga berharap kegotongroyongan semakin ditingkatkan dan mampu menjalankan keputusan Kongres V. Yakni, pada 2024 PDIP menang pemilu yang ketiga kalinya.   ‘’Selamat berjuang bagi para calon. Dan, kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PDIP. Hati-hati kadang banyak yang mengatasnamakan DPP main tipu, minta dana. Kalau itu terjadi, itu tidak benar. Kami sudah kirim edaran. Kalau ada calon menerima telepon untuk mengirim dana kemudian dia transfer, maka calon itu malah kami coret. Dan, kami tegaskan seluruh rekomendasi yang kami keluarkan atas dasar pertimbangan yang objektif,’’ tandas dia. 

Hasto juga mengatakan, sejumlah pertimbangan menjadi parameter penentuan rekomendasi partai. Di antaranya, berdasarkan hasil survei, kemampuan menjadi pemimpin yang membawa harapan perubahan untuk menyelesaikan permasalahan rakyat, personalnya yang  baik dan sesuai hasil psikotes. Serta komitmen dalam membangun Kabupaten Tuban. 

Ketua DPC PDIP Tuban Andhi Hartanto, S. Pd dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, anggota DPR RI, pengurus DPD PDIP Jatim, serta seluruh pengurus anak ranting, PAC, dan pengurus DPC. 

Setelah proses penjaringan bacabup-bacawabup disampaikan kepada DPD dan DPP PDIP, saat ini DPC masih melakukan koordinasi, konsolidasi, dan komunikasi dengan seluruh bacabup-bacawabup agar PDIP mendapat pemimpin terbaik untuk Tuban.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/