alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Pengedar-Pengguna Ganja di Tuban Ditangkap

Radar Tuban – Ganja seberat 1.589 gram disita dari Bob Marozas, pria yang tinggal di Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan.

Dia ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tuban setelah menerima kiriman kelima. Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana menjelaskan, sebelumnya pelaku sudah transaksi empat kali.

Modusnya sama, meminta barang dari salah seorang berinial B yang diduga bandar di Sumatera Utara. Selanjutnya, narkotika golongan satu itu dikirim oleh bawahan B yang berada di Bengkalis, Riau melalui jasa ekspedisi JNE. ‘’Jadi ini sudah termasuk jaringan lintas provinsi,’’ terang Made.

Dia menjelaskan, pelaku merupakan warga Bengkalis, Riau dan menikah dengan perempuan asal Mojomalang, Parengan. Pelaku baru pindah ke Tuban dan tinggal di rumah istri sejak dua tahun terakhir.

Baca Juga :  Sebagian Siswa SMA Mulai Masuk Sekolah

Relasi selama di Riau inilah yang dimanfaatkan Bob untuk memperluas jaringan dengan menjual ganja di Tuban. ‘’Sementara terdeteksi pembeli dari Malang, Solo, dan beberapa dari Tuban,’’ ungkapnya.

Untuk melancarkan aksinya, terang Made, ganja yang dikirim dari Riau tersebut dibungkus dan disembunyikan dalam bantal. Setiap pengiriman, pelaku menggunakan nama anaknya yang masih berusia sembilan tahun.

Pengakuan pelaku, kata Made, satu paket ganja seberat 1,5 kilogram itu dibeli Rp 1,5 juta. Selanjutnya, barang haram tersebut dijual kembali dengan Rp 2,5 juta. ‘’Pelaku sudah transaksi empat kali dan transaksi kelima ini kami gagalkan setelah menerima laporan dari masyarakat,’’ ujarnya.

Perwira kelahiran Bali ini menyampaikan, saat diamankan, sejumlah ganja sudah dipecah menjadi empat bungkus. Di antaranya, disimpan di bawah bantal dan lemari. Made mengatakan selain dijual, ganja tersebut juga di konsumsi Bob.

Baca Juga :  Gua Baru Ditemukan di Mulyoagung

Terbukti, saat diamankan, pelaku juga positif menggunakan ganja. Tersangka yang kini ditahan dijerat pasal 114 ayat 2 dan pasal 111 ayat 2 KUHP. Ancaman hukumannya paling singkat 6 tahun. ‘’Bahkan bisa hukuman mati karena barang buktinya lebih dari 1 kilogram,’’ tegasnya.

Radar Tuban – Ganja seberat 1.589 gram disita dari Bob Marozas, pria yang tinggal di Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan.

Dia ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tuban setelah menerima kiriman kelima. Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana menjelaskan, sebelumnya pelaku sudah transaksi empat kali.

Modusnya sama, meminta barang dari salah seorang berinial B yang diduga bandar di Sumatera Utara. Selanjutnya, narkotika golongan satu itu dikirim oleh bawahan B yang berada di Bengkalis, Riau melalui jasa ekspedisi JNE. ‘’Jadi ini sudah termasuk jaringan lintas provinsi,’’ terang Made.

Dia menjelaskan, pelaku merupakan warga Bengkalis, Riau dan menikah dengan perempuan asal Mojomalang, Parengan. Pelaku baru pindah ke Tuban dan tinggal di rumah istri sejak dua tahun terakhir.

Baca Juga :  Tergiur Bisnis Investasi, Rp 76 Juta Raib

Relasi selama di Riau inilah yang dimanfaatkan Bob untuk memperluas jaringan dengan menjual ganja di Tuban. ‘’Sementara terdeteksi pembeli dari Malang, Solo, dan beberapa dari Tuban,’’ ungkapnya.

Untuk melancarkan aksinya, terang Made, ganja yang dikirim dari Riau tersebut dibungkus dan disembunyikan dalam bantal. Setiap pengiriman, pelaku menggunakan nama anaknya yang masih berusia sembilan tahun.

Pengakuan pelaku, kata Made, satu paket ganja seberat 1,5 kilogram itu dibeli Rp 1,5 juta. Selanjutnya, barang haram tersebut dijual kembali dengan Rp 2,5 juta. ‘’Pelaku sudah transaksi empat kali dan transaksi kelima ini kami gagalkan setelah menerima laporan dari masyarakat,’’ ujarnya.

Perwira kelahiran Bali ini menyampaikan, saat diamankan, sejumlah ganja sudah dipecah menjadi empat bungkus. Di antaranya, disimpan di bawah bantal dan lemari. Made mengatakan selain dijual, ganja tersebut juga di konsumsi Bob.

Baca Juga :  Bolehkah Menolak Vaksin Covid-19?

Terbukti, saat diamankan, pelaku juga positif menggunakan ganja. Tersangka yang kini ditahan dijerat pasal 114 ayat 2 dan pasal 111 ayat 2 KUHP. Ancaman hukumannya paling singkat 6 tahun. ‘’Bahkan bisa hukuman mati karena barang buktinya lebih dari 1 kilogram,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/