alexametrics
26.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Desa Harus Perhatikan Rekam Jejak Rekanan Bantuan Keuangan Desa

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Proses pencairan bantuan keuangan desa (BKD) meninjau kesesuian proposal. Beberapa desa sudah dan belum melakukan proses lelang. Tentu, kerja sama dengan rekanan perlu memperhatikan track record agar saat proses dan hasil pengerjaan bisa maksimal.
Kepala Desa (Kades) Trucuk Sunoko mengaku perkembangan BKD yang diperoleh desanya masih tahap pelelangan dengan rekanan. Sebab, pihak desa tidak mempunyai keahlian bidang pengerjaan jalan. Ia mengaku dana belum masuk di rekening desa.
“Tim pelaksana dibentuk sedang proses lelang,” katanya kemarin (9/12).
Kades Tengger Kecamatan Ngasem Ciyato Nur Cahyo juga mengungkapkan hal sama. Pihaknya masih tahap pelelangan dengan rekanan. Pada proses pelelangan pihaknya berharap kepada tim pelaksana yang dibentuk memilih renakan yang sudah teruji.
“Supaya pengerjaan dan hasilnya bisa maksimal,” jelasnya.
Ia mengaku, meski dana belum cair, tapi beberapa material pendukung pembangunan jalan sudah disiapkan. Desa yang dipimpinnya saat tahun ini mendapatkan BKD berupa jalan aspal. Cahyo optimistis bisa selesai akhir tahun.
Berbeda dengan Kades Plesungan Moch Choiri mengaku pengerjaan proyek BKD sudah mencapi 75 persen. Sebab panjang jalan dikerjakan hanya berukuran 400 meter dengan dana anggaran didapatkan Rp 500 juta. “Pengerjaan jalan aspal cukup mudah dibanding jalan beton,” ungkapnya.
Sedangkan pelelangan sudah dilakukan pada November lalu sekaligus pencairan dana. Ia juga menggunakan jasa pihak ketiga atau rekanan untuk pengerjaan jalan. Terkait pelelangan, Choiri menjelaskan semuanya sudah diatur dalam Perbup Nomor 11 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa BKD. “Proses seperti pelelangan biasa, dana terlebih dahulu dibebankan kepada rekanan,” jelasnya. (luk)

Baca Juga :  Penggembokan untuk Menjaga Kondusif

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Proses pencairan bantuan keuangan desa (BKD) meninjau kesesuian proposal. Beberapa desa sudah dan belum melakukan proses lelang. Tentu, kerja sama dengan rekanan perlu memperhatikan track record agar saat proses dan hasil pengerjaan bisa maksimal.
Kepala Desa (Kades) Trucuk Sunoko mengaku perkembangan BKD yang diperoleh desanya masih tahap pelelangan dengan rekanan. Sebab, pihak desa tidak mempunyai keahlian bidang pengerjaan jalan. Ia mengaku dana belum masuk di rekening desa.
“Tim pelaksana dibentuk sedang proses lelang,” katanya kemarin (9/12).
Kades Tengger Kecamatan Ngasem Ciyato Nur Cahyo juga mengungkapkan hal sama. Pihaknya masih tahap pelelangan dengan rekanan. Pada proses pelelangan pihaknya berharap kepada tim pelaksana yang dibentuk memilih renakan yang sudah teruji.
“Supaya pengerjaan dan hasilnya bisa maksimal,” jelasnya.
Ia mengaku, meski dana belum cair, tapi beberapa material pendukung pembangunan jalan sudah disiapkan. Desa yang dipimpinnya saat tahun ini mendapatkan BKD berupa jalan aspal. Cahyo optimistis bisa selesai akhir tahun.
Berbeda dengan Kades Plesungan Moch Choiri mengaku pengerjaan proyek BKD sudah mencapi 75 persen. Sebab panjang jalan dikerjakan hanya berukuran 400 meter dengan dana anggaran didapatkan Rp 500 juta. “Pengerjaan jalan aspal cukup mudah dibanding jalan beton,” ungkapnya.
Sedangkan pelelangan sudah dilakukan pada November lalu sekaligus pencairan dana. Ia juga menggunakan jasa pihak ketiga atau rekanan untuk pengerjaan jalan. Terkait pelelangan, Choiri menjelaskan semuanya sudah diatur dalam Perbup Nomor 11 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa BKD. “Proses seperti pelelangan biasa, dana terlebih dahulu dibebankan kepada rekanan,” jelasnya. (luk)

Baca Juga :  Kuliner Legendaris Enggan Melapak di Lokasi Wisata

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/