alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Wednesday, October 5, 2022

Disdik Bojonegoro Harus Membangun Sistem Pengawasan BOS

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sekolah-sekolah harus mengedepankan transparansi penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro juga perlu membangun sistem pengawasan ketat dan secara berkala.

 

Desakan ini seiring temuan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro menangani salah satu perkara dugaan korupsi dana BOS di SMPN 6 Bojonegoro. Setidaknya evaluasi bersama agar tak terjadi lagi di sekolah lain.

 

Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro Ridlwan Hambali mengatakan, BOS yang berkaitan dengan uang harus sangat hati-hati dan transparan. Juga, ada pengawasan dan regulasi. Terutama pengawasan harus diperkuat, sedangkan regulasi sudah ada.

- Advertisement -

“Mungkin ada pengawasan yang longgar sehingga ada celah,” katanya.

 

Menurut dia, penyalahgunaan dana BOS bisa terjadi karena kurangnya pengawasan membuat celah bisa dimanfaatkan. Sehingga perlu adanya sistem pengawasan baik, untuk menutup celah tersebut.

Baca Juga :  Angga Wijayanto, Pembuat Batik Karakter Tokoh Anime

 

Ridlwan menilai pelaku penyalahgunaan BOS pintar mencari celah untuk penggunaan tidak sesuai regulasi. Sehingga pemerintah, khususnya dari disdik perlu membangun sistem pengawasan ketat dan secara berkala.

 

“Dengan begitu tidak ada peluang atau celah bisa dimanfaatkan,” terangnya.

Terpenting dalam pencegahan, menurut Ridlwan, pihak yang bertanggung jawab pada BOS harus lebih aktif dan masif membuat regulasi dan pengawasan secara maksimal. “Jangan ada celah bisa memanfaatkan,” jelasnya.

 

Sebelumnya, Kabid Pendidikan Dasar Disdik Fathur Rokhim mengatakan, disdik selalu pembinaan, monitoring, dan evaluasi. Pengawasan menjelang waktu pelaporan. Sekolah harus sesuai juknis BOS dirilis kementerian. Terlebih pembelanjaan secara online memakai SIPLah. Pembuatan laporan harus lebih awal. Jangan mendekati batas akhir pelaporan. (irv/rij)

Baca Juga :  Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri, Membuka Kesempatan

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sekolah-sekolah harus mengedepankan transparansi penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro juga perlu membangun sistem pengawasan ketat dan secara berkala.

 

Desakan ini seiring temuan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro menangani salah satu perkara dugaan korupsi dana BOS di SMPN 6 Bojonegoro. Setidaknya evaluasi bersama agar tak terjadi lagi di sekolah lain.

 

Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro Ridlwan Hambali mengatakan, BOS yang berkaitan dengan uang harus sangat hati-hati dan transparan. Juga, ada pengawasan dan regulasi. Terutama pengawasan harus diperkuat, sedangkan regulasi sudah ada.

- Advertisement -

“Mungkin ada pengawasan yang longgar sehingga ada celah,” katanya.

 

Menurut dia, penyalahgunaan dana BOS bisa terjadi karena kurangnya pengawasan membuat celah bisa dimanfaatkan. Sehingga perlu adanya sistem pengawasan baik, untuk menutup celah tersebut.

Baca Juga :  Perlu Beberapa Kali Pertemuan

 

Ridlwan menilai pelaku penyalahgunaan BOS pintar mencari celah untuk penggunaan tidak sesuai regulasi. Sehingga pemerintah, khususnya dari disdik perlu membangun sistem pengawasan ketat dan secara berkala.

 

“Dengan begitu tidak ada peluang atau celah bisa dimanfaatkan,” terangnya.

Terpenting dalam pencegahan, menurut Ridlwan, pihak yang bertanggung jawab pada BOS harus lebih aktif dan masif membuat regulasi dan pengawasan secara maksimal. “Jangan ada celah bisa memanfaatkan,” jelasnya.

 

Sebelumnya, Kabid Pendidikan Dasar Disdik Fathur Rokhim mengatakan, disdik selalu pembinaan, monitoring, dan evaluasi. Pengawasan menjelang waktu pelaporan. Sekolah harus sesuai juknis BOS dirilis kementerian. Terlebih pembelanjaan secara online memakai SIPLah. Pembuatan laporan harus lebih awal. Jangan mendekati batas akhir pelaporan. (irv/rij)

Baca Juga :  Kunjungan Redaksi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Rancang Dua Opsi

Pelebaran Mulai Rampung


/