alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Gempa 4,2 SR Guncang Perairan Tuban

Radar Tuban – Gempa berkekuatan 4,2 skala ritcher (SR) kemarin (10/6) sekitar pukul 08.25 mengguncang perairan laut Tuban. Berdasarkan radar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban, gempa terjadi satu kali dan tidak berpotensi tsunami.

Guncangan pun tidak dirasakan masyarakat di sepanjang pesisir pantai utara (pantura) karena pusat gempa sangat jauh dari perairan Tuban. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala BMKG Tuban Rofiq Isa Mansyur mengatakan, awalnya gempa terdeteksi berkekuatan 3,6 SR.

Setelah diverifikasi ulang, gempa berkekuatan 4,2 SR. Lokasi gempa berada di titik koordinat 6.72 lintang selatan, 112.02 bujur timur atau 19 kilometer (km) barat laut dari ujung perairan utara Tuban. ‘’Sumber gempa di perairan utara dengan kedalaman 673 km.

Baca Juga :  Terdampak Proyek Jembatan, Rumah Terendam

Lokasinya sangat jauh, sehingga tidak terasa di daratan,’’ kata dia. Pria kelahiran Bondowoso, Jawa Timur itu menerangkan, penyebab gempa karena terjadi pergeseran Lempeng IndoAustralia dan Lempeng Eurasia.

Terkait gempa tersebut, dia mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir. Selain titik gempa yang terlalu jauh, kekuatan getaran gempa tergolong rendah karena masih di bawah 5 SR.

‘’Hanya terdeteksi satu kali getaran dan kekuatannya di bawah 5 SR. Jadi kalau di darat tidak terasa, yang berada di laut sekitar lokasi mungkin terasa,’’ ujar dia. Rofiq lebih lanjut menjelaskan, sementara diprediksi tidak ada gempa susulan.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memercayai hoax terkait kabar gempa. Menurut dia, gempa yang diakibatkan pergeseran lempeng lumrah terjadi. Apalagi Indonesia merupakan daerah yang memiliki banyak lempeng aktif. ‘’Tidak berpotensi tsunami dan ge lombang laut masih ter pantau aman,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Pengentasan Kemiskinan Melalui Transformasi Struktur Ekonomi

Radar Tuban – Gempa berkekuatan 4,2 skala ritcher (SR) kemarin (10/6) sekitar pukul 08.25 mengguncang perairan laut Tuban. Berdasarkan radar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban, gempa terjadi satu kali dan tidak berpotensi tsunami.

Guncangan pun tidak dirasakan masyarakat di sepanjang pesisir pantai utara (pantura) karena pusat gempa sangat jauh dari perairan Tuban. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala BMKG Tuban Rofiq Isa Mansyur mengatakan, awalnya gempa terdeteksi berkekuatan 3,6 SR.

Setelah diverifikasi ulang, gempa berkekuatan 4,2 SR. Lokasi gempa berada di titik koordinat 6.72 lintang selatan, 112.02 bujur timur atau 19 kilometer (km) barat laut dari ujung perairan utara Tuban. ‘’Sumber gempa di perairan utara dengan kedalaman 673 km.

Baca Juga :  Demo UU Ciptaker, Ada Mahasiswi Pingsan, Pelajar SMK/SMA Bergabung

Lokasinya sangat jauh, sehingga tidak terasa di daratan,’’ kata dia. Pria kelahiran Bondowoso, Jawa Timur itu menerangkan, penyebab gempa karena terjadi pergeseran Lempeng IndoAustralia dan Lempeng Eurasia.

Terkait gempa tersebut, dia mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir. Selain titik gempa yang terlalu jauh, kekuatan getaran gempa tergolong rendah karena masih di bawah 5 SR.

‘’Hanya terdeteksi satu kali getaran dan kekuatannya di bawah 5 SR. Jadi kalau di darat tidak terasa, yang berada di laut sekitar lokasi mungkin terasa,’’ ujar dia. Rofiq lebih lanjut menjelaskan, sementara diprediksi tidak ada gempa susulan.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memercayai hoax terkait kabar gempa. Menurut dia, gempa yang diakibatkan pergeseran lempeng lumrah terjadi. Apalagi Indonesia merupakan daerah yang memiliki banyak lempeng aktif. ‘’Tidak berpotensi tsunami dan ge lombang laut masih ter pantau aman,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Belum Semua CJH Melunasi BPIH

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/