alexametrics
23.2 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Berlanjut jika Semua Fraksi Setuju

Raperda Dana Abadi Harus Dikebut

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pembahasan raperda dana abadi pendidikan ditarget tuntas tahun ini. Sisa waktu enam bulan membuat pemkab dan DPRD harus mengebut proses pembahasan raperda. Sebab, raperda itu harus dimasukkan dalam revisi program pembentukan peraturan daerah (propemperda) ke Pemprov Jawa Timur.

 

‘’Ya benar. Targetnya selesai tahun ini,’’ ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Nurul Azizah kemarin.

 

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menuturkan, pembahasan raperda dana abadi pendidikan memang berlangsung di pertengahan tahun. Raperda itu masih belum masuk Propemperda 2022. Agar bisa masuk propemperda, akan dimasukkan dalam revisi propemperda tahun ini.

- Advertisement -

 

‘’Revisi itu nantinya akan dikirimkan ke pemprov,’’ ujarnya.

Baca Juga :  271 Jabatan Bakal Hilang, Mulai Eselon II-A hingga IV-B

Raperda dana abadi pendidikan itu salah satu regulasi yang strategis. Karena itu, perlu dibahas secara intens. Pembahasan Rabu (8/6) lalu masih belum masuk tahapan. Namun, baru menyamakan persepsi antara pemkab dan DPRD.

 

‘’Intinya fraksi saya mendorong adanya dana abadi itu,’’ jelasnya.

Karena itu, Lasuri optimistis raperda itu bisa tuntas tahun ini. Sehingga, tahun ini akan ada anggaran bisa dialokasikan untuk dana abadi itu. Rencananya setiap tahun akan dialokasikan dana abadi ke APBD senilai Rp 1 triliun.

 

Lasuri menjelaskan, dana abadi akan dibahas ini berbeda dengan dana abadi pernah dibuat dulu. Raperda dana abadi saat ini sudah ada cantolan dasar hukumnya. Yakni, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022. Pemerintah daerah (pemda) yang sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) besar dan tidak mengganggu pembangunan bisa mengalokasikan untuk dana abadi.

Baca Juga :  Edukasi Kayu Jati di Bojonegoro Perlu Diaktifkan Lagi

 

Anggota Badan Anggaram DPRD Mochlasin Afan mengatakan, pembahasan raperda dana abadi tergantung pembahasan di DPRD. Jika semua fraksi menyetujui raperda itu diajukan ke provinsi, tentu pembahasan akan dilanjutkan. ‘’Raperda itu kan tidak masuk propemperda. Jadi, harus diusulkan dulu ke pemprov,’’ jelas politisi Partai Demokrat itu.

 

Pembahasan raperda itu, lanjut Afan, tergantung proses politik di DPRD. Pihaknya tidak bisa berspekulasi terkait itu. ‘’Jika semua fraksi setuju dilanjut, ya akan dilanjutkan dan segera dibahas,’’ jelasnya. (zim/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pembahasan raperda dana abadi pendidikan ditarget tuntas tahun ini. Sisa waktu enam bulan membuat pemkab dan DPRD harus mengebut proses pembahasan raperda. Sebab, raperda itu harus dimasukkan dalam revisi program pembentukan peraturan daerah (propemperda) ke Pemprov Jawa Timur.

 

‘’Ya benar. Targetnya selesai tahun ini,’’ ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Nurul Azizah kemarin.

 

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menuturkan, pembahasan raperda dana abadi pendidikan memang berlangsung di pertengahan tahun. Raperda itu masih belum masuk Propemperda 2022. Agar bisa masuk propemperda, akan dimasukkan dalam revisi propemperda tahun ini.

- Advertisement -

 

‘’Revisi itu nantinya akan dikirimkan ke pemprov,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Anugerahkan SNI Pasar Rakyat

Raperda dana abadi pendidikan itu salah satu regulasi yang strategis. Karena itu, perlu dibahas secara intens. Pembahasan Rabu (8/6) lalu masih belum masuk tahapan. Namun, baru menyamakan persepsi antara pemkab dan DPRD.

 

‘’Intinya fraksi saya mendorong adanya dana abadi itu,’’ jelasnya.

Karena itu, Lasuri optimistis raperda itu bisa tuntas tahun ini. Sehingga, tahun ini akan ada anggaran bisa dialokasikan untuk dana abadi itu. Rencananya setiap tahun akan dialokasikan dana abadi ke APBD senilai Rp 1 triliun.

 

Lasuri menjelaskan, dana abadi akan dibahas ini berbeda dengan dana abadi pernah dibuat dulu. Raperda dana abadi saat ini sudah ada cantolan dasar hukumnya. Yakni, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022. Pemerintah daerah (pemda) yang sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) besar dan tidak mengganggu pembangunan bisa mengalokasikan untuk dana abadi.

Baca Juga :  Kasus RSUD Temayang Berlanjut, Desak 11 Orang Dipaparkan ke Publik

 

Anggota Badan Anggaram DPRD Mochlasin Afan mengatakan, pembahasan raperda dana abadi tergantung pembahasan di DPRD. Jika semua fraksi menyetujui raperda itu diajukan ke provinsi, tentu pembahasan akan dilanjutkan. ‘’Raperda itu kan tidak masuk propemperda. Jadi, harus diusulkan dulu ke pemprov,’’ jelas politisi Partai Demokrat itu.

 

Pembahasan raperda itu, lanjut Afan, tergantung proses politik di DPRD. Pihaknya tidak bisa berspekulasi terkait itu. ‘’Jika semua fraksi setuju dilanjut, ya akan dilanjutkan dan segera dibahas,’’ jelasnya. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Tukar Guling yang Menabur Ancaman Bencana

Pengunjung Taman Bangkle Sepi 

Delapan Besar di Lokajaya 

Artikel Terbaru


/