alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Wednesday, October 5, 2022

Satlantas Bojonegoro Usul Mastrip Fashion Week Digelar CFD

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pelaksanaan Mastrip Fashion Week, Sabtu malam (6/8) mengundang atensi. Gelaran fashion di jalanan itu dinilai mengganggu keamanan dan keselamatan pengguna jalan hingga peserta fashion. Sebab dilakukan di zebra cross dengan arus lalu lintas ramai.

 

Satlantas Polres Bojonegoro meminta Mastrip Fashion Week digelar ketika car free day (CFD). Lebih terkendali karena tidak ada kendaraan bermotor melintas.

Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Ipda M. Imam Wahyudi mengatakan, kegiatan Mastrip Fashion Week digelar oleh individu. Tidak ada izin ke dinas pariwisata, dinas perhubungan, maupun kepolisian.

 

- Advertisement -

Menurut Imam, meski zebra cross tempat berlangsungnya Mastrip Fashion Week diperuntukkan menyebrang, namun tidak untuk bolak-balik dengan intensitas sering. Tentu menganggu kelancaran arus lalu lintas.

Baca Juga :  Kunjungan Redaksi

“Kendaraan banyak melintas,” ungkapnya.

Imam mengaku tidak ingin membatasi kreativitas pemuda di Bojonegoro. Namun, mereka harus bijak menggelar kegiatan agar tidak merugikan pengguna jalan. Karena itu, mengusulkan Mastrip Fashion Week memanfaatkan CFD. Selain steril juga ada penjagaan petugas sehingga tidak membahayakan pengguna jalan. “Terlebih pada CFD menjadi tempat berkumpul masyarakat,” jelasnya.

 

Selain itu, Mastrip Fashion Week bisa digelar dengan meminta izin pada dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) pada momen tertentu. Selanjutnya, disbudpar akan mengirim surat tembusan kepada kepolisian untuk pengamanan. “Dilakukan penutupan jalan dengan jangka waktu tertentu, tentu ada sosialiasi terlebih dulu pada pengguna jalan,” ungkapnya.

 

Adanya izin, pihaknya bisa membantu dan mendukung kreativitas masyarakat agar menjaga ketertiban dan keselamatan pengguna jalan maupun peserta.

Baca Juga :  Brilliananto, Jadi Geolog Muda Bisa Keliling Indonesia sambil Kerja

 

Terkait unsur pelanggararan, menurut Imam, tidak ada pelanggaran UU Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Sebab peserta fashion pejalan kaki, sedangkan UU tersebut diperuntukan bagi pengemudi kendaraan bermotor. “Hanya menganggu ketertiban,” jelasnya. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pelaksanaan Mastrip Fashion Week, Sabtu malam (6/8) mengundang atensi. Gelaran fashion di jalanan itu dinilai mengganggu keamanan dan keselamatan pengguna jalan hingga peserta fashion. Sebab dilakukan di zebra cross dengan arus lalu lintas ramai.

 

Satlantas Polres Bojonegoro meminta Mastrip Fashion Week digelar ketika car free day (CFD). Lebih terkendali karena tidak ada kendaraan bermotor melintas.

Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Ipda M. Imam Wahyudi mengatakan, kegiatan Mastrip Fashion Week digelar oleh individu. Tidak ada izin ke dinas pariwisata, dinas perhubungan, maupun kepolisian.

 

- Advertisement -

Menurut Imam, meski zebra cross tempat berlangsungnya Mastrip Fashion Week diperuntukkan menyebrang, namun tidak untuk bolak-balik dengan intensitas sering. Tentu menganggu kelancaran arus lalu lintas.

Baca Juga :  Cakades di Bojonegoro Minimal Lulusan SMP

“Kendaraan banyak melintas,” ungkapnya.

Imam mengaku tidak ingin membatasi kreativitas pemuda di Bojonegoro. Namun, mereka harus bijak menggelar kegiatan agar tidak merugikan pengguna jalan. Karena itu, mengusulkan Mastrip Fashion Week memanfaatkan CFD. Selain steril juga ada penjagaan petugas sehingga tidak membahayakan pengguna jalan. “Terlebih pada CFD menjadi tempat berkumpul masyarakat,” jelasnya.

 

Selain itu, Mastrip Fashion Week bisa digelar dengan meminta izin pada dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) pada momen tertentu. Selanjutnya, disbudpar akan mengirim surat tembusan kepada kepolisian untuk pengamanan. “Dilakukan penutupan jalan dengan jangka waktu tertentu, tentu ada sosialiasi terlebih dulu pada pengguna jalan,” ungkapnya.

 

Adanya izin, pihaknya bisa membantu dan mendukung kreativitas masyarakat agar menjaga ketertiban dan keselamatan pengguna jalan maupun peserta.

Baca Juga :  Tim SAR Temukan Tiga Korban Penumpang Perahu Terbalik

 

Terkait unsur pelanggararan, menurut Imam, tidak ada pelanggaran UU Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Sebab peserta fashion pejalan kaki, sedangkan UU tersebut diperuntukan bagi pengemudi kendaraan bermotor. “Hanya menganggu ketertiban,” jelasnya. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Rancang Dua Opsi

Pelebaran Mulai Rampung


/