alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Pendistribusian Program Sembako di Soko Layak, Sesuai Keinginan KPM

Radar Tuban – Setelah dilakukan skrining dan monitor evaluasi (monev), beras Program Sembako untuk wilayah Kecamatan Soko dinyatakan layak. Penegasan tersebut kemarin (10/5) disampaikan Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban Santoso.

Dia menyampaikan, bahan pangan tersebut bagus, layak, dan sesuai standar yang ditentukan. Diterangkan dia, ketentuan beras premium yang baik adalah pecahan berasnya tidak lebih dari 10 persen. ‘’Tidak boleh ada menirannya,’’ tegasnya.

Santoso juga berpesan kepada agen jika beras Program Sembako yang didistribusikan ke agen tidak sesuai standar, sebagaimana sampel monev, untuk dikembalikan ke supplier dan diganti dengan beras yang sesuai standar. ‘’Jangan sampai keluarga penerima manfaat mendapat beras yang kualitasnya tidak premium,’’ tandasnya.

Camat Soko Sudarto mengatakan, sebelum didistribusikan ke agen, bantuan Program Sembako dipastikan dicek forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkopimka), kabupaten, dan perwakilan agen. ‘’Hasilnya se telah pengecekan dinyatakan layak,’’ ujarnya.

Kelayakan tersebut, kata dia, salah satunya terlihat dari minimnya butiran, patahan, dan kerikil dalam beras. Dia juga berharap, komoditas Program Sembako yang didistribusikan ke agen hingga keluarga penerima manfaat (KPM) sama dengan sampel di kecamatan. ‘’Nanti, kami juga akan melakukan sidak di agenagen untuk memastikan kualitasnya sama’’ tandasnya.

Baca Juga :  Pintu Kuro Belum Bisa Dibuka

Yuska, ketua paguyuban agen di Kecamatan Soko menambahkan, setelah melihat kondisi fisik beras dan telur, dia menyatakan kondisinya baik dan sesuai yang diinginkan KPM. Dia juga memastikan kalau beras sudah memenuhi standar premium dan telur juga layak. ‘’Sudah bagus, tiap butir, pecahannya lebih sedikit,’’ ucapnya.

Puput Cahyono, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) Kecamatan Soko mengatakan, setelah beras dan telur dinyatakan layak, maka kedua komoditas Program Sembako tersebut bisa didis tribusikan hari ini juga ke agen untuk selanjutnya diserahkan kepada 6.975 penerima.

Jumlah beras yang disalurkan 72.150 kg dan telur 3.760 kg. Hadir pada pengecekan langsung tersebut, Kasi Perlindungan dan Jami nan Sosial Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban Santoso, Camat Soko Sudarto, Danramil Kapten Inf Pri wahyudi, dan Kapolsek Khoirul Amad.

Berikutnya, TKSK Kecamatan Soko Puput Cahyono, serta Ketua Paguyuban Agen Yuska. Seperti diberitakan sebelumnya, pengecekan yang berlangsung ber jenjang tersebut untuk menjamin kualitas komoditas program yang dulu bernama Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) tersebut layak dan sesuai standar. Juga untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Baca Juga :  Pertanyakan Data Sekolah Rusak, Disdik Beralasan Jumlah Selalu Berubah

Untuk pengecekan, Dinsos P3A Tuban menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Di antaranya, bappeda, inspektorat, dinas perekonomian, dinas kom info, disdukcapil, dan lainnya. Semen tara di tingkat kecamatan melibatkan polsek, koramil, camat, paguyuban agen, dan pen damping program atau TKSK.

Dengan berlapisnya institusi yang dilibatkan dalam pengecekan dan penga- wasan, diharapkan pendistri busian komo ditas bantuan itu juga sesuai pola 6T. Yakni, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

Mekanisme pendistribusian komoditas Program Sembako pada bu lan ini sama persis dengan sistem pendistribusian pada bulan-bulan sebelumnya. Yakni, diterapkan sistem praorder (PO). Ketentuannya, karbohidrat minimal 70 persen atau 15 kilogram (kg) beras pre mium, protein hewani (telur atau daging ayam), serta protein nabati (tahu dan atau tempe).

Pola PO ditetapkan dinsos P3A dengan menggandeng penyedia jasa (supplier) untuk memenuhi permintaan keluarga penerima manfaat (KPM). Harapannya, agar mereka bisa memilih komoditas yang dibutuhkan.

