alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Butuh Kepastian Syarat CJH Bojonegoro Boleh Berangkat

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) menyambut baik rencana ibadah haji dibuka tahun ini. Namun, pelaksanaan diperkirakan akan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Terutama pembatasan kuota calon jamaah haji (CJH). Protokol kesehatan (prokes) menjadi ketat selama beribadah di Tanah Suci.

 

Sekretaris Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Al-Mubarok Laji Achmad Thoha mengatakan, perbedaan terutama terkait pembatasan kuota CJH karena masih pandemi. Meskipun hingga kini belum ada kepastian kuota CJH untuk tahun ini.

 

Perbedaan lainnya berupa pemberlakuan prokes selama ibadah haji. Seperti CJH harus sudah divaksin dua kali atau bahkan tiga kali. Adanya masa karantina ketika di Indonesia maupaun di Arab Saudi, hingga hasil tes swab tes. “Biaya akan bertambah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hari Ini Obor Api Estafet Menuju Tuban

 

Bila diberlakukan karantina, menurut dia, pelaksanaan ibadah haji akan lebih lama. Juga CJH akan terbebani hasil tes swab nantinya. Jika hasilnya positif tidak bisa berangkat atau pulang bersama rombongannya. “(CJH) Takut hasil swab tes dan karantina,” ujarnya.

 

Ketua KBIH Masyarakat Madani Sholikin Jamik mengatakan, CJH harus mempesiapkan penerapan prokes. Selain itu berpeluang mengurangi ibadah sunah selama haji, seperti umrah sunah dan tawaf sunah. Sehingga waktu di Tanah Suci lebih singkat. Namun, pelaksanaan ibadah haji yang wajib tidak ada perbedaan.

 

Sholikin menjelaskan sudah ada kepastian haji 2022 diperbolahkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Dan disambut baik CJH karena sudah menunggu sejak 2020. “Dua tahun tertunda dengan ada kepastian 2022 berangkat sangat menyenangkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  SD BAS Raih Predikat Adiwiyata Mandiri

 

“Masih menunggu kriteria CJH boleh berangkat, sedangkan waktu mepet dari sekarang hingga usai Idul Fitri sudah berangkat. Sehingga penting kepastian kuota,” jelasnya. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) menyambut baik rencana ibadah haji dibuka tahun ini. Namun, pelaksanaan diperkirakan akan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Terutama pembatasan kuota calon jamaah haji (CJH). Protokol kesehatan (prokes) menjadi ketat selama beribadah di Tanah Suci.

 

Sekretaris Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Al-Mubarok Laji Achmad Thoha mengatakan, perbedaan terutama terkait pembatasan kuota CJH karena masih pandemi. Meskipun hingga kini belum ada kepastian kuota CJH untuk tahun ini.

 

Perbedaan lainnya berupa pemberlakuan prokes selama ibadah haji. Seperti CJH harus sudah divaksin dua kali atau bahkan tiga kali. Adanya masa karantina ketika di Indonesia maupaun di Arab Saudi, hingga hasil tes swab tes. “Biaya akan bertambah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Persibo Masuk Fase Latihan Menyerang

 

Bila diberlakukan karantina, menurut dia, pelaksanaan ibadah haji akan lebih lama. Juga CJH akan terbebani hasil tes swab nantinya. Jika hasilnya positif tidak bisa berangkat atau pulang bersama rombongannya. “(CJH) Takut hasil swab tes dan karantina,” ujarnya.

 

Ketua KBIH Masyarakat Madani Sholikin Jamik mengatakan, CJH harus mempesiapkan penerapan prokes. Selain itu berpeluang mengurangi ibadah sunah selama haji, seperti umrah sunah dan tawaf sunah. Sehingga waktu di Tanah Suci lebih singkat. Namun, pelaksanaan ibadah haji yang wajib tidak ada perbedaan.

 

Sholikin menjelaskan sudah ada kepastian haji 2022 diperbolahkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Dan disambut baik CJH karena sudah menunggu sejak 2020. “Dua tahun tertunda dengan ada kepastian 2022 berangkat sangat menyenangkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sekali Kirim ke Luar Negeri Habiskan Biaya Rp 400 Juta

 

“Masih menunggu kriteria CJH boleh berangkat, sedangkan waktu mepet dari sekarang hingga usai Idul Fitri sudah berangkat. Sehingga penting kepastian kuota,” jelasnya. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/