alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Wednesday, May 18, 2022

Pendampingan Bantuan Keuangan Desa Harus Maksimal

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro –  Pengerjaan Bantuan Keuangan Desa (BKD) sudah memasuki tahap kedua, meskipun sejumlah desa sudah menuntaskan tahun lalu. Untuk meminimalisir kesalahan pengerjaan,kinerja tim pendamping daerah harus lebih maksimal.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Bojonegoro Rohmad Gozhali Dwiyanto menerangkan, progres BKD tahap dua sudah dilakukan oleh kebanyakan desa. Bahkan sudah ada yang selesai 100 pesen di tahun sebelumnya. 

Dengan pencairan 50 persen tahap pertama dan 50 persen tahap ke dua. “Bagi desa yang belum pengerjaan 50 persen dilakukan tahun ini,” ujarnya kemarin (9/1).

Gozali menerangkan, dalam pengerjaan BKD tahap dua diharapkan tuntas bulan ini. Namun, tetap memerhatikan kualitas dan peraturan. Pendampingan BKD harus terus dilakukan, sebagai upaya meminimalisir kesalahan. “Di daerah juga sudah ada tim yang dibentuk, sesuai dengan dinasnya masing-masing, kalau jalan ke PU Bina Marga kalau Odf ke dinas keseatan,” katanya.

Baca Juga :  Samudra Phone Peduli Covid-19

Selain mengandalkan tim pendamping yang dibentuk dari daerah, Gozhali mengaku, juga memaksimalkan fungsi bidang pembangunan desa yang dimiliki AKD. Tupoksi dari bidangnya sekadar mengingatkan, tidak sampai mengintervensi kebijakan kepala desa. 

“Misalkan ada pertanyaan yang harus dijawab kami akan sampaikan terkait BKD ini,” terangnya.

Menurutnya, koordinasi antardesa penerima BKD menjadi penting agar bisa saling bertukar pikiran jika terjadi permasalahan. Pernah dimintai tolong untuk pencairan BKD tahap dua. 

“Kami beri saran, untuk menuntaskan pekerjaan, proses administrasi dan lapangan harus sesuai,” jelasnya.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Bojonegoro Teguh Prihandono yang merupakan salah satu tim pendampingan yang dibentuk oleh daerah belum memberikan jawaban terkait pendampingan pencairan BKD tahap dua. (luk)

Baca Juga :  Ajak Masyarakat Cegah Diabetes Sejak DiniĀ 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro –  Pengerjaan Bantuan Keuangan Desa (BKD) sudah memasuki tahap kedua, meskipun sejumlah desa sudah menuntaskan tahun lalu. Untuk meminimalisir kesalahan pengerjaan,kinerja tim pendamping daerah harus lebih maksimal.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Bojonegoro Rohmad Gozhali Dwiyanto menerangkan, progres BKD tahap dua sudah dilakukan oleh kebanyakan desa. Bahkan sudah ada yang selesai 100 pesen di tahun sebelumnya. 

Dengan pencairan 50 persen tahap pertama dan 50 persen tahap ke dua. “Bagi desa yang belum pengerjaan 50 persen dilakukan tahun ini,” ujarnya kemarin (9/1).

Gozali menerangkan, dalam pengerjaan BKD tahap dua diharapkan tuntas bulan ini. Namun, tetap memerhatikan kualitas dan peraturan. Pendampingan BKD harus terus dilakukan, sebagai upaya meminimalisir kesalahan. “Di daerah juga sudah ada tim yang dibentuk, sesuai dengan dinasnya masing-masing, kalau jalan ke PU Bina Marga kalau Odf ke dinas keseatan,” katanya.

Baca Juga :  Kuota Internet Gratis Bakal Diaudit, BPKP Ambil Sampel ke Sekolah

Selain mengandalkan tim pendamping yang dibentuk dari daerah, Gozhali mengaku, juga memaksimalkan fungsi bidang pembangunan desa yang dimiliki AKD. Tupoksi dari bidangnya sekadar mengingatkan, tidak sampai mengintervensi kebijakan kepala desa. 

“Misalkan ada pertanyaan yang harus dijawab kami akan sampaikan terkait BKD ini,” terangnya.

Menurutnya, koordinasi antardesa penerima BKD menjadi penting agar bisa saling bertukar pikiran jika terjadi permasalahan. Pernah dimintai tolong untuk pencairan BKD tahap dua. 

“Kami beri saran, untuk menuntaskan pekerjaan, proses administrasi dan lapangan harus sesuai,” jelasnya.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Bojonegoro Teguh Prihandono yang merupakan salah satu tim pendampingan yang dibentuk oleh daerah belum memberikan jawaban terkait pendampingan pencairan BKD tahap dua. (luk)

Baca Juga :  Sektor Wisata Minim, PAD Sisa Rp 72 Miliar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/