alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Bapenda Bojonegoro: Penerimaan DBH Migas Sisa Rp 479 Miliar

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penerimaan dana bagi hasil (DBH) migas masih belum bertambah. Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro menyebutkan bahwa hingga saat ini penerimaan DBH mencapai Rp 721 miliar. Jumlah itu sudah 60 persen dari target penerimaan tahun ini.

 

Kepala Bapenda Ibnu Soeyoeti mengatakan, penerimaan DBH migas biasanya terjadi setiap tiga bulan. Sehingga, dalam setahun ada empat kali transfer dana dari pusat ini. ‘’Saat ini penerimaan baru dua kali. Terakhir pada Juni lalu,’’ jelasnya.

 

Penerimaan selanjutnya diperkirakan September mendatang. Penerimaan DBH terakhir terjadi Desember. Namun, penerimaan Desember ini kerap tidak jelas. Yakni, kadang ditransfer sesuai jumlah. Bisa jadi, tidak sesuai jumlah. Namun, transfer tahun lalu justru melebihi estimasi.

Baca Juga :  Sebulan Tilang 930 Pengendara
- Advertisement -

 

Tahun ini penerimaan DBH migas ditargetkan Rp 1,2 triliun. Dari target itu saat ini masih kurang Rp 479 miliar lagi. ‘’Target itu kami yakin terealisasi,’’ jelasnya.

 

Ibnu menjelaskan, penerimaan DBH migas kerap tidak bisa diprediksi. Karena itu, pihaknya tidak menargetkan penerimaan DBH terlalu tinggi. Tahun lalu penerimaan DBH migas bisa mencapai Rp 2 triliun lebih. Tahun ini bapenda tidak memasang penerimaan DBH sebesar tahun lalu. Sebab, jika transfer tidak terealisasi, bisa merubah struktur penerimaan.

 

Anggota Badan Anggaran DPRD Moclasin Afan mengatakan, pemasangan peneriman DBH migas secara penuh memang berisiko. Sebab, selama ini penerimaan DBH migas tidak bisa diprediksi jumlahnya. ‘’Bisa banyak dan bisa sedikit,’’ jelasnya. (zim/rij)

Baca Juga :  Anggaran Hibah KONI Bojonegoro Tak Kunjung Cair

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penerimaan dana bagi hasil (DBH) migas masih belum bertambah. Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro menyebutkan bahwa hingga saat ini penerimaan DBH mencapai Rp 721 miliar. Jumlah itu sudah 60 persen dari target penerimaan tahun ini.

 

Kepala Bapenda Ibnu Soeyoeti mengatakan, penerimaan DBH migas biasanya terjadi setiap tiga bulan. Sehingga, dalam setahun ada empat kali transfer dana dari pusat ini. ‘’Saat ini penerimaan baru dua kali. Terakhir pada Juni lalu,’’ jelasnya.

 

Penerimaan selanjutnya diperkirakan September mendatang. Penerimaan DBH terakhir terjadi Desember. Namun, penerimaan Desember ini kerap tidak jelas. Yakni, kadang ditransfer sesuai jumlah. Bisa jadi, tidak sesuai jumlah. Namun, transfer tahun lalu justru melebihi estimasi.

Baca Juga :  Bupati dan Wabup Bojonegoro Divaksin Bareng
- Advertisement -

 

Tahun ini penerimaan DBH migas ditargetkan Rp 1,2 triliun. Dari target itu saat ini masih kurang Rp 479 miliar lagi. ‘’Target itu kami yakin terealisasi,’’ jelasnya.

 

Ibnu menjelaskan, penerimaan DBH migas kerap tidak bisa diprediksi. Karena itu, pihaknya tidak menargetkan penerimaan DBH terlalu tinggi. Tahun lalu penerimaan DBH migas bisa mencapai Rp 2 triliun lebih. Tahun ini bapenda tidak memasang penerimaan DBH sebesar tahun lalu. Sebab, jika transfer tidak terealisasi, bisa merubah struktur penerimaan.

 

Anggota Badan Anggaran DPRD Moclasin Afan mengatakan, pemasangan peneriman DBH migas secara penuh memang berisiko. Sebab, selama ini penerimaan DBH migas tidak bisa diprediksi jumlahnya. ‘’Bisa banyak dan bisa sedikit,’’ jelasnya. (zim/rij)

Baca Juga :  SDM Calon Perades di Bawah Standar, Rerata Nilai Dibawah 50

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Dua Kades di Blora Terancam Diberhentikan


/