alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Target Sekolah Boleh Dibuka Bulan Oktober

Radar Tuban – Dua bulan lagi atau sekitar Oktober, dunia pendidikan di Tuban memulai pembelajaran tatap muka. Itu pun bila dua syarat terpenuhi: Tuban menjadi zona kuning dan mayoritas orang tua menyetujui pembelajaran tatap muka.

Khusus sekolah berbasis pondok pesantren bisa buka lebih cepat. Sinyal dibukanya kembali lembaga pendidikan formal tersebut disampaikan Bupati Tuban Fathul Huda setelah acara parenting online di LPI BAS Tuban Sabtu (8/8). Orang nomor satu di Pemkab Tuban itu mengatakan, Kemendikbud sudah menyampaikan syarat sekolah bisa tatap muka jika daerah tersebut sudah zona kuning. Kapan Tuban di targetkan jadi zona kuning?

‘’Dua bulan lagi,’’ tegas dia. Bupati dua periode itu mengatakan, jika sudah zona kuning, pihak sekolah diminta melakukan survei kepada orang tua. Salah satu poin yang disurvei adalah apakah orang tua setuju pembukaan sekolah atau sebaliknya.

Baca Juga :  Tren Tinggi Muka Air Bengawan Solo Bojonegoro Perlahan Naik

Kalau pada akhirnya disepakati pembelajaran tatap muka, kata dia, sekolah harus menyesuaikan kesepakatan orang tua. Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban tidak bisa memutuskan sepihak. Diterangkan mantan ketua PCNU Tuban itu, jika separo orang tua menyetujui sekolah buka, maka pembelajaran tatap muka dimulai.

Kalau itu opsinya, sekarang ini perlu disiapkan aturan protokol kesehatannya. ‘’Masuk sekolah juga dibatasi. Tidak sekaligus semuanya. Akan digilir bergantian,’’ tegas dia. Dikatakan bupati, banyak tahapan yang harus dilalui sebelum sekolah memulai pembelajaran tatap muka.

Seperti halnya ketika sebelum tempat wisata beroperasi sejak akhir bulan lalu. Berdasar pengamatannya di tempat wisata, masih banyak masyarakat yang sulit disiplin menaati protokol kesehatan. Dia berharap hal yang sama tidak terjadi di lingkungan pendidikan di Bumi Wali.

Baca Juga :  Tak Ada PKL, Sedikit Warga yang Jogging

‘’Ini terus kita pantau. Kalau ada lokasi wisata, tempat kerja, atau lainnya yang tidak sesuai protokol kesehatan akan kita tindak,’’ tegas dia. Sebaliknya, jika orang tua masih belum setuju, kata bupati, peserta didik tetap mengikuti pembelajaran daring seperti sekarang ini. 

Radar Tuban – Dua bulan lagi atau sekitar Oktober, dunia pendidikan di Tuban memulai pembelajaran tatap muka. Itu pun bila dua syarat terpenuhi: Tuban menjadi zona kuning dan mayoritas orang tua menyetujui pembelajaran tatap muka.

Khusus sekolah berbasis pondok pesantren bisa buka lebih cepat. Sinyal dibukanya kembali lembaga pendidikan formal tersebut disampaikan Bupati Tuban Fathul Huda setelah acara parenting online di LPI BAS Tuban Sabtu (8/8). Orang nomor satu di Pemkab Tuban itu mengatakan, Kemendikbud sudah menyampaikan syarat sekolah bisa tatap muka jika daerah tersebut sudah zona kuning. Kapan Tuban di targetkan jadi zona kuning?

‘’Dua bulan lagi,’’ tegas dia. Bupati dua periode itu mengatakan, jika sudah zona kuning, pihak sekolah diminta melakukan survei kepada orang tua. Salah satu poin yang disurvei adalah apakah orang tua setuju pembukaan sekolah atau sebaliknya.

Baca Juga :  Gus Menteri Bersama Istri Ziarah Wali

Kalau pada akhirnya disepakati pembelajaran tatap muka, kata dia, sekolah harus menyesuaikan kesepakatan orang tua. Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban tidak bisa memutuskan sepihak. Diterangkan mantan ketua PCNU Tuban itu, jika separo orang tua menyetujui sekolah buka, maka pembelajaran tatap muka dimulai.

Kalau itu opsinya, sekarang ini perlu disiapkan aturan protokol kesehatannya. ‘’Masuk sekolah juga dibatasi. Tidak sekaligus semuanya. Akan digilir bergantian,’’ tegas dia. Dikatakan bupati, banyak tahapan yang harus dilalui sebelum sekolah memulai pembelajaran tatap muka.

Seperti halnya ketika sebelum tempat wisata beroperasi sejak akhir bulan lalu. Berdasar pengamatannya di tempat wisata, masih banyak masyarakat yang sulit disiplin menaati protokol kesehatan. Dia berharap hal yang sama tidak terjadi di lingkungan pendidikan di Bumi Wali.

Baca Juga :  Pengentasan Kemiskinan Melalui Transformasi Struktur Ekonomi

‘’Ini terus kita pantau. Kalau ada lokasi wisata, tempat kerja, atau lainnya yang tidak sesuai protokol kesehatan akan kita tindak,’’ tegas dia. Sebaliknya, jika orang tua masih belum setuju, kata bupati, peserta didik tetap mengikuti pembelajaran daring seperti sekarang ini. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/