alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Airlangga Hartarto: Visi Bersama dan Semangat Kolaborasi Kunci Utama

JAKARTA – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi penyelenggaraan Konferensi Regional Pembangunan Industri (Regional Conference on Industrial Development (RCID) ke-2. Dalam sambutan dilakukan secara hybrid di Hotel Fairmont, Senayan, Rabu (10/11/2021) siang, Airlangga Hartarto berharap akan adanya terobosan komitmen percepatan implementasi Industri 4.0, untuk industri yang inklusif dan berkelanjutan, sebagaimana tema dari konferensi ini.
“Visi bersama, semangat kolaborasi, dan langkah kebersamaan, menjadi kunci utama kebangkitan sektor industri di kawasan Asia Pasifik, terutama menghadapi pandemi Covid-19,” kata Airlangga dalam pidato pembukaannya.
RICD ini diselenggarakan Kementerian Perindustrian bersama United Nations on Industrial Development Organization (UNIDO) pada Rabu dan Kamis (11/11), dengan mengusung tema “Acceleration of Industry 4.0 for Inclusive and Sustainable Industrialization”.
Acara pembukaan dihadiri Presiden Joko Widodo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Li Yong (Direktur Jenderal UNIDO), Nurul Majid Mahmud Humayun (Menteri Perindustrian Bangladesh), Wimal Weerawansa (Menteri Perindustrian Sri Lanka), Valerie Julliand, (Resident Coordinator United Nations Indonesia), Bernardo Calzadilla Sarmiento (Managing Director UNIDO), serta sejumlah Duta Besar negara sahabat.
“Saya masih ingat ketika membuka RICD pertama di Bali, tahun 2018, saat itu kami memiliki semangat bersama, untuk membangun industri di daerah, yang dituangkan dalam Agenda Bali Industri 4.0. Setelah berjalan selama tiga tahun, saya yakin sudah banyak kemajuan implementasi Bali Agenda on Industri 4.0 yang membawa kemajuan,” kata Airlangga Hartarto.
Menko Perekonomian juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)  mengharapkan the 2nd RCID mengambil tema “Unlocking the Potential of Industry 4.0 for Developing Countries” dapat menghasilkan gagasan dan terobosan dalam mempercepat penerapan Industri 4.0, di negara berkembang dan kurang berkembang.
Khususnya aspek partisipasi UMKM pada global value chain (GVC), penguatan sumber daya manusia UMKM, implementasi sirkular ekonomi, dan optimalisasi penggunaan sumber daya alam melalui industri hijau, pada masa pandemi Covid-19 dan seterusnya.
Bagi Indonesia, The 2nd RCID ini, merupakan momentum sangat strategis, bagi Ke-Ketua-an (Presidensi) G20 Indonesia, akan dimulai 1 Desember 2021, dengan tema besar “Recover Stronger, Recover Together”.
“Tema tersebut menetapkan visi, bahwa tidak ada tertinggal, dan pemulihan dari krisis ekonomi disebabkan pandemi, bukanlah sebuah kontes. Tema ini menunjukkan harapan dan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi dalam kemitraan global, sebagai upaya mengatasi dampak pandemi,” papar Airlangga Hartarto.
“Pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, akan difokuskan beberapa pilar, yaitu untuk mendorong produktivitas, meningkatkan stabilitas dan ketahanan ekonomi, memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta memberdayakan lingkungan dan kemitraan,” kata Ketua Umum Partai Golkar itu.
Airlangga mengemukakan kebanggaannya karena untuk kali pertama isu industri masuk menjadi salah satu isu utama.
Hal ini ditunjukkan dengan penambahan sektor industri ke dalam Trade Investment and Industry Working Group (TIIWG) G20. TIIWG akan fokus memberikan pemulihan kuat bagi ekonomi G20, termasuk dengan membuat kemajuan dalam diskusi G20 tentang Industri 4.0, untuk pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam konteks itu, The 2nd RCID ini dapat dianggap sebagai forum pengantar, untuk membahas isu-isu terkait industri 4.0, dan mempersiapkan masukan Regional Asia-Pasifik untuk dibahas dalam forum G20.
“Melalui konferensi ini, saya mengharapkan, kita semua dapat berbagi pengalaman dan pencapaian, tentang Industri 4.0 di wilayah kita,  terutama dalam mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi,” ungkap Airlangga Hartarto.
“Semoga kita bersama-sama, dapat melewati badai pandemi Covid-19 ini, dan dapat segera pulih, menjadi lebih baik dan lebih maju–Recover Together, Recover Stronger,” pungkas Airlangga.

