alexametrics
29.9 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

DBH Migas Tembus Rp 1,5 Triliun

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sumber minyak dan gas bumi (migas) berada di Bojonegoro, benar-benar memberi pundi-pundi pendapatan. Transfer dana bagi hasil (DBH) migas sudah menembus angka Rp 1,5 triliun. Jumlah itu sudah jauh melampaui target tahun ini hanya Rp 958 miliar. Tahun depan, pemkab memasang target DBH sebesar Rp 1,3 triliun.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyoeti menjelaskan, target transfer DBH migas memang sudah terlampaui. Bahkan, sudah terlampaui sejak Oktober lalu. Namun, setelah itu masih ada transfer lagi. ‘’Sehingga, angkanya kini menembus Rp 1 triliun lebih,’’ jelasnya.
Ibnu menjelaskan, terlampauinya target transfer DBH migas tahun ini berimbas pada naiknya alokasi dana desa (ADD). Sehingga, besaran ADD tahun ini bisa diberikan sesuai regulasi awal, yakni 12,5 persen. ‘’Naiknya ADD tahun ini karena ada transfer DBH itu,’’ jelasnya.
Menurutnya, transfer DBH masih ada kemungkinan bertambah.  Namun, hal itu masih belum bisa dipastikan. Alasannya, transfer DBH migas memang tidak bisa diprediksi. Bahkan, target dipasang di APBD tidak bisa 100 persen. Maksimal hanya bisa dipasang 80 persen dari prognosa atau perkiraan.
‘’Transfer DBH semua tergantung pusat. Kami hanya menerima,’’ jelasnya.
Anggota Komisi B DPRD Lasuri mengatakan, pemkab seharusnya memasang target penuh DBH migas di APBD tahun depan. Namun, hal itu tidak dilakukan karena ada kekhawatiran meleset. ‘’Harusnya tetap dipasang penuh,’’ jelasnya.
Tahun depan target transfer DBH migas hanya Rp 1,3 triliun. Padahal, prognosanya melebihi target itu. Bahkan, tahun ini transfer sudah mencapai Rp 1,5 triliun. ‘’Bahkan, sudah hampir Rp 1,6 triliun,’’ jelasnya.
Menurut Lasuri, pemkab hanya ingin aman karena DBH memang naik dan turun. Hal itu sebenarnya baik karena sebagai bentuk kehati-hatian. Namun, ada kalanya pemkab juga sedikit berani memasang target tinggi. ‘’Kami sudah minta dinaikkan. Tapi bapenda menolak,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Aliansi Bojonegoro Menggugat Tuntut Kesejahteraan Petani

Migas Mengalirkan Pendapatan
-DBH migas tahun ini menembus Rp 1,5 triliun.
-Jauh melebihi target hanya Rp 958 miliar.
-Berimbas baik naiknya ADD.
-ADD bisa diberikan sesuai regulasi, yakni 12,5 persen
-Tahun depan prognosa DBH dipasang Rp 1,3 triliun.
-Prognosa DBH tak berani dipasang 100 persen, karena DBH tak menentu.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sumber minyak dan gas bumi (migas) berada di Bojonegoro, benar-benar memberi pundi-pundi pendapatan. Transfer dana bagi hasil (DBH) migas sudah menembus angka Rp 1,5 triliun. Jumlah itu sudah jauh melampaui target tahun ini hanya Rp 958 miliar. Tahun depan, pemkab memasang target DBH sebesar Rp 1,3 triliun.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyoeti menjelaskan, target transfer DBH migas memang sudah terlampaui. Bahkan, sudah terlampaui sejak Oktober lalu. Namun, setelah itu masih ada transfer lagi. ‘’Sehingga, angkanya kini menembus Rp 1 triliun lebih,’’ jelasnya.
Ibnu menjelaskan, terlampauinya target transfer DBH migas tahun ini berimbas pada naiknya alokasi dana desa (ADD). Sehingga, besaran ADD tahun ini bisa diberikan sesuai regulasi awal, yakni 12,5 persen. ‘’Naiknya ADD tahun ini karena ada transfer DBH itu,’’ jelasnya.
Menurutnya, transfer DBH masih ada kemungkinan bertambah.  Namun, hal itu masih belum bisa dipastikan. Alasannya, transfer DBH migas memang tidak bisa diprediksi. Bahkan, target dipasang di APBD tidak bisa 100 persen. Maksimal hanya bisa dipasang 80 persen dari prognosa atau perkiraan.
‘’Transfer DBH semua tergantung pusat. Kami hanya menerima,’’ jelasnya.
Anggota Komisi B DPRD Lasuri mengatakan, pemkab seharusnya memasang target penuh DBH migas di APBD tahun depan. Namun, hal itu tidak dilakukan karena ada kekhawatiran meleset. ‘’Harusnya tetap dipasang penuh,’’ jelasnya.
Tahun depan target transfer DBH migas hanya Rp 1,3 triliun. Padahal, prognosanya melebihi target itu. Bahkan, tahun ini transfer sudah mencapai Rp 1,5 triliun. ‘’Bahkan, sudah hampir Rp 1,6 triliun,’’ jelasnya.
Menurut Lasuri, pemkab hanya ingin aman karena DBH memang naik dan turun. Hal itu sebenarnya baik karena sebagai bentuk kehati-hatian. Namun, ada kalanya pemkab juga sedikit berani memasang target tinggi. ‘’Kami sudah minta dinaikkan. Tapi bapenda menolak,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Dipetakan, Pemicu Kemacetan Jalan Nasional

Migas Mengalirkan Pendapatan
-DBH migas tahun ini menembus Rp 1,5 triliun.
-Jauh melebihi target hanya Rp 958 miliar.
-Berimbas baik naiknya ADD.
-ADD bisa diberikan sesuai regulasi, yakni 12,5 persen
-Tahun depan prognosa DBH dipasang Rp 1,3 triliun.
-Prognosa DBH tak berani dipasang 100 persen, karena DBH tak menentu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/