alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Stok Vaksin Kosong Empat Hari, Hanya Dapat Tambahan 600 Dosis

Radar Tuban – Setelah sempat kosong selama empat hari, pasokan vaksin untuk Tuban akhirnya datang kemarin (7/8) siang. Tapi, jumlahnya jauh dari harapan. Pemprov Jatim hanya mengirim tambahan 600 dosis vaksin saja.

Angka tersebut jauh di bawah kebutuhan, mengingat masih ratusan ribu masyarakat Tuban yang belum tervaksin. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, tak hanya Tuban, sejumlah kabupaten/kota di Jatim juga mendapat tambahan dosis vaksin di bawah seribu, sesuai rasio penduduk.

‘’Dosis ini langsung dibagi ke semua puskesmas, jadi masing-masing puskesmas dapat tambahan 20 dosis saja,’’ ujarnya. Dengan minimnya tambahan tersebut, Bambang memprediksi akan habis dalam waktu tiga hari saja.

Baca Juga :  Refocusing APBD, Dana Proyek Poros Desa di Lamongan Hanya Rp 3 Miliar

Untuk dosis tambahan berikutnya, lanjut dia, masih menunggu dari Pemprov Jatim dan Bio Farma. Kapan tambahan berikutnya diterima? Bambang belum bisa memastikan. ‘’Semoga segera dikirim tambahan lagi karena yang divaksin belum ada separo dari jumlah pen duduk,’’ kata dokter lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang itu.

Bambang berharap, pasokan vaksin dari pemerintah bisa kembali ditambah. Terlebih, antusias vaksin masyarakat sangat tinggi. Dia khawatir seretnya pasokan vaksin memicu target vaksinasi tidak bisa selesai sebelum ganti tahun.

Perlu diketahui, Pemkab Tuban menaikkan target vaksinasi menjadi 20 ribu dosis per hari. Dengan minimnya pasokan vaksin, target tersebut sulit terealisasi. ‘’Semoga dapat tambahan lagi segera,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Gapura Dipasang Slogan Baru

Mantan kepala Puskesmas Tambakboyo ini mengatakan, jika pasokan vaksin lancar sesuai kebutuhan, vaksinasi untuk masyarakat Tuban akan selesai sebelum pergantian tahun. Apalagi, saat ini banyak lokasi yang bisa digunakan untuk vaksin. Antara lain rumah sakit pelat merah, swasta, puskesmas, klinik polres, dan kodim. Dengan jumlah faskes sebanyak itu, vaksinasi bisa cepat tersalurkan ke masyarakat. ‘’Kuncinya pasokan vaksin harus lancar,’’ kata dia.

Radar Tuban – Setelah sempat kosong selama empat hari, pasokan vaksin untuk Tuban akhirnya datang kemarin (7/8) siang. Tapi, jumlahnya jauh dari harapan. Pemprov Jatim hanya mengirim tambahan 600 dosis vaksin saja.

Angka tersebut jauh di bawah kebutuhan, mengingat masih ratusan ribu masyarakat Tuban yang belum tervaksin. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, tak hanya Tuban, sejumlah kabupaten/kota di Jatim juga mendapat tambahan dosis vaksin di bawah seribu, sesuai rasio penduduk.

‘’Dosis ini langsung dibagi ke semua puskesmas, jadi masing-masing puskesmas dapat tambahan 20 dosis saja,’’ ujarnya. Dengan minimnya tambahan tersebut, Bambang memprediksi akan habis dalam waktu tiga hari saja.

Baca Juga :  Tunda Penetapan Kepala Dinas

Untuk dosis tambahan berikutnya, lanjut dia, masih menunggu dari Pemprov Jatim dan Bio Farma. Kapan tambahan berikutnya diterima? Bambang belum bisa memastikan. ‘’Semoga segera dikirim tambahan lagi karena yang divaksin belum ada separo dari jumlah pen duduk,’’ kata dokter lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang itu.

Bambang berharap, pasokan vaksin dari pemerintah bisa kembali ditambah. Terlebih, antusias vaksin masyarakat sangat tinggi. Dia khawatir seretnya pasokan vaksin memicu target vaksinasi tidak bisa selesai sebelum ganti tahun.

Perlu diketahui, Pemkab Tuban menaikkan target vaksinasi menjadi 20 ribu dosis per hari. Dengan minimnya pasokan vaksin, target tersebut sulit terealisasi. ‘’Semoga dapat tambahan lagi segera,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Antre dan Bergantian Melintas Jembatan Glendeng

Mantan kepala Puskesmas Tambakboyo ini mengatakan, jika pasokan vaksin lancar sesuai kebutuhan, vaksinasi untuk masyarakat Tuban akan selesai sebelum pergantian tahun. Apalagi, saat ini banyak lokasi yang bisa digunakan untuk vaksin. Antara lain rumah sakit pelat merah, swasta, puskesmas, klinik polres, dan kodim. Dengan jumlah faskes sebanyak itu, vaksinasi bisa cepat tersalurkan ke masyarakat. ‘’Kuncinya pasokan vaksin harus lancar,’’ kata dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/