alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Ruang Disabilitas Ditempatkan di Pasar Sore Tuban

TUBAN, Radar Tuban – Tahun ini, salah satu ruang yang mengakomodir para penyandang disabilitas Tuban dibuka. Lokasinya di Pasar Sore, kompleks wisata Pantai Boom.
Ruang yang akan menjadi tempat produksi dan kafe inklusif tersebut letaknya tak jauh dari loket masuk tempat wisata tersebut.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Tuban Agus Wijaya menyampaikan, ruang tersebut diperkirakan akan terwujud bulan ini.
”Saat ini sedang proses pengadaan peralatan penunjang,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Tuban kemarin (8/12).
Agus sapaan akrabnya menerangkan, kios yang diproyeksikan menjadi ruang disabilitas itu merupakan bekas kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Sore dan ruang mesin ATM. Karena tidak terpakai, lantas dimanfaatkan. Terkait dana untuk ruang disabilitas tersebut, dia menjelaskan, sumbernya dari perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) Tuban 2021 sebesar Rp 125 juta. ”Prosesnya sejak Oktober lalu,” ungkapnya.
Mantan camat Montong ini menerangkan, ruang yang dipakai para disabilitas tersebut tidak direnovasi dan hanya dilakukan perawatan saja. Sampai kini, proses pengerjaan ruang tersebutbaru dimulai pada minggu ketiga Desember. ”Dilakukan penataan dan pengecatan supaya layak,” ujarnya.
Lebih lanjut mantan kepala bagian humas pemkab setempat ini menyampaikan, proyek ini adalah kolaborasi antara instansinya dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban. Proyek tersebut merupakan dukungan dua dinas itu untuk memberdayakan para penyandang disabilitas Tuban. Dia berharap semoga ke depan ruang ini menyumbangkan hal positi bagi para penyandang disabilitas. Utamanya dari segi ekonomi dan sosial.
”Minimal, kami sudah menyediakan fasilitias bagi mereka (penyandang disabilitas, Red) untuk mengolah dan memasarkan produk,” ujarnya.
Terkait pembinaan atau arahan dalam pengembangan produk dan pasar disabilitas ke depan, Agus menyampaikan pihaknya dan dinsos P3A akan bekerja sama. Menurutnya, hal tersebut adalah sinergi yang harus dilakukan demi pemberdayaan para penyandang disabilitas untuk mencapai taraf kesetaraan, bahkan kesejahteraan. (sab)

Baca Juga :  Dinkes Bojonegoro Terus Tekan AKI dan AKB

TUBAN, Radar Tuban – Tahun ini, salah satu ruang yang mengakomodir para penyandang disabilitas Tuban dibuka. Lokasinya di Pasar Sore, kompleks wisata Pantai Boom.
Ruang yang akan menjadi tempat produksi dan kafe inklusif tersebut letaknya tak jauh dari loket masuk tempat wisata tersebut.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Tuban Agus Wijaya menyampaikan, ruang tersebut diperkirakan akan terwujud bulan ini.
”Saat ini sedang proses pengadaan peralatan penunjang,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Tuban kemarin (8/12).
Agus sapaan akrabnya menerangkan, kios yang diproyeksikan menjadi ruang disabilitas itu merupakan bekas kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Sore dan ruang mesin ATM. Karena tidak terpakai, lantas dimanfaatkan. Terkait dana untuk ruang disabilitas tersebut, dia menjelaskan, sumbernya dari perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) Tuban 2021 sebesar Rp 125 juta. ”Prosesnya sejak Oktober lalu,” ungkapnya.
Mantan camat Montong ini menerangkan, ruang yang dipakai para disabilitas tersebut tidak direnovasi dan hanya dilakukan perawatan saja. Sampai kini, proses pengerjaan ruang tersebutbaru dimulai pada minggu ketiga Desember. ”Dilakukan penataan dan pengecatan supaya layak,” ujarnya.
Lebih lanjut mantan kepala bagian humas pemkab setempat ini menyampaikan, proyek ini adalah kolaborasi antara instansinya dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban. Proyek tersebut merupakan dukungan dua dinas itu untuk memberdayakan para penyandang disabilitas Tuban. Dia berharap semoga ke depan ruang ini menyumbangkan hal positi bagi para penyandang disabilitas. Utamanya dari segi ekonomi dan sosial.
”Minimal, kami sudah menyediakan fasilitias bagi mereka (penyandang disabilitas, Red) untuk mengolah dan memasarkan produk,” ujarnya.
Terkait pembinaan atau arahan dalam pengembangan produk dan pasar disabilitas ke depan, Agus menyampaikan pihaknya dan dinsos P3A akan bekerja sama. Menurutnya, hal tersebut adalah sinergi yang harus dilakukan demi pemberdayaan para penyandang disabilitas untuk mencapai taraf kesetaraan, bahkan kesejahteraan. (sab)

Baca Juga :  Lampaui Target Vaksinasi, Tuban Masuk Level 1

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/