alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Gerak Cepat, Pemkab Tetapkan Status Keadaan Darurat

- Advertisement -

TUBAN, Radar Tuban – Pemkab Tuban menetapkan status keadaan darurat bencana penyakit akibat corona virus disease (Covid-19). Langkah cepat tersebut diambil Bupati Tuban Fathul Huda melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 188.45/109/KPTS/414.013/2020 tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19.

Surat keputusan tersebut ditetapkan dan ditandatangani bupati pada Selasa (7/4). Dengan demikian, status penanganan Covid-19 di Kabupaten Tuban resmi ditingkatkan dari sebelumnya Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Infeksi Covid-19 sebagai Penyakit yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya menjadi Status Keadaan Darurat.

Status keadaan darurat tersebut sesuai Keputusan Bupati Tuban Nomor 188/103/KPTS/414.013/2020 sebagaimana  diubah dengan Keputusan Bupati Tuban Nomor 188/108/KPTS/414.013/2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Bupati Tuban Nomor 188/103/KPTS/414.013/2020 tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Tuban serta mengacu Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/108/KPTS/013/2020 tentang Status Keadaan Darurat dan Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13.A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19.

Baca Juga :  Siswa SMA Meningkat, SMK Menurun di Bojonegoro

Dalam status keadaan darurat tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Tuban langsung dipimpin Bupati Tuban Fathul Huda. Sementara wakil ketua I komandan Kodim 0811 Tuban dan wakil ketua II kepala Kepolisian Resort Tuban.

Seiring dengan status keadaan darurat tersebut, bupati Fathul Huda mengimbau kepada seluruh masyarakat Tuban untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus korona. ‘’Status keadaan darurat ini diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan,’’ tegas dia.

- Advertisement -

Disampaikan bupati, dengan peningkatan status keadaan darurat, maka proses penanganan Covid-19 juga lebih ditingkatkan lagi. Baik penanganan langsung maupun pemenuhan kebutuhan anggaran untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19. ‘’Pada masa tanggap darurat ini Pemkab Tuban akan berupaya semakin masif dalam menangani wabah korona ini,’’ kata dia.

Di bagian lain, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kemarin juga menyampaikan kabar baik terkait kondisi pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr R Koesma Tuban. Sebanyak empat PDP dinyatakan negatif Covid-19 dan sembuh. ‘’Hasil pemeriksaan sudah keluar, ada penambahan empat PDP yang dinyatakan negatif Covid-19. Yakni, dari Kecamatan Plumpang, Bancar, Bangilan, dan Palang. Dengan demikian total PDP yang sembuh dan dinyatakan negatif sudah lima orang. Sebelumnya PDP pertama dari Kecamatan Tambakboyo dinyatakan negatif,’’ kata anggota gugus tugas sekaligus Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo.

Baca Juga :  Tak Semua Pemudik Jadi ODP-PDP

Sampai saat ini, PDP yang masih menjalani perawatan di ruang isolasi sebanyak tiga orang. Yakni, pasien dari Kecamatan Tuban, Jenu, dan Palang. Ketiganya masih menunggu hasil tes swab untuk memastikan positif atau negatif Covid-19. Namun demikian, kondisi ketiganya dalam keadaan sehat.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Tuban yang dinyatakan telah selesai pemantauan selama 14 hari (masa inkubasi) atau sudah tidak ada tanda maupun gejala yang mengarah pada Covid-19 hingga kemarin sebanyak 125 orang dari angka kumulatif ODP sebanyak 432 orang. Sehingga, tinggal 307 orang yang masih dalam status pemantauan gugus tugas.

TUBAN, Radar Tuban – Pemkab Tuban menetapkan status keadaan darurat bencana penyakit akibat corona virus disease (Covid-19). Langkah cepat tersebut diambil Bupati Tuban Fathul Huda melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 188.45/109/KPTS/414.013/2020 tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19.

Surat keputusan tersebut ditetapkan dan ditandatangani bupati pada Selasa (7/4). Dengan demikian, status penanganan Covid-19 di Kabupaten Tuban resmi ditingkatkan dari sebelumnya Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Infeksi Covid-19 sebagai Penyakit yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya menjadi Status Keadaan Darurat.

Status keadaan darurat tersebut sesuai Keputusan Bupati Tuban Nomor 188/103/KPTS/414.013/2020 sebagaimana  diubah dengan Keputusan Bupati Tuban Nomor 188/108/KPTS/414.013/2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Bupati Tuban Nomor 188/103/KPTS/414.013/2020 tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Tuban serta mengacu Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/108/KPTS/013/2020 tentang Status Keadaan Darurat dan Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13.A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19.

Baca Juga :  Kembalikan Karangan Bunga dari Kapolda-Kapolres

Dalam status keadaan darurat tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Tuban langsung dipimpin Bupati Tuban Fathul Huda. Sementara wakil ketua I komandan Kodim 0811 Tuban dan wakil ketua II kepala Kepolisian Resort Tuban.

Seiring dengan status keadaan darurat tersebut, bupati Fathul Huda mengimbau kepada seluruh masyarakat Tuban untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus korona. ‘’Status keadaan darurat ini diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan,’’ tegas dia.

- Advertisement -

Disampaikan bupati, dengan peningkatan status keadaan darurat, maka proses penanganan Covid-19 juga lebih ditingkatkan lagi. Baik penanganan langsung maupun pemenuhan kebutuhan anggaran untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19. ‘’Pada masa tanggap darurat ini Pemkab Tuban akan berupaya semakin masif dalam menangani wabah korona ini,’’ kata dia.

Di bagian lain, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kemarin juga menyampaikan kabar baik terkait kondisi pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr R Koesma Tuban. Sebanyak empat PDP dinyatakan negatif Covid-19 dan sembuh. ‘’Hasil pemeriksaan sudah keluar, ada penambahan empat PDP yang dinyatakan negatif Covid-19. Yakni, dari Kecamatan Plumpang, Bancar, Bangilan, dan Palang. Dengan demikian total PDP yang sembuh dan dinyatakan negatif sudah lima orang. Sebelumnya PDP pertama dari Kecamatan Tambakboyo dinyatakan negatif,’’ kata anggota gugus tugas sekaligus Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo.

Baca Juga :  8.064 Pagu SMAN dan SMKN, Tak Jujur Terancam Diskualifikasi

Sampai saat ini, PDP yang masih menjalani perawatan di ruang isolasi sebanyak tiga orang. Yakni, pasien dari Kecamatan Tuban, Jenu, dan Palang. Ketiganya masih menunggu hasil tes swab untuk memastikan positif atau negatif Covid-19. Namun demikian, kondisi ketiganya dalam keadaan sehat.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Tuban yang dinyatakan telah selesai pemantauan selama 14 hari (masa inkubasi) atau sudah tidak ada tanda maupun gejala yang mengarah pada Covid-19 hingga kemarin sebanyak 125 orang dari angka kumulatif ODP sebanyak 432 orang. Sehingga, tinggal 307 orang yang masih dalam status pemantauan gugus tugas.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/