alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Marka Jaga Jarak Perlancar Lalu Lintas Tuban

Radar Tuban – Pemasangan marka physical distancing pada empat sisi jalan Simpang Kembang Ijo dinilai Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban meningkatkan kelancaran lalu lintas.

Hal itu setidaknya bisa dilihat dari posisi berhenti pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil pada sekat garis yang berbeda. Nyaris tidak terlihat berdesak-desakan jika traffic light menyala. Jalan pun lebih lancar.

Kepala Dishub Tuban Muji Slamet mengatakan, meski beberapa kali terjadi pelanggaran, namun marka tersebut terbukti memperlancar lalu lintas (lalin). Gangguan lalu lintas baru terlihat jika ada mobil yang menerobos marka dan masuk ke lajur sepeda motor.

Untuk pelanggaran tersebut, dishub bersama Satlantas Polres Tuban masih mengkaji sanksinya. Mantan camat Soko itu lebih lanjut menyampaikan, dengan marka tersebut, kesadaran masya rakat untuk patuh berlalu lintas perlahan mulai meningkat.

Baca Juga :  Sukses Tumbuhkan Budaya Literasi dan Pengelolaan Kearsipan di Tuban

Ditambah mayoritas perempatan saat ini terpantau closed circuit television (CCTV) yang terkoneksi dengan ruang pantau dishub dan Polres Tuban. Meski belum diterapkan e-Tilang, para pengguna jalan lebih taat karena mereka diawasi dari jarak jauh.

Pejabat senior itu mengatakan, jika pilot project marka tersebut dinilai baik oleh masyarakat, maka akan dilanjutkan pembahasan sanksi. Itu pun dengan catatan bila pandemi Covid-19 belum berakhir.

Jika status pandemi sudah dicabut, Muji memastikan marka tersebut tidak digunakan lagi. ‘’Ini masih tahap sosialisasi dan selalu dievaluasi sambil melihat kondisi yang ada,’’ ujar dia.

Radar Tuban – Pemasangan marka physical distancing pada empat sisi jalan Simpang Kembang Ijo dinilai Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban meningkatkan kelancaran lalu lintas.

Hal itu setidaknya bisa dilihat dari posisi berhenti pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil pada sekat garis yang berbeda. Nyaris tidak terlihat berdesak-desakan jika traffic light menyala. Jalan pun lebih lancar.

Kepala Dishub Tuban Muji Slamet mengatakan, meski beberapa kali terjadi pelanggaran, namun marka tersebut terbukti memperlancar lalu lintas (lalin). Gangguan lalu lintas baru terlihat jika ada mobil yang menerobos marka dan masuk ke lajur sepeda motor.

Untuk pelanggaran tersebut, dishub bersama Satlantas Polres Tuban masih mengkaji sanksinya. Mantan camat Soko itu lebih lanjut menyampaikan, dengan marka tersebut, kesadaran masya rakat untuk patuh berlalu lintas perlahan mulai meningkat.

Baca Juga :  Lembaga PAUD Terancam Tak Bisa Cairkan BOPĀ 

Ditambah mayoritas perempatan saat ini terpantau closed circuit television (CCTV) yang terkoneksi dengan ruang pantau dishub dan Polres Tuban. Meski belum diterapkan e-Tilang, para pengguna jalan lebih taat karena mereka diawasi dari jarak jauh.

Pejabat senior itu mengatakan, jika pilot project marka tersebut dinilai baik oleh masyarakat, maka akan dilanjutkan pembahasan sanksi. Itu pun dengan catatan bila pandemi Covid-19 belum berakhir.

Jika status pandemi sudah dicabut, Muji memastikan marka tersebut tidak digunakan lagi. ‘’Ini masih tahap sosialisasi dan selalu dievaluasi sambil melihat kondisi yang ada,’’ ujar dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/