alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

BPNT Sistem PO Didistribusikan di Seluruh Kecamatan

Radar Tuban – Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) untuk bulan kedua 2021, kemarin (9/2) didroping serentak ke seluruh kecamatan di Kabupaten Tuban. Pada pendistribusian untuk bulan Februari tersebut, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban menerapkan sistem praorder (PO).

Ketentuannya, karbohidrat minimal 70 persen atau 15 kilogram (kg) beras pre mium, protein hewani (telur atau daging ayam), serta protein nabati (tahu dan atau tempe). Pola PO ditetapkan dinsos P3A dengan menggandeng penyedia jasa (suplier) untuk memenuhi permintaan keluarga penerima manfaat (KPM).

Harapannya, agar mereka bisa memilih keinginan dan kebutuhannya. Untuk menjamin kualitas komoditas yang didistribukan tepat sasaran, pengawasan berlangsung ketat dan berlapis. Pengecekan di tingkat kecamatan, misalnya, melibatkan polsek, koramil, kecamatan, ketua paguyuban agen, dan pendamping program atau TKSK.

Pengecekan juga dilakukan di tingkat agen sebelum barang diterima KPM di setiap desa/kelurahan. Terakhir, agen harus melakukan pengecekan sebelum menandatangani berita acara serah terima (BAST). Setelah itu baru didistribukan ke KPM.

Baca Juga :  Muncul Klaster Baru Pasar Desa Leran Wetan Tuban

Di Kecamatan Bancar pengecekan komoditas beras dilakukan di kantor kecamatan setempat. Hadir Camat Bancar Sutaji, Kapolsek Bancar AKP Budi Friyanto, Danramil Bancar Kapten Arm Hendri Prihantono, Kasi Publikasi dan Penyuluhan Sosial Dinsos P3A Tuban Tutuk Rahayu Ningsih, Aning Bekti Lestari (kasubag Perekonomian dan Ekonomi Mikro Setda Tuban), Kamtari Suhadak (ketua paguyuban suplier Bancar), Muhammad Nur Ilyas (perwakilan agen), dan Abdul Wahab (TKSK Bancar).

Kasi Publikasi dan Penyuluhan Sosial Dinsos P3A Tuban Tutuk Rahayu Ningsih mengatakan, setelah dilakukan pengecekan langsung, komoditas beras dan telur BPNT dari suplier dinyatakan memenuhi standar. Untuk mengecek bersama, kata dia, juga didatangkan agen.

‘’Mereka (agen) juga menyatakan sudah sesuai,’’ tegas Tutuk. Dia juga meminta kepada suplier agar beras yang distibusikan ke agen sesuai dengan sampel yang dicek dan tidak diganti. Muhammad Nur Ilyas, perwakilan agen menambahkan, beras yang didrop sudah bagus memenuhi standar beras premium. Bulirnya utuh serta minim krikil. ‘’Sesuai yang diminta KPM,’’ imbuh dia.

Baca Juga :  Hari Ini Deadline Bayar THR di Bojonegoro

Camat Bancar Sutaji mengapresiasi suplier BPNT. Menurut dia, komoditas beras kali ini sangat bagus. Di atas rata-rata beras premium. Sutaji berharap ke depan kualitas beras dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan.

TKSK Kecamatan Bancar Abdul Wahab menambahkan, setelah dilakukan pengecekan dan dinyatakan layak, beras langsung didistribusikan ke 18 agen di kecamatan setempat. Di terangkan dia, beras yang didroping ke Kecamatan Tambakboyo sekitar 135.000 kilogram (kg) untuk 5.100 KPM yang tersebar di 18 desa.

Sesuai ketentuan, masing-masing KPM me nerima beras 15 kg senilai Rp 165 ribu. Untuk pemenuhan protein hewani, KPM menerima telur ayam senilai Rp 26 ribu. Sementara untuk kebutuhan protein nabati, KPM memilih komoditas tahu dan tempe senilai Rp 4.500.

