alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Dua Rumah di Bojonegoro Terdampak Longsor Bengawan Solo

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dua rumah di Jalan Prajurit Abu turut Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro Kota terdampak tanah longsor. Lokasinya tepat berada di bantaran Bengawan Solo, jaraknya sekitar 50 meter. Kejadian ini pasca hujan deras mengguyur wilayah Bojonegoro sejak pukul 16.00 hingga 19.00 pada Minggu lalu (8/5).

 

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, dua rumah milik Sholeh itu terancam roboh. Sebagian bangunan tembok kayu bagian dapur rusak terdampak longsor. Tidak ada korban luka-luka maupun korban jiwa.

 

Sholeh mulai membongkar bangunan terdampak longsor. Genteng mulai diturunkan, khawatir ada longsor susulan. “Jauh sebelumnya sudah ada tanda-tanda tanahnya retak, saat hujan deras itu mulai longsor,” kata Sholeh kemarin (9/5).

Baca Juga :  Warga Demo Tolak Kilang Minyak

 

Kepala Desa (Kades) Kauman Yulia Purwaningtyasari membenarkan, longsor tebing Bengawan Solo di Jalan Prajurit Abu bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, sisi selatan rumah Sholeh juga direlokasi akibat terdampak longsor. “Namun rumah sudah direlokasi masuk daerah Kelurahan Klangon,” katanya.

 

Pihaknya sudah asesmen ke lokasi longsor kemarin. Berharap ada tindakan relokasi karena kalau diperbaiki di lokasi sekarang tidak menutup kemungkinan bakal tergerus lagi. “Kalau lokasinya kurang tahu. Karena itu kewenangan pemkab,” bebernya.

 

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto menerangkan, pihaknya telah asesmen di lokasi rumah terdampak longsor. Kedua rumah alami rusak sedang. Pertama, rumah milik Moch Yahya ukuran 10×5 meter. Kedua, rumah milik Sholeh berukuran 7,5×9,5 meter.

Baca Juga :  Hasil Tangkapan dan Budidaya Melimpah, Nelayan-Peternak Sejahtera

 

“Di rumah Moch Yahya panjang longsornya 9 meter, lebar 9 meter, kedalaman longsor 3 meter, dan kedalaman rumah ambles 50 sentimeter,” jelasnya.

 

Sedangkan rumah milik Sholeh panjang longsornya 14,5 meter. Lebar longsor 4 meter, kedalaman longsor 3 meter, dan kedalaman rumah ambles 50 sentimeter.

 

“Kerugian material rumah Moch Yahya sekitar Rp 20 juta dan rumah Moch Sholeh sekitar Rp 15 juta,” ucapnya. Saat ini keluarga Sholeh tinggal di musala depan rumah dan keluarga Moch Yahya masih menetap di rumah. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dua rumah di Jalan Prajurit Abu turut Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro Kota terdampak tanah longsor. Lokasinya tepat berada di bantaran Bengawan Solo, jaraknya sekitar 50 meter. Kejadian ini pasca hujan deras mengguyur wilayah Bojonegoro sejak pukul 16.00 hingga 19.00 pada Minggu lalu (8/5).

 

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, dua rumah milik Sholeh itu terancam roboh. Sebagian bangunan tembok kayu bagian dapur rusak terdampak longsor. Tidak ada korban luka-luka maupun korban jiwa.

 

Sholeh mulai membongkar bangunan terdampak longsor. Genteng mulai diturunkan, khawatir ada longsor susulan. “Jauh sebelumnya sudah ada tanda-tanda tanahnya retak, saat hujan deras itu mulai longsor,” kata Sholeh kemarin (9/5).

Baca Juga :  Pohon Tumbang, Atap Tersapu Angin

 

Kepala Desa (Kades) Kauman Yulia Purwaningtyasari membenarkan, longsor tebing Bengawan Solo di Jalan Prajurit Abu bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, sisi selatan rumah Sholeh juga direlokasi akibat terdampak longsor. “Namun rumah sudah direlokasi masuk daerah Kelurahan Klangon,” katanya.

 

Pihaknya sudah asesmen ke lokasi longsor kemarin. Berharap ada tindakan relokasi karena kalau diperbaiki di lokasi sekarang tidak menutup kemungkinan bakal tergerus lagi. “Kalau lokasinya kurang tahu. Karena itu kewenangan pemkab,” bebernya.

 

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto menerangkan, pihaknya telah asesmen di lokasi rumah terdampak longsor. Kedua rumah alami rusak sedang. Pertama, rumah milik Moch Yahya ukuran 10×5 meter. Kedua, rumah milik Sholeh berukuran 7,5×9,5 meter.

Baca Juga :  Segera Test Drive, Manfaatkan Promo Spesial

 

“Di rumah Moch Yahya panjang longsornya 9 meter, lebar 9 meter, kedalaman longsor 3 meter, dan kedalaman rumah ambles 50 sentimeter,” jelasnya.

 

Sedangkan rumah milik Sholeh panjang longsornya 14,5 meter. Lebar longsor 4 meter, kedalaman longsor 3 meter, dan kedalaman rumah ambles 50 sentimeter.

 

“Kerugian material rumah Moch Yahya sekitar Rp 20 juta dan rumah Moch Sholeh sekitar Rp 15 juta,” ucapnya. Saat ini keluarga Sholeh tinggal di musala depan rumah dan keluarga Moch Yahya masih menetap di rumah. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/