alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Setiap Hari Ada Aduan Ular Masuk Permukiman di Bojonegoro

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Di tengah musim hujan ini setiap hari ada aduan masyarakat terkait ular masuk permukiman. Berdasar data penanganan ular pada Januari sebanyak 34 kasus, lalu Februari sebanyak 32 kasus. Kemarin (10/3) ada dua aduan ular masuk permukiman.

 

“Jadi rerata setiap hari ada satu hingga dua aduan kami tangani,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelematan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ahmad Adi Winarto kemarin (10/3).

 

Dua laporan yakni aduan ular masuk permukiman di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem. Tiga petugas damkar Pos Kedungadem mengevakuasi seekor ular kayu sekitar satu meter. Ular bernama latin Phytias coros itu bersembunyi di dalam kamar rumah milik Sumber, 47.

Baca Juga :  Peranan Pancasila di Era Globalisasi

Selanjutnya dua petugas damkar mengevakuasi ular sanca kembang di rumah milik Salim, 66, warga Kelurahan Ledok Kulon. Panjang ular bernama latin mayapithon reticulatus itu sekitar 2,6 meter. Di kedua lokasi tersebut tidak ada korban luka-luka.

 

Adi menilai ada banyak faktor penyebab banyaknya aduan ular masuk permukiman. Di antaranya lingkungan rumah kurang bersih, karena suka bersembunyi di tempat lembab. Serta makin berkurangnya habitat ular di alam. Dan berkurangnya predator ular di alam. “Selain itu, saat musim hujan habitat ular tergenang air. Lalu apabila lingkungan rumah kotor seringkali jadi sarang tikus, sehingga ular pun selaku predator tikus akhirnya masuk ke rumah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Haji - Umrah Terancam Ditiadakan Lagi

 

Adapun ular-ular telah dievakuasi petugas ada yang diadopsi pecinta reptil. Juga ular dilepaskan kembali di hutan atau sawah jauh dari permukiman. “Seringkali kami buang di hutan wilayah Kecamatan Temayang. Kami tidak pernah membunuh ular yang telah dievakuasi,” terangnya.

 

Data penanganan ular pada Januari 34 kasus, lalu Februari 32 kasus itu, menurut Adi, tidak menutup kemungkinan jumlahnya lebih dari aduan masuk ke damkar. Biasanya ada masyarakat yang langsung membunuh ularnya atau justru menjual ularnya. “Sangat mungkin angkanya lebih banyak dari data aduan. Tapi kami mengimbau agar masyarakat tidak membunuh ular-ular tersebut,” ujarnya. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Di tengah musim hujan ini setiap hari ada aduan masyarakat terkait ular masuk permukiman. Berdasar data penanganan ular pada Januari sebanyak 34 kasus, lalu Februari sebanyak 32 kasus. Kemarin (10/3) ada dua aduan ular masuk permukiman.

 

“Jadi rerata setiap hari ada satu hingga dua aduan kami tangani,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelematan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ahmad Adi Winarto kemarin (10/3).

 

Dua laporan yakni aduan ular masuk permukiman di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem. Tiga petugas damkar Pos Kedungadem mengevakuasi seekor ular kayu sekitar satu meter. Ular bernama latin Phytias coros itu bersembunyi di dalam kamar rumah milik Sumber, 47.

Baca Juga :  Jeda Kompetisi, Latihan Bersama

Selanjutnya dua petugas damkar mengevakuasi ular sanca kembang di rumah milik Salim, 66, warga Kelurahan Ledok Kulon. Panjang ular bernama latin mayapithon reticulatus itu sekitar 2,6 meter. Di kedua lokasi tersebut tidak ada korban luka-luka.

 

Adi menilai ada banyak faktor penyebab banyaknya aduan ular masuk permukiman. Di antaranya lingkungan rumah kurang bersih, karena suka bersembunyi di tempat lembab. Serta makin berkurangnya habitat ular di alam. Dan berkurangnya predator ular di alam. “Selain itu, saat musim hujan habitat ular tergenang air. Lalu apabila lingkungan rumah kotor seringkali jadi sarang tikus, sehingga ular pun selaku predator tikus akhirnya masuk ke rumah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ningbo Anbang yang Mengguncang 

 

Adapun ular-ular telah dievakuasi petugas ada yang diadopsi pecinta reptil. Juga ular dilepaskan kembali di hutan atau sawah jauh dari permukiman. “Seringkali kami buang di hutan wilayah Kecamatan Temayang. Kami tidak pernah membunuh ular yang telah dievakuasi,” terangnya.

 

Data penanganan ular pada Januari 34 kasus, lalu Februari 32 kasus itu, menurut Adi, tidak menutup kemungkinan jumlahnya lebih dari aduan masuk ke damkar. Biasanya ada masyarakat yang langsung membunuh ularnya atau justru menjual ularnya. “Sangat mungkin angkanya lebih banyak dari data aduan. Tapi kami mengimbau agar masyarakat tidak membunuh ular-ular tersebut,” ujarnya. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Hentikan Perahu Penyeberangan

Alokasi Elpiji Masih 9,9 Persen 

Artikel Terbaru


/