Baca Juga :  Pidato HUT ke-57 Golkar, Presiden Apresiasi Penanganan Pandemi

JAKARTA – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi penyelenggaraan Konferensi Regional Pembangunan Industri (Regional Conference on Industrial Development (RCID) ke-2. Dalam sambutan dilakukan secara hybrid di Hotel Fairmont, Senayan, Rabu (10/11/2021) siang, Airlangga Hartarto berharap akan adanya terobosan komitmen percepatan implementasi Industri 4.0, untuk industri yang inklusif dan berkelanjutan, sebagaimana tema dari konferensi ini.
“Visi bersama, semangat kolaborasi, dan langkah kebersamaan, menjadi kunci utama kebangkitan sektor industri di kawasan Asia Pasifik, terutama menghadapi pandemi Covid-19,” kata Airlangga dalam pidato pembukaannya.
RICD ini diselenggarakan Kementerian Perindustrian bersama United Nations on Industrial Development Organization (UNIDO) pada Rabu dan Kamis (11/11), dengan mengusung tema “Acceleration of Industry 4.0 for Inclusive and Sustainable Industrialization”.
Acara pembukaan dihadiri Presiden Joko Widodo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Li Yong (Direktur Jenderal UNIDO), Nurul Majid Mahmud Humayun (Menteri Perindustrian Bangladesh), Wimal Weerawansa (Menteri Perindustrian Sri Lanka), Valerie Julliand, (Resident Coordinator United Nations Indonesia), Bernardo Calzadilla Sarmiento (Managing Director UNIDO), serta sejumlah Duta Besar negara sahabat.
“Saya masih ingat ketika membuka RICD pertama di Bali, tahun 2018, saat itu kami memiliki semangat bersama, untuk membangun industri di daerah, yang dituangkan dalam Agenda Bali Industri 4.0. Setelah berjalan selama tiga tahun, saya yakin sudah banyak kemajuan implementasi Bali Agenda on Industri 4.0 yang membawa kemajuan,” kata Airlangga Hartarto.
Menko Perekonomian juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)  mengharapkan the 2nd RCID mengambil tema “Unlocking the Potential of Industry 4.0 for Developing Countries” dapat menghasilkan gagasan dan terobosan dalam mempercepat penerapan Industri 4.0, di negara berkembang dan kurang berkembang.
Khususnya aspek partisipasi UMKM pada global value chain (GVC), penguatan sumber daya manusia UMKM, implementasi sirkular ekonomi, dan optimalisasi penggunaan sumber daya alam melalui industri hijau, pada masa pandemi Covid-19 dan seterusnya.
Bagi Indonesia, The 2nd RCID ini, merupakan momentum sangat strategis, bagi Ke-Ketua-an (Presidensi) G20 Indonesia, akan dimulai 1 Desember 2021, dengan tema besar “Recover Stronger, Recover Together”.
“Tema tersebut menetapkan visi, bahwa tidak ada tertinggal, dan pemulihan dari krisis ekonomi disebabkan pandemi, bukanlah sebuah kontes. Tema ini menunjukkan harapan dan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi dalam kemitraan global, sebagai upaya mengatasi dampak pandemi,” papar Airlangga Hartarto.
“Pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, akan difokuskan beberapa pilar, yaitu untuk mendorong produktivitas, meningkatkan stabilitas dan ketahanan ekonomi, memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta memberdayakan lingkungan dan kemitraan,” kata Ketua Umum Partai Golkar itu.
Airlangga mengemukakan kebanggaannya karena untuk kali pertama isu industri masuk menjadi salah satu isu utama.
Hal ini ditunjukkan dengan penambahan sektor industri ke dalam Trade Investment and Industry Working Group (TIIWG) G20. TIIWG akan fokus memberikan pemulihan kuat bagi ekonomi G20, termasuk dengan membuat kemajuan dalam diskusi G20 tentang Industri 4.0, untuk pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam konteks itu, The 2nd RCID ini dapat dianggap sebagai forum pengantar, untuk membahas isu-isu terkait industri 4.0, dan mempersiapkan masukan Regional Asia-Pasifik untuk dibahas dalam forum G20.
“Melalui konferensi ini, saya mengharapkan, kita semua dapat berbagi pengalaman dan pencapaian, tentang Industri 4.0 di wilayah kita,  terutama dalam mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi,” ungkap Airlangga Hartarto.
“Semoga kita bersama-sama, dapat melewati badai pandemi Covid-19 ini, dan dapat segera pulih, menjadi lebih baik dan lebih maju–Recover Together, Recover Stronger,” pungkas Airlangga.

Baca Juga :  Disterilkan, Lalin Lancar

Artikel Terkait

Most Read

Siapkan Sekali Uji Coba

Belum Dapat Pengganti Lucky – Izmi

Artikel Terbaru


/