Radar Tuban – Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) untuk bulan kedua 2021, kemarin (9/2) didroping serentak ke seluruh kecamatan di Kabupaten Tuban. Pada pendistribusian untuk bulan Februari tersebut, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban menerapkan sistem praorder (PO).

Ketentuannya, karbohidrat minimal 70 persen atau 15 kilogram (kg) beras pre mium, protein hewani (telur atau daging ayam), serta protein nabati (tahu dan atau tempe). Pola PO ditetapkan dinsos P3A dengan menggandeng penyedia jasa (suplier) untuk memenuhi permintaan keluarga penerima manfaat (KPM).

Harapannya, agar mereka bisa memilih keinginan dan kebutuhannya. Untuk menjamin kualitas komoditas yang didistribukan tepat sasaran, pengawasan berlangsung ketat dan berlapis. Pengecekan di tingkat kecamatan, misalnya, melibatkan polsek, koramil, kecamatan, ketua paguyuban agen, dan pendamping program atau TKSK.

Pengecekan juga dilakukan di tingkat agen sebelum barang diterima KPM di setiap desa/kelurahan. Terakhir, agen harus melakukan pengecekan sebelum menandatangani berita acara serah terima (BAST). Setelah itu baru didistribukan ke KPM.

Baca Juga :  SMPN 4 Resmikan Musala dan Deklarasikan Diri sebagai Sekolah Spesifik

Di Kecamatan Bancar pengecekan komoditas beras dilakukan di kantor kecamatan setempat. Hadir Camat Bancar Sutaji, Kapolsek Bancar AKP Budi Friyanto, Danramil Bancar Kapten Arm Hendri Prihantono, Kasi Publikasi dan Penyuluhan Sosial Dinsos P3A Tuban Tutuk Rahayu Ningsih, Aning Bekti Lestari (kasubag Perekonomian dan Ekonomi Mikro Setda Tuban), Kamtari Suhadak (ketua paguyuban suplier Bancar), Muhammad Nur Ilyas (perwakilan agen), dan Abdul Wahab (TKSK Bancar).

Kasi Publikasi dan Penyuluhan Sosial Dinsos P3A Tuban Tutuk Rahayu Ningsih mengatakan, setelah dilakukan pengecekan langsung, komoditas beras dan telur BPNT dari suplier dinyatakan memenuhi standar. Untuk mengecek bersama, kata dia, juga didatangkan agen.

‘’Mereka (agen) juga menyatakan sudah sesuai,’’ tegas Tutuk. Dia juga meminta kepada suplier agar beras yang distibusikan ke agen sesuai dengan sampel yang dicek dan tidak diganti. Muhammad Nur Ilyas, perwakilan agen menambahkan, beras yang didrop sudah bagus memenuhi standar beras premium. Bulirnya utuh serta minim krikil. ‘’Sesuai yang diminta KPM,’’ imbuh dia.

Baca Juga :  Mansyaul Huda Jawara LSN 2019

Camat Bancar Sutaji mengapresiasi suplier BPNT. Menurut dia, komoditas beras kali ini sangat bagus. Di atas rata-rata beras premium. Sutaji berharap ke depan kualitas beras dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan.

TKSK Kecamatan Bancar Abdul Wahab menambahkan, setelah dilakukan pengecekan dan dinyatakan layak, beras langsung didistribusikan ke 18 agen di kecamatan setempat. Di terangkan dia, beras yang didroping ke Kecamatan Tambakboyo sekitar 135.000 kilogram (kg) untuk 5.100 KPM yang tersebar di 18 desa.

Sesuai ketentuan, masing-masing KPM me nerima beras 15 kg senilai Rp 165 ribu. Untuk pemenuhan protein hewani, KPM menerima telur ayam senilai Rp 26 ribu. Sementara untuk kebutuhan protein nabati, KPM memilih komoditas tahu dan tempe senilai Rp 4.500.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/