Radar Tuban – Setelah dilakukan skrining dan monitor evaluasi (monev), beras Program Sembako untuk wilayah Kecamatan Soko dinyatakan layak. Penegasan tersebut kemarin (10/5) disampaikan Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban Santoso.

Dia menyampaikan, bahan pangan tersebut bagus, layak, dan sesuai standar yang ditentukan. Diterangkan dia, ketentuan beras premium yang baik adalah pecahan berasnya tidak lebih dari 10 persen. ‘’Tidak boleh ada menirannya,’’ tegasnya.

Santoso juga berpesan kepada agen jika beras Program Sembako yang didistribusikan ke agen tidak sesuai standar, sebagaimana sampel monev, untuk dikembalikan ke supplier dan diganti dengan beras yang sesuai standar. ‘’Jangan sampai keluarga penerima manfaat mendapat beras yang kualitasnya tidak premium,’’ tandasnya.

Camat Soko Sudarto mengatakan, sebelum didistribusikan ke agen, bantuan Program Sembako dipastikan dicek forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkopimka), kabupaten, dan perwakilan agen. ‘’Hasilnya se telah pengecekan dinyatakan layak,’’ ujarnya.

Kelayakan tersebut, kata dia, salah satunya terlihat dari minimnya butiran, patahan, dan kerikil dalam beras. Dia juga berharap, komoditas Program Sembako yang didistribusikan ke agen hingga keluarga penerima manfaat (KPM) sama dengan sampel di kecamatan. ‘’Nanti, kami juga akan melakukan sidak di agenagen untuk memastikan kualitasnya sama’’ tandasnya.

Baca Juga :  Satu Jam Evakuasi Dua Pekerja Pingsan di Gudang Walet

Yuska, ketua paguyuban agen di Kecamatan Soko menambahkan, setelah melihat kondisi fisik beras dan telur, dia menyatakan kondisinya baik dan sesuai yang diinginkan KPM. Dia juga memastikan kalau beras sudah memenuhi standar premium dan telur juga layak. ‘’Sudah bagus, tiap butir, pecahannya lebih sedikit,’’ ucapnya.

Puput Cahyono, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) Kecamatan Soko mengatakan, setelah beras dan telur dinyatakan layak, maka kedua komoditas Program Sembako tersebut bisa didis tribusikan hari ini juga ke agen untuk selanjutnya diserahkan kepada 6.975 penerima.

Jumlah beras yang disalurkan 72.150 kg dan telur 3.760 kg. Hadir pada pengecekan langsung tersebut, Kasi Perlindungan dan Jami nan Sosial Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban Santoso, Camat Soko Sudarto, Danramil Kapten Inf Pri wahyudi, dan Kapolsek Khoirul Amad.

Berikutnya, TKSK Kecamatan Soko Puput Cahyono, serta Ketua Paguyuban Agen Yuska. Seperti diberitakan sebelumnya, pengecekan yang berlangsung ber jenjang tersebut untuk menjamin kualitas komoditas program yang dulu bernama Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) tersebut layak dan sesuai standar. Juga untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Baca Juga :  Widijono, Pembuat Lambang Kabupaten Bojonegoro Berpulang

Untuk pengecekan, Dinsos P3A Tuban menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Di antaranya, bappeda, inspektorat, dinas perekonomian, dinas kom info, disdukcapil, dan lainnya. Semen tara di tingkat kecamatan melibatkan polsek, koramil, camat, paguyuban agen, dan pen damping program atau TKSK.

Dengan berlapisnya institusi yang dilibatkan dalam pengecekan dan penga- wasan, diharapkan pendistri busian komo ditas bantuan itu juga sesuai pola 6T. Yakni, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

Mekanisme pendistribusian komoditas Program Sembako pada bu lan ini sama persis dengan sistem pendistribusian pada bulan-bulan sebelumnya. Yakni, diterapkan sistem praorder (PO). Ketentuannya, karbohidrat minimal 70 persen atau 15 kilogram (kg) beras pre mium, protein hewani (telur atau daging ayam), serta protein nabati (tahu dan atau tempe).

Pola PO ditetapkan dinsos P3A dengan menggandeng penyedia jasa (supplier) untuk memenuhi permintaan keluarga penerima manfaat (KPM). Harapannya, agar mereka bisa memilih komoditas yang dibutuhkan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/